Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Sidrap,-Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjaga produktivitas pertanian melalui penyediaan sumber air menunjukkan hasil nyata.

Sawah tadah hujan milik H. Muiz di Dusun Padaelo, Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, mampu menghasilkan 6,4 ton gabah per hektare.

Hasil tersebut terlihat dalam panen yang dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Sabtu (3/10/2026). Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, serta Camat Panca Lautang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan yang sebelumnya bergantung pada curah hujan tersebut kini mendapat dukungan sumber air melalui sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas lahan.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, capaian panen tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan petani.

Pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai dukungan untuk membantu petani meningkatkan produksi.

“Ini sebagai bentuk kerja kita. Kita sudah siapkan dan berikan bantuan, mulai dari listrik masuk sawah, bor, dan lain sebagainya,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, pembangunan dan penyediaan sarana pendukung pertanian bukan sekadar bantuan, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan petani memiliki akses terhadap kebutuhan dasar produksi, terutama air.

“Kalau air tersedia, petani bisa lebih yakin untuk menanam. Kita ingin lahan yang selama ini bergantung pada hujan bisa tetap produktif dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Syaharuddin juga mengapresiasi petani yang terus berupaya mengelola lahan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

“Panen 6,4 ton per hektare ini membuktikan bahwa ketika pemerintah hadir, fasilitas tersedia, dan petani bekerja dengan baik, hasilnya bisa kita lihat bersama,” tuturnya.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya di Kecamatan Panca Lautang untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Ini bukan hanya soal panen hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan pertanian terus berjalan, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar
Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran
Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan
HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Berita Terbaru