Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan akurat.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Pencanangan dan Penguatan Komitmen Bersama Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kota Makassar di pelataran Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Makassar, Abdul Hafid, para pimpinan OPD, direktur BUMD, camat, lurah, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Sebelum kegiatan pencanangan, rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon bersama di area pelataran Kantor Balai Kota Makassar sebagai simbol komitmen pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SE2026.

Appi menilai tugas sensus bukan pekerjaan yang mudah karena membutuhkan dedikasi, waktu, tenaga, dan komitmen tinggi dari para petugas di lapangan.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta. Dengan semangat profesionalisme dan integritas, kita bersama-sama menerima amanah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, khususnya di Kota Makassar,” ucap Munafri.

“Tentu, tidak mudah membagi pikiran, tenaga, dan waktu antara pekerjaan, keluarga, dan tugas lainnya. Namun saya yakin kesungguhan dan loyalitas saudara-saudara akan membuahkan hasil yang bermanfaat, bukan hanya untuk Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” sambung Appi.

Menurutnya, sensus Ekonomi 2026 merupakan kompas pembangunan yang akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan ekonomi daerah. Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lanjut dia, kegiatan sensus ekonomi ini adalah kompas agar kebijakan pembangunan ekonomi yang kita lakukan benar-benar tepat sasaran.

Sehingga, pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu saya berharap seluruh elemen terkait, khususnya petugas sensus, dapat bekerja secara serius, fokus, dan maksimal untuk menghasilkan data berkualitas,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua IKA FH Unhas itu meminta camat dan lurah menjadi mitra strategis bagi petugas sensus dengan memastikan seluruh proses pendataan berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.

Dia menekankan pentingnya dukungan seluruh perangkat pemerintah hingga tingkat kelurahan dan RT/RW untuk membuka akses seluas-luasnya kepada petugas sensus agar dapat menjangkau seluruh pelaku usaha dan masyarakat.

“Kepada para camat dan lurah saya berharap menjadi partner yang baik bagi petugas sensus. Pastikan mereka tidak mengalami hambatan saat turun ke masyarakat,” imbuh Appi.

“Tidak boleh ada satu keluarga pun yang luput dari pendataan. Kita membutuhkan data yang benar-benar akurat,” lanjutnya.

Orang nomor satu Kota Makassar itu menjelaskan, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks. Pemerintah daerah dituntut menghadirkan kebijakan yang efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Di tengah dinamika ekonomi yang berkembang cepat, data menjadi elemen utama dalam proses pengambilan keputusan.

Oleh seba itu, Pemerintah daerah memerlukan data yang akurat, lengkap, dan terpercaya untuk menyusun perencanaan pembangunan, menentukan prioritas program, mengembangkan sektor unggulan, memperkuat UMKM.

“Hal ini agar meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, hingga mengurangi kesenjangan antarwilayah. Karena itu Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 tidak sekadar menghasilkan angka statistik, tetapi menyediakan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah.

Juga perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi wilayah, serta berbagai peluang dan tantangan yang harus diantisipasi dalam pembangunan ke depan.

Data tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), terukur.

Politisi Golkar itu menambahkan, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan bahkan Kawasan Timur Indonesia.

Dimana, Kota Makassar membutuhkan fondasi data yang kuat agar mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Untuk itu, Munafri mengajak seluruh kepala OPD, direktur BUMD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026.

“Lakukan koordinasi yang erat dengan jajaran BPS, fasilitasi pelaksanaan kegiatan sesuai kewenangan masing-masing, serta pastikan seluruh perangkat hingga tingkat RT dan RW berperan aktif mendukung kelancaran pendataan yang sedang berlangsung,” seruan Munafri.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Makassar untuk menerima petugas sensus dengan baik, memberikan data secara jujur dan benar, serta tidak perlu khawatir karena kerahasiaan data yang diberikan akan dijamin oleh negara.

“Terima petugas SE2026, berikan data dengan benar, dan jangan khawatir karena kerahasiaan data masyarakat tetap terjaga,” harapnya.

“Kualitas data yang dihasilkan akan menentukan kualitas kebijakan yang akan kita ambil untuk pembangunan Kota Makassar ke depan,” sambung Munafri, menutup arahan.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, sensus Ekonomi 2026 adalah langkah strategis untuk menghadirkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha, kita dapat mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” singkat Aliyah.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) merupakan amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik sekaligus menjadi program prioritas nasional yang memiliki tingkat kompleksitas paling tinggi dibandingkan sensus sebelumnya.

Menurutnya, berbeda dengan sensus penduduk maupun sensus pertanian yang dilaksanakan secara terpisah, SE2026 mengintegrasikan seluruh aspek pendataan dalam satu pelaksanaan sensus.

“Jika sebelumnya ada sensus penduduk dan sensus pertanian, maka Sensus Ekonomi 2026 menjadi yang paling unik sekaligus paling kompleks karena mencakup seluruh kegiatan ekonomi, penduduk, keluarga, hingga usaha,” ujarnya.

