![]()
JEJAKNEWS.ID, Makassar, – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Bahlil menyebut Sulsel merupakan lumbung suara historis sekaligus barometer politik penting bagi wilayah Indonesia Timur.
“Sulawesi Selatan ini adalah barometer bagi wilayah-wilayah yang lain. Dan kami berkeinginan besar untuk bagaimana mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel,” ujar Bahlil saat diwawancarai usai membuka agenda Musda Golkar Sulsel di Hotel Claro, Makassar, Sabtu, (18/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait dinamika Musda yang memunculkan nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai calon tunggal, Bahlil mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengeluarkan diskresi khusus. Langkah ini diambil karena IAS sempat berpindah partai dan belum genap lima tahun kembali menjadi kader Golkar.
“Pak Ilham Sirajuddin memang pernah hijrah ke partai lain dan sudah balik sebelum saya jadi Ketua Umum, tapi belum 5 tahun. Untuk (syarat) sebelum 5 tahun maka syaratnya adalah saya mengeluarkan diskresi sebagai syarat untuk pencalonan,” jelas Bahlil.
Bahlil juga meluruskan isu mengenai calon tunggal dalam Musda kali ini. Ia menegaskan bahwa pihak DPP Golkar hanya bertindak untuk membuka acara, sementara teknis penjaringan sepenuhnya berada di tangan panitia. Berdasarkan laporan yang diterimanya, hanya ada satu kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran.
“Panitia telah membuka pendaftaran siapa saja boleh berhak untuk mencalonkan sesuai dengan syarat-syarat. Laporan kepada saya bahwa yang mencalonkan cuma satu, yang mengembalikan formulir itu cuma satu. Jadi kalau hanya satu, tanyalah kepada pihak-pihak yang ingin mencalonkan. Itu bukan domain kita (DPP),” imbuhnya.
Bahlil Lahadalia Bakar Semangat Kader di Musda: Sulsel selalu Jadi Kiblat Politik Nasional
Meski Musda belum sepenuhnya rampung dan posisi ketua belum disahkan secara formal, Bahlil sudah menitipkan instruksi dan mandat yang sangat tegas kepada calon ketua umum terpilih nantinya. Siapa pun yang memimpin Golkar Sulsel wajib mendongkrak perolehan kursi pada Pemilu legislatif mendatang.
“Satu aja! Yang saya tekankan, kursi harus naik! Jadi, perintah DPP kepada calon Ketua DPD Golkar yang belum disahkan jadi ketua adalah kursi partai harus naik! Baik DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota,” tegas Bahlil.
Lebih lanjut, mengenai proyeksi politik atau penugasan khusus bagi IAS setelah terpilih nanti—baik untuk maju ke DPR RI maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2029—Bahlil memilih untuk fokus pada agenda konsolidasi internal terlebih dahulu.
“Untuk sementara target kita adalah konsolidasi nanti untuk bagaimana meningkatkan suara partai. Bahwa nanti hasilnya, setelah itu kita akan mengecek Pak Ilham cocoknya di mana. Apakah DPR RI, atau Gubernur, atau lebih dari itu kan, wallahu a’lam. Politik ini tidak ada yang tahu, yang penting kita kerja baik aja dulu untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan Partai Golkar,” pungkasnya.

Selain agenda internal partai, Bahlil juga menambahkan bahwa target kenaikan kursi ini sejalan dengan amanah Munas Golkar serta komitmen partai dalam mendukung penuh keberlanjutan program-program pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
















