Legislator DPRD Sulsel Asman, Dukung Rumah Sakit Provinsi Jadi Pusat Rujukan Regional, DPRD Sulsel Minta Pemetaan Kebutuhan Menyeluruh

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 10:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar, – DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Provinsi mengembangkan rumah sakit milik daerah menjadi pusat rujukan regional. Penguatan fasilitas, kualitas layanan, hingga sumber daya manusia dinilai sebagai langkah sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan dan pelayanan bagi masyarakat luas.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Asman, mengatakan pengembangan rumah sakit provinsi harus diawali dengan pemetaan mendalam untuk menentukan rumah sakit mana yang paling siap ditingkatkan kapasitasnya. Menurutnya, Dinas Kesehatan bersama manajemen rumah sakit wajib mengidentifikasi secara rinci kebutuhan fasilitas, peralatan medis, tenaga profesional, serta jenis layanan yang masih perlu diperkuat.

Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Sulsel agar rumah sakit milik pemerintah provinsi mampu menjadi tujuan utama rujukan pasien, sehingga masyarakat tidak lagi harus bergantung pada rumah sakit pusat maupun rumah sakit swasta.

Asman mencontohkan hasil kunjungan kerja Komisi E ke Jawa Timur, di mana satu rumah sakit regional mampu melayani rujukan dari delapan kabupaten sekitarnya. Model sistem layanan tersebut dinilai sangat layak dijadikan acuan untuk memperkuat tata kelola kesehatan di Sulawesi Selatan.

“Kita perlu menginventarisasi rumah sakit mana yang paling layak dikembangkan, kemudian memetakan seluruh kebutuhannya agar target menjadikan rumah sakit provinsi sebagai pusat rujukan dapat terwujud,” ujar Asman.

Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar kuat bagi Komisi E untuk memberikan rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi, sekaligus mengawal pemenuhan kebutuhan anggarannya melalui pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

Ia mengakui saat ini masih banyak keluhan masyarakat terkait keterbatasan fasilitas di rumah sakit milik pemerintah provinsi. Akibatnya, pasien kerap dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo maupun rumah sakit swasta karena dinilai memiliki layanan yang lebih lengkap dan memadai.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Sulsel lainnya, Andi Irfan AB, menegaskan bahwa rumah sakit milik Pemerintah Provinsi sudah seharusnya memiliki kapasitas dan kemampuan di atas rumah sakit tingkat kabupaten maupun kota. Rumah sakit provinsi harus berkembang menjadi institusi kesehatan tingkat lanjut yang menjadi pusat rujukan utama di wilayah Sulawesi Selatan.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak harus selalu dilakukan dengan membangun gedung rumah sakit baru. Pemerintah cukup memprioritaskan penguatan dan pembenahan pada rumah sakit yang sudah ada agar mampu memberikan layanan yang lebih lengkap, menyeluruh, dan bermutu tinggi bagi masyarakat.

Selain isu pengembangan rumah sakit, Andi Irfan juga meminta Dinas Kesehatan memberikan penjelasan rinci terkait realisasi anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Tahun 2025. Data ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan penguatan sistem rujukan ke rumah sakit milik pemerintah provinsi dapat berjalan efektif dan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliyah Mustika Ilham Sambut Positif Rangkaian HUT ke-81 RI GPIB Bukit Zaitun
Ducting Sharing Masuk Tahap Pemantapan, Wali Kota Appi Siapkan Skema Investasi dan Perseroda
Perkuat Ekosistem Pemuda, Appi: Kalla Youth Fest 2026, Jadi Ruang Pemberdayaan Anak Muda Makassar
Pemkot Makassar Perkuat Tracing TB di 339 Titik, TPT Kontak Serumah Jadi Perhatian
Kota Makassar Jadi Percontohan Nasional, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Binaan Sadar HAM
Semangat Merah Putih Mulai Dikobarkan, Pemkot Makassar Matangkan HUT Ke-81 RI
Triwulan II 2026, Pendapatan Makassar Capai 49 Persen, Surplus Rp130 Miliar
Appi-Aliyah Kompak Hadiri HUT ke-102 PDAM, Serukan Direksi Perkuat Pelayanan Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:19 WITA

Aliyah Mustika Ilham Sambut Positif Rangkaian HUT ke-81 RI GPIB Bukit Zaitun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Ducting Sharing Masuk Tahap Pemantapan, Wali Kota Appi Siapkan Skema Investasi dan Perseroda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Perkuat Ekosistem Pemuda, Appi: Kalla Youth Fest 2026, Jadi Ruang Pemberdayaan Anak Muda Makassar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:19 WITA

Pemkot Makassar Perkuat Tracing TB di 339 Titik, TPT Kontak Serumah Jadi Perhatian

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:16 WITA

Kota Makassar Jadi Percontohan Nasional, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Binaan Sadar HAM

Berita Terbaru