Aryanto menjelaskan, seluruh keluarga, penduduk, pelaku usaha, hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah Indonesia akan menjadi objek pendataan dalam SE2026.

Karena cakupan yang sangat luas tersebut, pemerintah memberikan waktu pelaksanaan selama dua setengah bulan, jauh lebih panjang dibandingkan sensus pada umumnya yang biasanya hanya berlangsung sekitar satu bulan.

Lanjut dia, selama dua setengah bulan petugas akan mencatat seluruh aktivitas ekonomi dan seluruh keluarga yang ada di setiap wilayah secara serentak di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan semua pihak,” katanya.

Aryanto menambahkan, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam perekonomian kawasan timur Indonesia.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian di Pulau Sulawesi.

Ia menyebut kontribusi terbesar terhadap perekonomian Sulawesi Selatan berasal dari Kota Makassar yang mencapai lebih dari 34 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

“Kalau berbicara ekonomi Sulawesi Selatan, maka Kota Makassar memiliki peran yang sangat besar. Lebih dari 34 persen perekonomian Sulawesi Selatan ditopang oleh Kota Makassar,” tuturnya.

“Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Makassar menjadi perhatian khusus bagi kami,” sambung dia.

Menurut Aryanto, posisi Kota Makassar sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, dan hub kawasan timur Indonesia menjadikan kualitas data yang dihasilkan dari kota ini sangat menentukan kualitas data ekonomi Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

Karena itu, ia meminta seluruh petugas sensus untuk menjalankan tugas secara profesional dan memastikan tidak ada satu pun keluarga maupun usaha yang terlewat dalam pendataan.

“Suksesnya sensus ekonomi ada dua indikator utama. Pertama, tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewatkan. Kedua, kualitas data yang dikumpulkan harus terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan pendataan di Kota Makassar, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan sebanyak 934 petugas sensus, jumlah terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Ratusan petugas tersebut akan menjangkau seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk kawasan kepulauan yang menjadi bagian dari wilayah administrasi kota.

“Petugas yang kami kerahkan di Kota Makassar merupakan yang terbanyak di Sulawesi Selatan, yaitu 934 orang,” ungkapnya.

“Mereka akan melakukan pendataan hingga ke seluruh wilayah, termasuk kawasan pulau-pulau. Karena itu kami berharap dukungan penuh dari para camat dan lurah agar proses pendataan berjalan lancar,” lanjut Aryanto.

Dia juga meminta para camat dan lurah sebagai pemangku wilayah untuk membantu mengawal pelaksanaan sensus, memberikan akses kepada petugas, serta mengingatkan apabila ditemukan wilayah yang belum terdata secara lengkap.

Selain itu, Aryanto membuka ruang koordinasi jika terdapat kendala maupun laporan terkait petugas di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh BPS.

“Kami siap melakukan evaluasi apabila ditemukan kendala di lapangan. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh wilayah dapat terdata dengan lengkap dan menghasilkan data berkualitas untuk pembangunan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Aryanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan SE2026.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang hadir langsung memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas sensus.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang luar biasa dari Pemerintah Kota Makassar. Kehadiran Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota memberikan motivasi besar bagi seluruh petugas untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” tutup Aryanto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat APBD 2026, Pemkot Makassar Alokasikan Rp27,2 Miliar untuk Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan dan 45 Ribu Peserta JHT
Resmikan Ponpes Ar-Rayyan, Bupati Syaharuddin: Semakin Kuat Generasi Qur’ani di Bumi Nene Mallomo
Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat
Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Kegiatan SERASI JKN Bersama PWRI, Dorong Perlindungan Kesehatan bagi Purnabakti
Wali Kota Makassar Matangkan Kesiapan IGS Diplomatic Tour 2026 Bersama Forkopimda dan Kemenlu RI
Disdik Makassar Dampingi Wali Kota Pantau Verifikasi SPMB, Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan
Sidrap Kirim 22 Ribu Rak Telur ke Berbagai Daerah, Perkuat Peran sebagai Sentra Produksi Nasional
Sidrap Terbaik Tangani Kemiskinan dan Stunting, Bupati Syaharuddin: Jadikan Motivasi untuk Terus Berprestasi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:22 WITA

Lewat APBD 2026, Pemkot Makassar Alokasikan Rp27,2 Miliar untuk Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan dan 45 Ribu Peserta JHT

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:19 WITA

Resmikan Ponpes Ar-Rayyan, Bupati Syaharuddin: Semakin Kuat Generasi Qur’ani di Bumi Nene Mallomo

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:13 WITA

Wali Kota Munafri Ajak Seluruh Elemen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Tak Boleh Ada yang Terlewat

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:25 WITA

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:34 WITA

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Kegiatan SERASI JKN Bersama PWRI, Dorong Perlindungan Kesehatan bagi Purnabakti

Berita Terbaru