Munafri Warning Lurah Tak Disiplin: Jangan Jadi “Raja Kecil” di Wilayah

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makassar,- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menunjukkan sikap tegas terhadap kedisiplinan aparatur wilayah dengan menyoroti absennya sejumlah lurah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persampahan di Makassar.

Dalam forum strategis yang membahas pengelolaan sampah hingga rencana pengolahan menjadi energi listrik tersebut, Munafri tidak hanya menekankan pentingnya kehadiran, tetapi juga komitmen nyata seluruh camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, bahkan memberikan ultimatum dan peringatan keras terkait konsekuensi bagi aparatur yang tidak menunjukkan kedisiplinan tepat waktu rapat dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, persoalan sampah yang kian kompleks tidak bisa ditangani setengah hati, melainkan membutuhkan keteladanan, kekompakan, dan kerja kolektif yang solid dari seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat paling bawah.

Penegasan itu disampaikan dalam Rakor pengelolaan sampah yang digelar di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (6/4/2026), yang sekaligus menjadi momentum evaluasi kinerja aparatur wilayah dalam mendukung program prioritas kebersihan kota.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya keteladanan, kedisiplinan, dan kepemimpinan bagi camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan di wilayah.

Dalam arahannya, Munafri menyampaikan bahwa tugas sebagai penanggung jawab wilayah bukanlah hal yang ringan, karena berhubungan langsung dengan masyarakat.

Oleh karena itu, aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan dituntut mampu menjadi contoh, tidak hanya dalam sikap dan perilaku, tetapi juga dalam hal kedisiplinan waktu.

“Bagaimana kita bicara soal teladan kalau kita sendiri tidak menghargai waktu. Kehadiran tepat waktu juga bagian dari keteladanan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda birokrasi.

Menurutnya, praktik saling melindungi dengan cara yang tidak tepat, seperti menutupi kesalahan atau mencari alasan, bukanlah cerminan kepemimpinan yang baik.

Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan di tingkat wilayah sangat bergantung pada kolaborasi dan kekompakan antara camat dan lurah.

Dia mengingatkan bahwa keduanya harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan yang solid.

“Camat dan lurah itu satu paket, harus bonding. Kalau tidak, pasti ada wilayah yang tertinggal dan itu akan memengaruhi kinerja secara keseluruhan,” seruan Appi.

Orang nomor satu Kota Makassar tersebut juga mengingatkan para Lurah agar tidak memposisikan diri sebagai” raja kecil” di wilayah masing-masing.

Menurutnya, Lurah adalah bagian dari sistem pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan serta menyampaikan informasi dari pemerintah pusat, Provinsi, hingga kota kepada masyarakat.

Munafri menegaskan bahwa ekspektasinya terhadap Camat dan Lurah sangat tinggi. Namun, hal itu diiringi dengan tuntutan agar seluruh jajaran mampu bekerja dalam harmoni, tanpa ada yang tertinggal.

“Ibarat orkestra, semuanya harus selaras. Saya tidak ingin ada yang fals. Lebih baik kita berjalan bersama dengan harmoni daripada ada yang menonjol sendiri tapi merusak irama,” katanya.

Appi bahkan menegaskan siap mengambil langkah tegas terhadap aparatur yang tidak mampu bekerja dalam tim dan menjaga kekompakan.

Munafri berharap seluruh camat dan lurah dapat menjaga kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta membangun kerja sama yang solid demi optimalnya pelayanan kepada masyarakat.

“Semua harus berjalan bersama. Tidak boleh ada yang tertinggal,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar
Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran
Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan
HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Berita Terbaru