![]()
JEJAKNEWS.ID, Makassar, — Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga menjadi laboratorium riset dan inovasi untuk peningkatan kualitas gizi bangsa.
Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa” yang digelar di Ruang Redaksi Harian Fajar, Graha Pena Makassar, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sekaligus Tim Ahli SPPG Tamalanrea 14, Prof dr Veny Hadju, menjelaskan keterlibatan Unhas dalam program MBG berangkat dari keyakinan bahwa intervensi gizi merupakan investasi paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa program pemberian makanan bergizi di sekolah atau school feeding program terbukti mampu meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.
“Investasi di bidang gizi memiliki tingkat pengembalian yang luar biasa. Bahkan sejumlah kajian menunjukkan return of investment bisa mencapai tujuh hingga 31 kali lipat dibanding investasi di sektor lainnya,” ungkapnya.
Veny menilai kehadiran SPPG di lingkungan kampus menjadi peluang besar bagi Unhas untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan program MBG secara ilmiah. Dengan dukungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, hingga berbagai disiplin ilmu lainnya, SPPG dapat menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kebijakan gizi nasional.
Selain memastikan kecukupan energi dan nutrisi peserta didik, program MBG juga diharapkan mampu membangun budaya konsumsi pangan yang beragam sejak usia dini.
Ia menyoroti masih rendahnya keberagaman pangan masyarakat Indonesia yang selama ini cenderung bergantung pada satu jenis sumber karbohidrat dan kurang mengonsumsi sayur maupun variasi protein hewani.
“Anak-anak perlu dibiasakan sejak kecil memahami bahwa makanan sehat itu harus lengkap, cukup, dan beragam. Program MBG menjadi sarana edukasi yang sangat efektif karena diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka,” jelasnya.
Dalam implementasinya, SPPG Unhas juga menggandeng berbagai pelaku usaha lokal. Prof Veny menyebut regulasi mengharuskan keterlibatan sejumlah UMKM dalam rantai pasok bahan pangan guna menghindari praktik monopoli dan memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Syahdar Baba, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan model rantai pasok pangan berbasis riset untuk mendukung kebutuhan SPPG.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan telur berkualitas tinggi melalui intervensi pada sistem pemeliharaan dan pakan ternak yang dikembangkan bersama mitra peternak binaan.
“Kami tidak sekadar menyiapkan telur, tetapi bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah berdasarkan hasil riset kampus sehingga kualitas gizinya lebih baik dan tetap ekonomis,” ujarnya.
Selain aspek produksi pangan, Fakultas Peternakan juga merancang program edukasi bagi siswa penerima manfaat MBG agar memahami proses panjang di balik penyediaan bahan pangan. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan penghargaan terhadap petani dan peternak serta mengurangi kebiasaan membuang makanan.
Di sisi lain, seorang peserta Diskusi Publik, Maqbul Halim menilai kehadiran SPPG di Unhas harus benar-benar difungsikan sebagai laboratorium pengembangan MBG nasional.
Menurutnya, kampus memiliki peran strategis untuk menghasilkan gagasan, model tata kelola, hingga rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi rujukan pemerintah.

“Sebagai kampus yang disebut-sebut akan menjadi percontohan nasional, Unhas harus mampu menghadirkan inovasi dan rekomendasi pengelolaan MBG yang bisa direplikasi di seluruh Indonesia,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas fakultas dan pendekatan berbasis riset, Unhas berharap SPPG tidak hanya menjadi pusat distribusi makanan bergizi, tetapi juga pusat lahirnya berbagai inovasi untuk memperkuat program MBG dan meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.

















