
JEJANEWSMID, Gowa ,— Kondisi dekker (gorong-gorong) di Jalan Poros Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, hingga kini masih rusak parah.
Kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan,
sehingga warga setempat terpaksa menanami lokasi dekker dengan pohon pisang sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.
Penanaman pohon pisang dilakukan untuk menandai titik jalan yang rawan kecelakaan, mengingat kondisi dekker yang berlubang dan nyaris ambruk sangat membahayakan pengendara,
khususnya pada malam hari dan saat musim hujan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Taring menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali menyampaikan laporan terkait kerusakan dekker tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa. Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan maupun tindak lanjut dari dinas terkait.
“Sudah beberapa kali kami memasukkan laporan ke Dinas PUPR, namun sampai sekarang belum ada respons atau perbaikan,” ungkap Kepala Desa Taring.
Jalan poros Desa Taring merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan antarwilayah dan menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pertanian warga. Kerusakan dekker ini dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan jika tidak segera diperbaiki.
Pemerintah desa bersama masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Dinas PUPR, segera turun melakukan peninjauan lapangan dan melakukan perbaikan secepatnya demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.





