![]()
JEJAKNEWS.ID, Makassar,– Komisi D DPRD Sulsel Melakukan Rapat Kerja ( Raker) adanya kebocoran atap masjid 99 Kubah Asmaul Husna yang terletak di CPI Lego-Logo Kota Makassar. pada kamis (4/3/2026).
Ketua Komisi D Kadir Halid mengungkapkan bahwa, Kami sendiri sering berjemaah di sana mendapati bahwa hingga hari ini kebocoran di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna, justru semakin besar, Kondisinya semakin parah dan sekarang muncul banyak titik kebocoran baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan tadi oleh Pak Dayang Mokil dan pengurus hiasan kubah, Pak Sumarlan, bahwa sebelum dilakukan perbaikan, kebocoran hanya terjadi di sekitar mimbar, tepatnya dua baris di belakang mimbar, saat itu pun kebocoran hanya muncul ketika hujan deras dan sifatnya hanya titik-titik kecil, katanya.
Namun sekarang kondisinya berbeda, Jika hujan turun, air tidak lagi menetes, tetapi sudah mengalir, kebocoran juga bukan hanya di satu titik, melainkan di banyak titik, nanti videonya akan kami kirimkan. Intinya, kondisinya semakin parah, jelas sumarlan
Kadir jelaskan, Pada tahun ini terdapat anggaran sekitar Rp4,5 miliar,namun anggaran tersebut dinilai percuma, karena bukan menghentikan kerusakan atau kebocoran, justru kebocoran semakin bertambah, keluhan dari para jemaah sangat banyak, setelah saya melaksanakan salat Juma’t di sana, banyak jemaah menyampaikan langsung keluhan kepada saya mengenai kondisi tersebut.
Berdasarkan informasi yang saya peroleh, anggaran perbaikan tahun 2025 mencapai lebih dari Rp4,5 miliar, Informasi lain yang kami terima, Masjid 99 Kubah ini sudah empat kali diperbaiki sejak selesai dibangun hingga sekarang, bukan hanya sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikan oleh warga setempat, Permasalahan lain juga muncul terkait kontraktor, yaitu PT Aleta, Material Enamel yang digunakan berasal dari Kedaung, namun kontraknya bukan langsung dengan Kedaung, melainkan melalui perusahaan lain, beber Ketua Komisi D Kadir Halid.
Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Kepala Dinas agar menjadi perhatian serius, terutama terkait pekerjaan fisik dan fungsi pengawasan yang dinilai tidak jelas, tambah Kadir Halid.
ia juga jelaskan untuk tahun 2025, anggaran perbaikannya sebesar Rp4,5 miliar, tetapi kebocoran justru kembali terjadi, awalnya diketahui hanya satu titik, namun setelah dicek ternyata lebih dari 10 titik kebocoran, imbuh
Dengan kondisi tersebut, anggaran ini dapat dikatakan sia-sia, karena bukan memperbaiki kebocoran, tetapi justru menambah kebocoran, oleh nya, kami akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi besok bersama teman teman komisi untuk melihat langsung lagi kondisi di lapangan, Anggaran Rp4,5 miliar tersebut sudah selesai digunakan, bahkan disebutkan ada beberapa kali pekerjaan tambahan dalam pelaksanaannya yakni empat kali perbaikan,namun fungsi pengawasan dinilai tidak berjalan dengan baik sehingga masih ada kebocoran kedalam ruang utama masjid, pekik Kadir
Saat ditanyakan kepada pengawas mengenai alasan bertambahnya kebocoran meski anggaran besar telah digelontorkan, dijelaskan oleh pengurus Yayasan Masjid Kuba 99 bahwa sebelum pekerjaan dilakukan, kebocoran hanya sedikit dan terbatas pada dua baris di depan mimbar, kata pengurus masjid
Sekarang, lanjutnya lagi, hampir seluruh bagian bagian masjid mengalami kebocoran saat hujan, hal itu terjadi karena kubah utama sempat dibongkar dan hingga kini pengerjaannya belum benar-benar tuntas. Padahal sebelumnya kubah utama tidak bocor; yang bocor hanya kubah-kubah kecil dan sifatnya terbatas, papar Sumarlan.
Turut hadir asisten 1 Pemerintahan Pemprov Sulsel, Kontraktor, Konsultan pengawas proyek, Dinas SDA dan Cipta karya serta Pengurus Masjid Kubah 99 .










