Sampah Organik dari 14 Pasar Disulap Jadi Pakan Sapi di TPA Tamangapa

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makasssar, — Pembenahan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, tidak hanya menyasar penataan area pembuangan sampah. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga mulai menata keberadaan ternak sapi yang selama ini berkeliaran di kawasan TPA.

Sejumlah sapi kini ditempatkan di area penangkaran sementara atau ranch yang telah disiapkan di kawasan TPA Tamangapa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah ternak berkeliaran dan mengonsumsi sampah campuran yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep penangkaran ini sekaligus diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sampah organik sebagai sumber pakan ternak.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan bersama DLH, Perumda Pasar Makassar Raya mengambil bagian dalam penyediaan sampah organik yang telah dipilah dari sejumlah pasar untuk kemudian dimanfaatkan dalam pengelolaan peternakan.

Ali menjelaskan, sampah organik dari pasar kini telah dipilah dan dikelola sebelum dibawa ke kawasan peternakan sapi di TPA Tamangapa.

“Ada semacam kandang khusus untuk sapi di TPA. Pakannya itu dari pasar,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Saat ini, sumber sampah organik tersebut berasal dari sekitar 14 pasar yang dikelola Perumda Pasar Makassar Raya.

Sebelumnya, volume sampah organik yang mampu dikirim hanya sekitar 3 hingga 4 ton per hari. Namun setelah mendapat dukungan dari kecamatan, jumlahnya meningkat hingga mendekati 31 ton per hari.

Peningkatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Perumda Pasar dan kecamatan dalam mengumpulkan serta mengarahkan sampah organik untuk dikelola dan dimanfaatkan.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang kini mencapai ratusan hingga ribuan ekor.

Dengan asumsi kebutuhan pakan hingga sekitar 20 kilogram per ekor setiap hari, kebutuhan pakan dapat mencapai sekitar 30 ton per hari.

“Jika ratusan sapi, dan satu sapi paling banyak mengonsumsi sekitar 20 kilogram. Alhamdulillah semua sudah ter-cover, terpenuhi,” jelas Ali.

Dia menegaskan, sampah yang dimanfaatkan bukan sampah campuran, melainkan sampah organik yang telah melalui proses pemilahan.

Menurutnya, pemilahan harus diikuti dengan pengelolaan agar sampah organik tidak kembali menjadi beban bagi sistem persampahan kota.

“Yang penting itu sebetulnya setelah pemilahan adalah pengelolaan. Salah satu yang harus dikelola itu adalah organik,” katanya.

Ali menyebutkan, pengelolaan sampah organik di lingkungan pasar saat ini telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut bahkan melampaui target minimal pengelolaan sampah organik yang ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Jika sebelumnya sampah organik dapat diolah melalui biopori, teba, maupun komposter, kini sebagian besar sampah organik pasar diarahkan untuk mendukung pengelolaan peternakan di kawasan TPA Tamangapa.

“Sekarang ini hampir tidak pernah kami membuang lagi ke area-area seperti komposter atau teba. Semua organik kami bawa ke tempat peternakan sapi yang ada di TPA Tamangapa,” ujarnya.

Untuk mendukung pengangkutan, Perumda Pasar juga telah memiliki armada sendiri yang diperoleh melalui dukungan DLH dan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar.

Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan pemisahan yang lebih jelas antara area peternakan dan area pengelolaan sampah residu.

Dengan demikian, keberadaan sapi tidak lagi mengganggu aktivitas pengelolaan sampah, sementara sampah organik yang berasal dari pasar dapat dimanfaatkan kembali melalui sistem pengelolaan yang lebih terarah.

“Konsep ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mengubah pola pengelolaan sampah di TPA Tamangapa, dengan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sidrap Ikuti Rakor Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi, Target Nasional 8 Persen Jadi Fokus
Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta
Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang
Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang
Tinjau Wajah Baru TPA, Appi: Kita Tidak Mau Mewariskan Kota yang Jorok kepada Generasi Berikutnya
Kapolresta Gowa Sambut Audiensi SMSI, Dorong Kolaborasi Terbuka
Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:58 WITA

Pemkab Sidrap Ikuti Rakor Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi, Target Nasional 8 Persen Jadi Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 14:52 WITA

Sampah Organik dari 14 Pasar Disulap Jadi Pakan Sapi di TPA Tamangapa

Jumat, 18 September 2026 - 14:49 WITA

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Kamis, 17 September 2026 - 13:02 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

Berita Terbaru

Metro

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:49 WITA