Kategori: Nasional

  • Tanam Perdana Pisang Cavendish di Lutim, Petani Terharu Terima Bantuan Bibit

    Tanam Perdana Pisang Cavendish di Lutim, Petani Terharu Terima Bantuan Bibit

    JEJAKNEWS.id, Lutim,- Petani di Luwu Timur (Lutim) menyambut baik program budidaya pisang cavendish yang digalakkan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Mereka sangat terharu karena diberikan bantuan bibit komoditi pisang ekspor tersebut.

    Penanaman perdana pisang cavendish dilaksanakan di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Kamis, 4 Januari 2024. Petani pemilik lahan, Hamzah Rullah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan bibit pisang cavendish yang diberikan. Di lahannya, juga ditanam durian, manggis dan mangga.

    “Saya senang sekali karena adanya bantuan ini, harapannya mudah-mudahan bisa berhasil,” ujarnya terharu.

    Petani lainnya, Dita Hermawaty, mengapresiasi program ini. Di kebunnya juga akan ditanami pisang cavendish.

    “Ini jangan hanya sampai di sini, pokoknya kita harus kerja terus sampai menghasilkan. Supaya juga bisa seperti keinginan Pak Gubernur,” tuturnya.

    Muhammad Abdul Azis, yang juga merupakan petani di Lutim menerima program dengan baik. Ia bersedia menanam di lahannya yang belum termanfaatkan.

    Diketahui, Budidaya Pisang Cavendish terus digalakkan secara masif, utamanya memasuki tahun 2024.

    “Daerah Luwu Timur ini sangat subur, selain sebagai daerah penghasil tambang yang sangat besar di Sorowako. Daerah ini punya potensi yang luar biasa, kelautannya, pertanian, perkebunan dan peternakan luar biasa,” kata Bahtiar.

    Luwu Timur yang merupakan daerah paling Utara di Sulsel dan terjauh dari Kota Makassar juga menjadi daerah untuk digerakkan untuk budidaya pisang Cavendish.

    Ketua DPRD Luwu Timur, Aripin, mengapresiasi kehadiran Pj Gubernur di Lutim untuk penanaman perdana ini. Ia menilai program ini sangat bagus dan akan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Semoga ini berkembang dengan baik,” harapnya.

  • Anggota DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir Pastikan Perbaikan Jalan di Kelurahan Kaluku Bodoa Dimulai Tahun Ini 2024

    Anggota DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir Pastikan Perbaikan Jalan di Kelurahan Kaluku Bodoa Dimulai Tahun Ini 2024

    JEJAKNEWS.id, Makassar,-Anggota DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir melaksanakan kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis, 4 Januari 2024.

    Pada kesempatan itu, Wahab Tahir memastikan perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, akan dikerjakan tahun ini.

    Ia pun mengaku, fokus dari Kundapil pihaknya ini yakni pada perbaikan infrastruktur yang ada di beberapa titik di Kelurahan Kaluku Bodoa, seperti jalanan dan saluran drainase.

    “Tahun ini kelurahan kaluku bodoa akan mendapat bantuan dana perbaikan jalan dan drainase lewat Dinas PU,” ujar Wahab Tahir.

    Pada saat meninjau langsung lokasi wilayah tersebut, Wahab Tahir bersama unsur Tripilar mengaku ada tujuh titik di Kaluku Bodoa yang bakal mendapat perbaikan.

    “Ada sekitar tujuh titik nanti di Kelurahan Kaluku Bodoa yang dikerjakan,” ungkapnya.

    Sementara untuk anggaran perbaikan, legislator Partai Golkar Makassar ini membeberkan kurang lebih ada Rp2 miliar yang akan digelontorkan pemerintah kota Makassar.

    “Pagu anggarannya itu kurang lebih dua miliar akan masuk, jadi nanti di mohon kepada warga untuk turut serta membantu,” ungkap Wahab.

    “Karena kalau ada hambatan maka yang rugi masyarakat sendiri, anggaran ini adalah punya rakyat jadi semua harus turut serta dalam mengawal ini,” sambungnya.

    Oleh karena itu, Wahab Tahir berharap Pemkot Makassar bisa segera merealisasikan perbaikan drainase di Kelurahan Kaluku Bodoa.

    Ia juga meminta agar masyarakat bisa langsung melaporkan jika ada saluran drainase yang butuh rehabilitasi dengan berkoordinasi ke pemerintah kelurahan terkait titik- titik yang butuh penanganan.

    “Tugas saya sebagai anggota DPRD mendatangkan dana bantuan itu untuk membantu rakyat,” ujarnya.

