Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 17:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID , Makasssar,  Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat.

Khususnya di wilayah Utara Kota dan Timur yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan distribusi PDAM.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan persoalan kekeringan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya curah hujan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ketersediaan sumber air serta sistem distribusi yang mampu menjangkau seluruh masyarakat juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

“Persoalan kekeringan tanggungjawab kami Pemerintah untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang, sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bagi warga Kota Makassar,” ujar Zuhaelsi, Rabu (16/9/2026).

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah Kota Makassar.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan darurat berupa distribusi air melalui mobil tangki.

Tetapi mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara bertahap.

Karena itu, Dinas PU terus melakukan langkah antisipasi melalui penguatan infrastruktur air bersih dan kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.

“Sehingga kami dari Dinas PU Kota Makassar juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, bekerja dengan kolaborasi, dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terhadap air terpenuhi,” jelasnya.

Zuhaelsi menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan Dinas PU adalah pembangunan SPAM pada kawasan yang belum terjangkau atau belum mendapatkan layanan distribusi PDAM secara optimal.

Dikatakan, pembangunan tersebut terutama diarahkan ke wilayah pinggiran kota, kawasan utara Makassar, serta sejumlah wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih.

“Kami membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau dan terlayani secara optimal,” katanya.

Menurutnya, kawasan kepulauan menjadi salah satu perhatian karena sebagian masyarakat masih bergantung pada sumur dangkal yang debit airnya rentan menurun ketika musim kemarau berlangsung.

Dengan pembangunan SPAM, ia berharap masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman, dinikmati warga.

“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaannya, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan. Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.

Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun, antara lain melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.

Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah Sambungan Rumah (SR) pada SPAM yang sudah tersedia.

“Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik,” tuturnya.

Tak hanya itu, pada kesempatan ini, Zuhaelsi memaparkan, sepanjang 2025 Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan perhatian khusus pada kawasan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, dan Biringkanaya, termasuk Manggala dan wilayah Kepulauan Sangkarrang.

Dari 23 lokasi tersebut, sebanyak 14 merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi untuk peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi untuk perluasan jaringan.

“Sejumlah SPAM yang telah dibangun juga telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, baru-baru ini,” ungkapnya.

Khusus wilayah kepulauan, Dinas PU juga menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.

Dikatakan, untuk di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).

Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah air payau menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumuk dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Zuhaelsi.

Dia menambahkan, penguatan SPAM berlanjut pada 2026, Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk 18 lokasi.

Lokasi tersebut mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Dari 18 lokasi tersebut, sebanyak 10 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua lokasi peningkatan, dan tiga lokasi perluasan.

Zuhaelsi menjelaskan, satu pembangunan SPAM baru rata-rata membutuhkan anggaran sesuai kebutuhan.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen utama, seperti pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).

“Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah,” jelasnya.

Kapasitas layanan setiap SPAM juga dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 Sambungan Rumah. Bahkan, pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR, tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Tidak berhenti pada 2025 dan 2026, Dinas PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan SPAM untuk 2027.

Sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran. Fokus utama diarahkan kembali ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

Dalam rincian yang disampaikan, dari rencana tersebut terdapat 16 lokasi yang disebut sebagai pembangunan SPAM baru, sementara sisanya diarahkan untuk kegiatan pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.

“Jika, dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027,” bebernya.

“Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi,” tambah dia.

Zuhaelsi menegaskan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.

Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.

Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.

Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.

“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau,” pungkas Zuhaelsi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinjau Wajah Baru TPA, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya
Kapolresta Gowa Sambut Audiensi SMSI, Dorong Kolaborasi Terbuka
Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat
Pekerja Buruh Kapal TK Bagasi Sebanyak 600 Orang Belum Memperolah Hak Keselamatan Kerja dan Pelayanan Kesehatan
Hari ke-20, Program Makanan Bergizi TP PKK Makassar Tingkatkan Berat Badan Anak
Bangun Generasi Qurani, Kesra Makassar Gelar Santri Expo MULIA
Disdik Makassar Cabut PJJ, Siswa TK-SMP Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 Besok
Capacity Building Petugas Retribusi Persampahan, Bapenda Sidrap Dorong Pembayaran QRIS yang Praktis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:27 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

Rabu, 16 September 2026 - 15:41 WITA

Tinjau Wajah Baru TPA, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya

Rabu, 16 September 2026 - 14:32 WITA

Kapolresta Gowa Sambut Audiensi SMSI, Dorong Kolaborasi Terbuka

Rabu, 16 September 2026 - 10:14 WITA

Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Selasa, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Pekerja Buruh Kapal TK Bagasi Sebanyak 600 Orang Belum Memperolah Hak Keselamatan Kerja dan Pelayanan Kesehatan

Berita Terbaru