Sekda Zulkifly Ikut Rakor Bersama Kemendagri: Dorong Kolaborasi Jaga IPH dan Dukung Program 3 Juta Rumah

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, – Sekertaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly Bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ruang Rapat War Room Balai Kota, Selasa (22/7).

Diketahui, agenda rakor ini membahas strategi menjaga pertumbuhan ekonomi dan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program 3 juta rumah. Di mana, dua hal tersebut merupakan perhatian Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Indonesia.

Sekda Zulkifly menyampaikan pihaknya optimistis Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kota Makassar bisa dikendalikan. Apalagi, Pemkot Makassar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkolaborasi agar inflasi tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami di Pemkot Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) intens memantau kondisi pangan. Tujuannya apa, memastikan harga pangan tetap stabil sehingga inflasi terjaga,” ujar Sekda Zulkifly, Selasa (22/7).

Khusus untuk Program 3 Juta Rumah, Sekda Zulkifly menjelaskan pihaknya masih menunggu melakukan inventarisir lahan. Selanjutnya akan dibahas secara bertahap mengenai persiapan mewujudkan program 3 juta rumah.

Terpisah, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Alamsyah menjelaskan Pemkot Makassar terus berupaya mengendalikan inflasi di kota ini dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengontrol harga di 12 pasar tradisional dan 2 pasar modern.

“Jadi kita memantau harga-harga di pasar-pasar tersebut setiap hari dan memberikan pelaporan tentang perkembangan harga,” jelas Alamsyah.

Selain itu, pemerintah kota juga melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) untuk mendekatkan pangan di tengah-tengah masyarakat. GPM ini dilaksanakan 2-3 kali dalam seminggu, dan pemerintah kota juga memantau kondisi perkembangan harga.

“Jika harga pangan prioritas di pasar-pasar mengalami kenaikan, maka pemerintah kota melakukan intervensi pelaksanaan GPM di sekitar pasar tersebut,” paparnya.

Sambung mantan Camat Tallo itu, Pemkot Makassar bekerja sama dengan 22 distributor, selain Bulog, untuk mengendalikan harga pangan. Saat ini, pemerintah pusat telah menurunkan harga beras SPHP (Stabilitas Pangan) menjadi Rp58.000 per 5 kilo, dan harga minyak goreng menjadi Rp15.000 per kilo.

“Harga-harga ini kemudian diturunkan di tengah-tengah masyarakat dalam rangka pelaksanaan GPM,” ucapnya.

Ia menambahkan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengharapkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan instansi bekerja sama dalam proses penanganan inflasi. Sebab, penanganan inflasi tidak bisa ditangani oleh hanya satu OPD, tetapi memerlukan kerja sama dan elaborasi antar OPD.

“Dengan kerja sama ini, Pemkot Makassar berharap dapat menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di kota ini,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Mahyuddin menjelaskan pihaknya siap mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Dalam rangka mendukung program ini, Pemkot Makassar telah menjalankan surat kesepakatan bersama tiga menteri untuk penghapusan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Kami di Pemkot Makassar juga sedang melakukan inventarisasi lahan, nah rencananya itu pembangunan rumah susun. Harapannya dapat meningkatkan ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar
Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.
Sulap Air Laut Jadi Air Minum, Pemkot Makassar Siapkan Teknologi Desalinasi Bertenaga Surya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu

Berita Terbaru