  • Pj Sekda Sulsel Jadi Pembina Apel Perdana di Tahun 2024, Ini Pesannya

    Pj Sekda Sulsel Jadi Pembina Apel Perdana di Tahun 2024, Ini Pesannya

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad, menjadi pembina Apel pagi di Lingkup Pemprov Sulsel di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 2 Januari 2024.

    Apel pagi ini merupakan pertama kali dalam tahun 2024 ini, yang diamanahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.

    Di kesempatan itu, Arsjad menyampaikan sejumlah capaian Pemprov Sulsel di tahun 2023. “Tentu kita sudah meninggalkan tahun 2023 dengan sederet catatan dan peristiwa baik sejumlah pencapaian yang telah kita raih bersama. Harus diakui, bahwa tidak sedikit tantangan dan hambatan yang menjadi tantangan kita harus perbaiki di tahun 2024,” ungkapnya.

    Bahkan angka inflasi Sulsel lebih rendah dibandingkan Nasional. “Inflasi YoY bulan November 2023 sebesar 2,79 persen lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 2,86 persen. Inflasi di Sulsel bulan November 2023 juga sesuai target nasional 3 ± 1 persen,” ungkapnya.

    Secara umum, kata dia, penyelenggaran pemerintahan di Sulsel dari segi indikator makro, menunjukkan capaian yang cukup impresif. Terlihat dari sejumlah indikator makro.

    “Beberapa diantaranya, dari segi inflasi,
    pertama dari segi inflasi, Inflasi (YoY) bulan November 2023 sebesar 2,79 persen lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 2,86 persen. Pertama kali dibawah nasional dalam lima tahun terakhir. Tantangan kita lebih berat, karena Nasional menargetkan inflasi 2,5 persen. Jadi ini butuh perhatian kita semua,” pungkasnya.

    Dalam hal kemiskinan ekstrem, Sulsel juga berada dibawah Nasional. “Kemiskinan ekstrem per November 2023 cukup baik, Nasipnal 1,12 persen, sementara kita (Sulsel) 1,0 persen. Artinya cukup baik kerja-kerja kita selama ini. Tapi jangan cepat puas, Nasional berharap 0 persen. Olehnya itu, kita harus memassifkan kerja-kerja kita,” pungkasnya.

    Sama halnya angka pengangguran, mulai turun. Tahun 2022, Angka pengangguran 4,51 Persen dan tahun 2023 berada di angka 4,33 persen.

    “Kita optimistis di tahun ini, angka pengangguran bisa lebih berkurang. Terutama adanya program prioritas Bapak Penjabat Gubernur yang tentu kita berharap bisa membuka lapangan kerja baru dan potensi peningkatan pendapatan masyarakat melalui skema pengembangan ekonomi horti, terutama pada komoditi pisang,” jelasnya.

    Kemudian, kata Muhammad Arsjad, juga dilihat dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel yang tadinya 73,97 persen, sekarang di angka 74,60 persen. IPM ini menunjukan kualitas sumber daya manusia, yang diukur dari pendidikan, kesehatan, dan pendapatan perkapitanya.

    Lebih lanjut, dirinya menyampaikan pesan dari Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin kepada para pegawai lingkup Pemprov Sulsel.

    “Pertama dari sisi politik pemerintahan, tahun ini akan diagendakan Pemilu dan Pilkada. Kita sudah menyampaikan komitmen netralitas,” imbuhnya.

    “Kedua, alhamdulillah, dari sisi pendapatan, menunjukkan kenaikan signifikan. Pertumbuhan pendapatan kita 5,5 persen. Dari Rp8,9 Triliun menjadi Rp 9,5 Triliun. Ini bukan hanya kerja Bapenda, tapi kerja semua yang punya target pendapatan,” bebernya.

    Tak luput, Arsjad menyampaikan kabar baik bagi ASN, dimana tahun 2024 akan diterapkan skema peningkatan TPP.

    “Jadi ini bagian apresiasi pimpinan kepada kita semua. Kita mengingatkan bagaimana menjadi teladan, meningkatkan kedisiplinan dan memberikan contoh baik dalam penegakan disiplin, kinerja, dan sebagainya. Kita berharap dengan kebijakan TPP ini, maka kinerja dan inovasi bisa lebih meningkat,” imbuhnya.

    Ia pun mengingatkan agar OPD untuk memperhatikan program strategis Pj Gubernur Sulsel. “Kita berharap tahun 2024 lembaran baru dibuka dan diisi dengan hal-hal baik yang bisa berefek untuk masyarakat dan membuat Sulsel jauh lebih baik ke depan,” tutupnya. (*)

  • Kerukunan Keluarga Luwu Raya Undang Pj Gubernur Bahtiar Beri Ceramah Soal Sejarah Sulsel

    Kerukunan Keluarga Luwu Raya Undang Pj Gubernur Bahtiar Beri Ceramah Soal Sejarah Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel, Hasbi Syamsu, mengakui kedalaman pemahaman Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin soal sejarah Sulsel. Ia menilai, pemahaman Bahtiar mengenai sejarah, baik sejarah lokal di Sulsel, nasional maupun sejarah dunia sangat luar biasa.

