Pemkot Makassar Perketat Seleksi Imam, Munafri Tekankan Integritas dan Peran Sosial

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makassar, – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen Pemerintah Kota menghadirkan imam kelurahan yang berkualitas melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan berintegritas.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Kelurahan Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menekankan bahwa standar utama seorang imam tidak bisa ditawar. Ia secara tegas menyebut bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan syarat mutlak yang tidak bisa dikompromikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain kompetensi keagamaan, Appi juga menggarisbawahi pentingnya sikap toleransi. Menurutnya, imam bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi juga figur sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat yang heterogen di Kota Makassar.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peran imam sangat strategis dan tidak terbatas pada memimpin salat lima waktu.

Appi menginginkan masjid dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, ruang musyawarah sosial, hingga wadah pembentukan generasi muda Qur’ani.

“Ketika persoalan masyarakat dibawa ke masjid, di situlah seharusnya masalah itu selesai. Ini fungsi sentral imam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munafri I mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak ingin lagi menerima keluhan masyarakat terkait kinerja imam.

Karena itu, proses seleksi harus benar-benar menghasilkan sosok yang memiliki moral, integritas, serta visi kuat dalam membangun umat.

Tak hanya itu, ia turut menekankan pentingnya kemampuan manajerial bagi seorang imam.

Menurutnya, imam adalah pemimpin yang harus mampu mengelola organisasi masjid secara efektif bersama pengurus.

“Kalau kita bicara imam, kita bicara pemimpin. Kalau pemimpin, kita bicara manajemen. Ujungnya adalah outcome. Apa yang dihasilkan oleh masjid itu harus jelas dan maksimal,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap sportif selama proses seleksi berlangsung.

Ia menolak adanya narasi negatif dari peserta yang tidak lolos terhadap mereka yang terpilih. Namanya seleksi pasti ada yang lulus dan tidak.

“Tapi jangan yang tidak lulus justru memberi sinyal negatif. Kita butuh kekompakan untuk membangun masjid yang berkualitas,” katanya.

Kepada panitia pelaksana, Appi turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, transparan.

Dan mampu menghasilkan imam-imam berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan spiritual masyarakat Kota Makassar.

Secara khusus, ia juga memberikan peringatan keras kepada para penguji agar menjaga integritas dalam proses seleksi.

Appi menegaskan bahwa kualitas imam yang dihasilkan merupakan cerminan dari kualitas dan integritas para penguji.

“Pastikan yang lulus adalah yang benar-benar capable, bukan karena persahabatan, hubungan darah, atau kedekatan,” tegasnya.

Adapun pada seleksi tahun ini, sebanyak 140 peserta dari 103 kelurahan mengikuti tahapan seleksi yang meliputi administrasi, tes tertulis, wawancara, serta kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

Dari jumlah tersebut, hanya 103 orang yang akan diterima sebagai imam kelurahan untuk periode 2026–2029.

Munafri menambahkan, kegiatan seleksi calon imam kelurahan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat.

Imam diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin ibadah, tetapi juga teladan dalam kehidupan sosial, pembimbing umat, serta penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungannya.

Ia pun berharap seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi kejujuran, serta menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

“Jadikan momentum ini sebagai sarana untuk mengabdi kepada masyarakat dan mendekatkan diri kepada Allah,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar
Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran
Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan
HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Berita Terbaru