![]()
JEJAKNEWS.ID,Makassar – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji melalui grand opening Bursa Sajadah Kota Makassar. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi mewujudkan “tri sukses haji”, khususnya pada sektor ekonomi.
“Grand opening ini menjadi bagian dari program Kementerian Haji dan Umrah. Salah satu tri sukses haji adalah bagaimana ekosistem ekonomi haji bisa berjalan dengan baik,” ujar Ikbal, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bursa Sajadah Permudah Jamaah Penuhi Kebutuhan”
Ikbal menilai jumlah jamaah Indonesia yang besar merupakan potensi ekonomi yang harus dikelola agar manfaatnya kembali ke dalam negeri. Karena itu, Kemenhaj menghadirkan Bursa Sejadah untuk memenuhi kebutuhan jamaah, terutama oleh-oleh.
Ia menegaskan, jamaah kini tidak perlu lagi berbelanja di Mekkah atau Madinah. Bursa Sejadah telah menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari sajadah, kurma, hingga produk lainnya.
“Kami berharap jamaah umrah dan haji tidak perlu lagi repot belanja di sana. Semua sudah tersedia di sini,” jelasnya.
“Jamaah Indonesia Dorong Perputaran Ekonomi Haji”
Ikbal mengungkapkan, jamaah Indonesia memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi haji, termasuk melalui pengiriman kargo. Ia menyebut kontribusi tersebut mencapai sekitar 60 persen.
Menurutnya, tingginya daya beli jamaah Indonesia membuat para pedagang di Mekkah dan Madinah mencari lokasi strategis yang dekat dengan mereka, termasuk jamaah asal Sulawesi dan Makassar.
Kondisi ini, lanjut Ikbal, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan belanja di luar negeri.
“Program Kampung Haji Libatkan Pelaku Usaha Nasional”
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menggagas program kampung haji seluas sekitar 45 hektare di Arab Saudi. Pemerintah akan membangun hotel dan pusat perbelanjaan yang dikelola oleh pelaku usaha Indonesia.
Ikbal menegaskan, program ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pelaku usaha Indonesia akan terlibat langsung, dan hasilnya akan kembali ke daerah melalui penghasilan para pekerja,” tutupnya .
Selain itu, Kemenhaj juga mendorong UMKM agar menembus pasar internasional. Salah satu contohnya adalah produk bumbu khas Indonesia, seperti bumbu coto, yang mulai dikirim ke Saudi.
“Bumbu coto sudah mulai dikirim. Kami ingin jamaah tetap menikmati cita rasa Indonesia sekaligus mendorong UMKM kita bersaing di pasar global,” tambahnya.
“Kemenhaj Ingatkan Aturan Barang Bawaan Jamaah”
Di sisi lain, Ikbal mengingatkan jamaah agar mematuhi aturan terkait barang bawaan. Kemenhaj telah menyosialisasikan daftar barang terlarang sejak manasik haji.
Ia menegaskan, petugas bea cukai dan otoritas bandara akan memeriksa barang bawaan jamaah. Jika menemukan barang terlarang, petugas akan langsung mengeluarkannya.

Karena itu, Ikbal mengimbau jamaah agar tidak membawa barang berlebihan. Ia memastikan kebutuhan dasar, seperti makanan dan perlengkapan lainnya, sudah tersedia di Arab Saudi.
“Tidak perlu membawa barang seperti kompor atau beras, karena semuanya sudah tersedia di sana,” tutupnya.

















