Miris,RSUD Daya Kota Makassar Tolak Pasien BPJS, Alasannya Karena BPJS Ribet

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, -Makassar – Pasien BPJS Kesehatan ditolak mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar. Hal ini dialami warga bernama Kasma.

Kasma mengaku ditolak mendapatkan layanan rawat inap oleh dokter jaga. Penolakan itu terjadi pada Rabu (7/5/2025) jelang tengah malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasma datang ke IGD RSUD Daya karena mengalami mual hebat dan sesak nafas.

Namun, pihak rumah sakit tidak memberikan tindakan medis lanjutan dengan alasan kondisi pasien tidak masuk kategori darurat.

“Saya tadi di rumah mual-mual sesak nafas langsung ke UGD RS Daya. Tapi, sampai di IGD ditolak karena katanya kalau pakai BPJS ribet,” kata Kasma kepada wartawan, Kamis (8/5/2025) malam.

Kasma menyebut pernyataan itu dilontarkan oleh seorang dokter jaga yang belum diketahui identitasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dokter tersebut enggan merawatnya dan hanya menyarankan agar ke puskesmas keesokan harinya.

“Dan bukan cuma saya, ada juga tadi pasien lain disuruh pulang,” kata Kasma sembari membagikan video pasien memakai kursi roda yang ditolak RSUD Daya.

Saat berada di IGD, Kasma mengaku hanya ditensi oleh perawat tanpa mendapat tindakan lain meski sudah meminta untuk diinfus.

“Masa dia resepkan obat padahal dia tidak tahu apa penyakitku. Dia [dokter] hanya tensika dan disuruh besok ke Puskesmas,” katanya.

“Saya minta diinfus, dokter tidak mau. Katanya tidak masuk kategori BPJS kalau tidak darurat. Padahal saya dari rumah bawa tempat muntah,” lanjut Kasma yang mengaku 3 bulan lalu dirawat di rumah sakit ini.

Hingga kini, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Daya Makassar, Nursaidah Sirajuddin—yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar belum memberikan tanggapan atas kejadian ini.

Kasma berharap kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Munafri Arifuddin, agar tidak ada lagi pasien BPJS yang mengalami diskriminasi layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selain Ratusan  Kepsek Kompak Mundur, Ada Juga Temuan LHP BPK  Terkait Dana BOS Pada Disdik Sulsel
Nasabah Pegadaian Cab. Pongtiku Protes Emasnya 10gram  di Lelang Tanpa Pemberitahuan
Miris ! Akibat Tekanan Dari Pihak Keluarga,  Bayi Nurhalisa Lahir  Prematur, Begini Peristiwa nya
Siaga 1, Kapal Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Masuki Zona Kuning, Militer Israel Mulai Pantau dan Cegat Kapal-kapal Global Sumud Flotila
Disebabkan Kegagalan Sistem, UU PPRT dan Tragedi Stasiun Bekasi Timur
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas APBD 2024 
Integritas Sektor Pertanian Gowa Terkoyak: Dugaan Pungutan Liar Alsintan Mencuat ke Publik
Putusan Praperadilan Diterima, KAJ Sulsel Sebut Jadi Yurisprudensi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:29 WITA

Selain Ratusan  Kepsek Kompak Mundur, Ada Juga Temuan LHP BPK  Terkait Dana BOS Pada Disdik Sulsel

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:11 WITA

Nasabah Pegadaian Cab. Pongtiku Protes Emasnya 10gram  di Lelang Tanpa Pemberitahuan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:26 WITA

Miris ! Akibat Tekanan Dari Pihak Keluarga,  Bayi Nurhalisa Lahir  Prematur, Begini Peristiwa nya

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:40 WITA

Siaga 1, Kapal Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Masuki Zona Kuning, Militer Israel Mulai Pantau dan Cegat Kapal-kapal Global Sumud Flotila

Kamis, 30 April 2026 - 19:46 WITA

Disebabkan Kegagalan Sistem, UU PPRT dan Tragedi Stasiun Bekasi Timur

Berita Terbaru