![]()
JEJAKNEWS.ID, Makassar,— Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 resmi dilantik di Hotel Claro Makassar, Senin (9/3/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan yang mengukuhkan Fadel Muhammad Tauphan Anshar sebagai Ketua DPD I KNPI Sulawesi Selatan bersama sekitar 480 pengurus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara pelantikan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur kepemudaan, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Makassar, hingga organisasi kemasyarakatan dan kedaerahan.
Dalam sambutannya, Ryano Panjaitan mengapresiasi antusiasme pemuda Sulawesi Selatan yang dinilai luar biasa dalam mendukung kepengurusan baru KNPI.
“Alhamdulillah prosesi pelantikan Bung Fadel berjalan lancar dengan pengurus sekitar 480 orang. Antusias pemuda Sulsel luar biasa, dan kami berharap mereka bisa memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Ryano.
Ia menilai peran pemuda saat ini sangat penting, terutama di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu. Ryano mencontohkan lonjakan harga minyak dunia yang telah menyentuh kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel, yang berpotensi memicu inflasi dan kenaikan harga barang.
Menurutnya, kondisi global tersebut harus dipahami oleh masyarakat agar tidak muncul persepsi keliru terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
“KNPI juga harus mampu memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa kondisi ekonomi tidak hanya dipengaruhi kebijakan nasional, tetapi juga situasi global,” ujarnya.
Dalam kepengurusan baru ini, DPP KNPI mendorong konsep gerakan activistpreneur, yakni pemuda yang aktif dalam gerakan sosial sekaligus mandiri secara ekonomi.
Konsep tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pemberdayaan UMKM, pelatihan kepemimpinan, hingga pengembangan kewirausahaan bagi kalangan muda.
“Programnya bukan sekadar seremonial. Kita ingin pemuda juga kuat secara ekonomi melalui entrepreneurship dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Ryano.
Sementara itu, Ketua KNPI Sulsel yang baru dilantik, Fadel Muhammad Tauphan Anshar, menegaskan komitmennya menjadikan KNPI sebagai rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan di Sulawesi Selatan.
Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tidak hanya aktif saat pelantikan, tetapi benar-benar bekerja menjalankan program organisasi selama masa kepengurusan hingga 2029.
“Hari ini dilantik 480 pengurus. Jangan sampai setelah pelantikan satu per satu hilang. KNPI Sulsel harus bekerja keras dan terus berkontribusi bagi masyarakat,” kata Fadel.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan pemerintah dan lembaga legislatif. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KNPI dengan DPRD serta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk memperkuat program kepemudaan.
Menurut Fadel, kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi bagi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan.
Selain itu, Fadel juga menanggapi dinamika internal organisasi yang sempat terjadi sebelum pelantikan. Ia menegaskan bahwa kompetisi dalam organisasi merupakan hal wajar, namun setelah proses selesai seluruh pihak harus kembali bersatu.
“Kalau ada pepatah mengatakan bertanding untuk bersanding. Setelah kompetisi selesai, kita harus bersatu kembali demi kepentingan pemuda Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Pelantikan KNPI Sulsel periode 2026–2029 mengusung tema “Pemuda Bersatu Mewujudkan Smart Society Berkarakter.”
Tema tersebut diharapkan menjadi semangat baru bagi KNPI untuk memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan di Sulawesi Selatan.










