Munafri Dampingi Wamenkes RI Tinjau Inovasi “Hantu Mesra” di Makassar, Perkuat Pemberantasan TBC

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID,  Makassar, -Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima sekaligus mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program prioritas Presiden RI di bidang kesehatan, khususnya penanggulangan penyakit tuberkulosis.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat implementasi inovasi Pemerintah Kota Makassar, bertajuk “Hantu Mesra”, singkatan dari Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga, sebuah pendekatan aktif dan humanis dalam mendeteksi dini serta menekan angka penularan TBC di tingkat masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda kunjungan berlangsung di Kantor Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Selasa (13/1/2026), sebelum dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke rumah penyintas tuberkulosis.

Wali Kota Makassar dan Wamenkes RI juga menyambangi Puskesmas Ballaparang untuk melihat secara dekat kesiapan layanan kesehatan serta peran tenaga medis dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Kehadiran Wamenkes RI ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kolaborasi, memastikan program penanggulangan TBC berjalan efektif, tepat sasaran, dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus mengatakan, kunjungan ke Makassar bertujuan melihat secara langsung langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan TBC, khususnya melalui pendekatan aktif di masyarakat.

“Hari ini saya melakukan kunjungan di Makassar, khusus ke Puskesmas Ballaparang bersama Pak Wali Kota. Tujuannya melihat dan menekan penurunan, sesuai arahan pak Presiden, adalah menjalankan program pemberantasan tuberkulosis secara nasional,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes RI didampingi langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan implementasi program hasil terbaik cepat (quick wins) Presiden RI di sektor kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat layanan dasar.

“Karena itu, kami datang ke Sulawesi Selatan untuk melihat apa yang sudah dikerjakan di lapangan, dan ternyata Puskesmas Ballaparang memiliki keunggulan tersendiri,” katnaya.

Keunggulan program ini, adalah inovasi layanan kesehatan bertajuk “Hantu Mesra” atau Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga.

Dimana, program ini menerapkan strategi active case finding dengan mendatangi langsung rumah warga untuk mendeteksi dini kasus TBC, sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Melalui program ini, petugas mendatangi rumah warga, meningkatkan active case finding, dan jika ditemukan orang sakit langsung dilakukan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” jelas Wamenkes.

Ia menambahkan, pemerintah pusat memiliki tugas besar untuk menurunkan angka TBC secara nasional dari Aceh hingga Papua.

Oleh karena itu, pendekatan yang dinilai efektif di daerah akan diadopsi menjadi bagian dari strategi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes RI juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, menjadi wilayah prioritas nasional karena termasuk dalam delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia, bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data tahun 2025, Kota Makassar mencatat sebanyak 9.885 kasus TBC yang telah diobati. Dari angka tersebut, pemerintah akan melakukan tracing atau penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga penderita.

“Kalau ada hampir 10 ribu kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Seluruh anggota keluarga harus diperiksa gratis, bukan hanya untuk TBC, tetapi juga dicek gula darah, tekanan darah, dan dilakukan foto rontgen,” tuturnya.

“Dengan begitu, jika ada penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal,” lanjutnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan menyalurkan bantuan alat kesehatan berupa rontgen portabel.

Alat ini memiliki bobot ringan, sekitar tiga kilogram, sehingga dapat digunakan secara fleksibel hingga ke tingkat kelurahan dan rumah warga.

“Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Bisa digunakan di puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga. Ini akan sangat mempermudah proses diagnosis,” jelasnya.

Khusus untuk Kota Makassar, pemerintah pusat menargetkan penyaluran sekitar 20 unit alat rontgen portabel.

“Dengan kapasitas satu alat melayani sekitar 3.000 pasien, kami perkirakan sebanyak 60.000 warga Makassar akan menjalani pemeriksaan sepanjang tahun 2026,” tutup Benyamin.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan TBC di Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai inovasi layanan kesehatan yang menjangkau langsung masyarakat.

“Pak Wamen telah memberikan support yang sangat luar biasa. Ini tentu menjadi semangat bagi kami untuk menyelesaikan persoalan TBC di Kota Makassar,” ujarnya.

“Puskesmas-puskesmas kami, termasuk Puskesmas Ballaparang, memiliki inovasi yang sangat baik dan ini adalah tugas kita bersama untuk menyelesaikannya,” tambah Appi.

Ia menjelaskan bahwa program “Hantu Mesra” menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan sosial, di mana masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena stigma dan ketakutan.

Ini adalah cara yang tidak hanya menunggu bola, tetapi menjemput bola. Penyakit TBC ini banyak yang tidak mau diperiksa atau tidak mau diketahui kalau sakit.

“Dengan metode mengetuk pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang sangat efektif,” jelasnya.

Munafri menargetkan, dengan intervensi serius dan kolaborasi lintas sektor selama tiga tahun ke depan, kasus TBC di Kota Makassar dapat ditekan secara signifikan.

“Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Munafri mengatakan, Pemkot Makassar terus mendorong agar program-program kesehatan dapat diakses secara luas oleh masyarakat, terutama dalam menjawab persoalan penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius, seperti tuberkulosis.

“Pemerintah Kota Makassar terus melakukan berbagai inovasi di bidang kesehatan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas” ” ungkapnya.

“Program-program ini harus benar-benar bisa diakses oleh masyarakat, salah satunya melalui inovasi yang dibuat oleh Puskesmas Ballaparang,” lanjut Munafri.

Dia menegaskan, program Hantu Mesra ini adalah cara yang sangat baik karena tidak hanya menunggu bola, tetapi menjemput bola.

Petugas kesehatan turun langsung mengetuk pintu rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dan edukasi.

Menurut Munafri, pendekatan tersebut dinilai efektif karena selama ini masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri atau bahkan takut diketahui mengidap penyakit tuberkulosis.

Kondisi ini kerap menjadi penghambat dalam upaya deteksi dan penanganan dini. Lanjut dia, penyakit tuberkulosis ini sering kali tidak terdeteksi sejak awal karena banyak orang yang tidak mau diperiksa atau tidak ingin diketahui kalau sedang sakit.

“Maka, inovasi ini menjadi salah satu jalan keluar yang dipersembahkan oleh teman-teman di Puskesmas Ballaparang,” ungkapnya.

Wali Kota Makassar berharap, melalui pelaksanaan program “Hantu Mesra”, penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih cepat dan penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh hingga ke lingkungan keluarga penderita.

“Dengan demikian, rantai penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan,” tukansya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa
Wali Kota Makassar Minta Da’i Perkuat Persatuan dan Pencerahan Agama di Masyarakat
Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA
Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Appi dan Kapolda Sulsel Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang
Appi Kenang Dukungan PPP di Dua Pilwali: Saya “Berutang” kepada PPP
Jelang IGS 2026, Kawasan Losari hingga CPI Disterilkan Sambut Delegasi Mancanegara
Lewat APBD 2026, Pemkot Makassar Alokasikan Rp27,2 Miliar untuk Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan dan 45 Ribu Peserta JHT

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:57 WITA

Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:40 WITA

Wali Kota Makassar Minta Da’i Perkuat Persatuan dan Pencerahan Agama di Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:35 WITA

Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:28 WITA

Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:03 WITA

Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Appi dan Kapolda Sulsel Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Berita Terbaru