Legislator Perempuan Dari Gowa Bantu Selamatkan Guru Sekolah Yang Dipecat: “Dapat Hak Preroogatif Presiden Prabowo”

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Gowa,-Ada secercah harapan yang datang dari arah tak terduga. Dua guru di Luwu Utara yang sempat viral karena dipecat oleh Dinas Pendidikan —bahkan sempat dipidana hanya karena membantu guru honorer—akhirnya terselamatkan. Bukan oleh sistem yang seharusnya melindungi mereka, bukan pula oleh birokrasi pendidikan yang kaku, tetapi oleh tangan seorang legislator perempuan yang tak ingin berpangku tangan.

Dialah *Andi Tenri Indah*, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan asal Kabupaten Gowa, sekaligus Ketua Komisi yang membidangi pendidikan. Ia turun tangan bukan karena sensasi, melainkan karena hati nurani. Dalam senyap, ia mengetuk banyak pintu, menembus tembok birokrasi, hingga akhirnya membuka jalur komunikasi langsung dengan *Presiden Prabowo Subianto*.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkahnya tidak sederhana. Ia tahu betapa berlapisnya tembok yang memisahkan suara rakyat kecil dengan telinga kekuasaan. Namun keberanian dan ketulusan itulah yang menjadi kunci. Dengan memanfaatkan jalur partai—Gerindra, partai yang kini menjadi penguasa pemerintahan—Tenri Indah memfasilitasi komunikasi agar kasus dua guru itu bisa langsung sampai ke meja Presiden.

Dan hasilnya nyata. Presiden Prabowo Subianto turun tangan. Dua guru yang semula dihukum karena kejujuran akhirnya dibebaskan dari jeratan pidana dan diupayakan untuk dipulihkan martabatnya. Sebuah kisah langka di negeri di mana kebenaran sering kalah oleh kekuasaan, dan kejujuran kerap dipidana oleh sistem yang buta rasa.

Langkah Tenri Indah ini bukan hanya menyelamatkan dua guru. Ia menyelamatkan wajah kemanusiaan di dunia pendidikan yang mulai kehilangan nuraninya. Ia membuktikan bahwa kekuasaan, jika digunakan dengan hati, bisa menjadi jalan penyembuh, bukan alat penindas.

Banyak yang terkejut bagaimana seorang perempuan dari Gowa bisa menembus meja Presiden dalam kasus yang awalnya dianggap kecil oleh banyak pejabat. Tapi begitulah watak kepedulian: ia tak mengenal sekat jabatan, tak menunggu sorotan kamera. Ia lahir dari kesadaran bahwa di balik setiap guru yang dizalimi, ada generasi yang akan kehilangan arah.

Andi Tenri Indah, yang juga dikenal sebagai istri Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, menunjukkan bahwa politik tidak selalu harus keras dan penuh ambisi. Politik bisa lembut, penuh empati, dan berdaya guna bila dijalankan dengan nurani. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak sekadar pelengkap di kursi legislatif, tapi bisa menjadi jembatan penyelamat ketika sistem tak lagi berpihak.

Kasus dua guru di Luwu Utara ini adalah cermin betapa rapuhnya perlindungan terhadap tenaga pendidik di lapangan. Mereka yang tulus membantu justru dikorbankan oleh regulasi yang beku dan kekuasaan yang abai. Namun di sisi lain, kasus ini juga menjadi bukti bahwa masih ada harapan, selama masih ada sosok-sosok seperti Andi Tenri Indah yang berani berjalan melawan arus, bukan demi popularitas, tetapi demi rasa keadilan.

Sejarah kecil ini patut dicatat:
Ketika dua guru kehilangan pekerjaan dan hampir kehilangan masa depan, seorang perempuan dari Gowa hadir bukan membawa slogan, tapi membawa solusi.
Dan ketika negara seolah tuli, ia mengetuk pintu tertinggi—dan pintu itu terbuka.

Sebuah pelajaran berharga bahwa politik dengan hati nurani masih mungkin.
Dan perempuan, dengan keteguhan dan kelembutannya, kadang lebih berani dari seribu lelaki di ruang kekuasaan.

Oleh: (Mustamin Raga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Siap Digelar, Libatkan Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas
Pagi hingga Malam, Bupati Sidrap Susuri Saluran Irigasi di Kecamatan Kulo
Kadiv Humas Polri: Jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Polri Berbasis Riset, Riau Hadirkan Terobosan Green Policing
Hari Anak Nasional, Taruna Ikrar dan Kak Seto Dorong Ekosistem Sehat bagi Tumbuh Kembang Anak Indonesia
Wabup Nurkanaah Serap Strategi Tata Kelola Pemerintahan di Bimtek Aswakada
Sekda Sidrap Hadiri Raker UKPBJ Sulsel, Perkuat Komitmen Transformasi Digital Pengadaan
Kapolres Sidrap Pamit, Bupati Syaha: Terima Kasih Sudah Jaga Sidrap Tetap Kondusif
Bupati Sidrap dan Kakanwil Ditjenpas Sulsel Satukan Komitmen Pembinaan Warga Binaan hingga Reintegrasi Sosial

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:26 WITA

Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Siap Digelar, Libatkan Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:26 WITA

Pagi hingga Malam, Bupati Sidrap Susuri Saluran Irigasi di Kecamatan Kulo

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:04 WITA

Kadiv Humas Polri: Jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Polri Berbasis Riset, Riau Hadirkan Terobosan Green Policing

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:18 WITA

Hari Anak Nasional, Taruna Ikrar dan Kak Seto Dorong Ekosistem Sehat bagi Tumbuh Kembang Anak Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:36 WITA

Wabup Nurkanaah Serap Strategi Tata Kelola Pemerintahan di Bimtek Aswakada

Berita Terbaru