    “Terimakasih banyak sekali Pak Gubernur, kami betul-betul dapat pencerahan soal sejarah Sulsel, apalagi sejarah nasional dan bahkan dunia,” kata Hasbi di Ruang Kerja Gubernur Sulsel, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 2 Januari 2024.

    Untuk itu, Hasbi mengundang Pj Gubernur Sulsel bisa hadir dalam acara ramah tamah perayaan Hari Perlawanan Rakyat Luwu Raya, yang akan dilaksanakan Sabtu malam, 13 Januari 2024. Bahkan ia berharap, Pj Gubernur Sulsel memberikan sedikit ceramah soal sejarah Sulsel kepada seluruh hadirin dalam acara tersebut.

    “Kami mengundang Bapak Gubernur untuk hadir dalam acara ramah tamah itu. Kami berharap Bapak Gubernur bisa menyampaikan sedikit soal sejarah Sulsel di sana nantinya,” harapnya.

    Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan ramah tamah tersebut dirangkaikan dengan senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis di hari Minggu pagi, 14 Januari 2024, di Car Free Day Jl. Sudirman Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lainnya di Luwu Timur, 23 Januari 2024.

    Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengaku, masyarakat Sulsel ini adalah yang paling setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan hal tersebut sudah tidak diragukan lagi sampai saat ini.

    “Betapa orang Luwu, Sulawesi Selatan ini setia pada NKRI ini. Karena pada saat itu Belanda tidak terima Indonesia merdeka, dan gerakan propaganda Belanda sampai di PBB menyampaikan bahwa Indonesia belum merdeka,” ujar Bahtiar.

    Namun, saat itu Indonesia dengan modal Radio Republik Indonesia (RRI) saat ini juga melakukan gerakan propaganda melalui udara dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menyampaikan bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang.

    “Saat itu radio kita terus melakukan gerakan propaganda melalui udara,” tuturnya.

    Bahtiar mengaku cukup memahami bagaimana soal sejarah perlawanan, karena sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 disusun, ia sudah mengumpulkan sejarahwan di Indonesia untuk membahas soal perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah.

    “Saya tahu betul hari perlawanan, karena saya yang menyusun Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia,” bebernya.

    Untuk itu, Bahtiar menyarankan agar KKLR Luwu Raya melakukan pembedahan terkait sejarah di Sulsel. Kenapa sejak dulu masyarakat Sulawesi Selatan banyak keluar ke berbagai daerah, bahkan mancanegara.

    “Sejak dulu masyarakat Sulawesi Selatan yang keluar dari kampung. Karena pada saat itu kampung tidak aman. Jadi ini tugasnya KKLR Luwu Raya untuk mencari keluarganya di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya.

    Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Panitia Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) Asri Tadda, Abdul Thalib Mustafa, Baharuddin Solongi, Hamzah Jalante, Mustagfir Ali. Kemudian, Syahruddin Hamun, Subiati Hamzah Jalante, Helmy Kasim, Nurliati, Ernawati, Evi Arifin dan Ishak Iskandar. (*)

  • Bersama Kapolda Sulsel yang Baru, Pj Gubernur Dukung UIN Alauddin Ciptakan SDM Berkualitas

    Bersama Kapolda Sulsel yang Baru, Pj Gubernur Dukung UIN Alauddin Ciptakan SDM Berkualitas

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, melakukan kunjungan ke Kampus UIN Alauddin Makassar, di Samata, Kabupaten Gowa, Rabu, 27 Desember 2023.

    “Bapak Bahtiar Baharuddin ini kunjungan ketiga beliau di UIN Alauddin, terima kasih. Dan yang terhormat Bapak Kapolda Irjen Pol Andi Rian Djajadi, selamat datang di UIN Alauddin Makassar yang sering disebut sebagai Kampus Peradaban,” kata Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis.

    Sedangkan Bahtiar Baharuddin menyampaikan, ia hadir untuk mendampingi Kapolda yang baru untuk memperkenalkan diri sebagai bentuk sikap budaya Sipakaraja, artinya tindakan untuk memperlakukan seseorang dengan penuh hormat. Serta sipakalebbi atau merupakan saling memuliakan atau menghargai.

    “Sebuah kehormatan, beliau selain sebagai seorang jenderal polisi, beliau adalah putra daerah Sulsel. Jadi kita harus jaga beliau, ini kebanggaan, sekaligus amanah yang tidak mudah bagi beliau,” kata Bahtiar.

    Selanjutnya, ia menyampaikan, sama dengan Pemprov Sulsel, Polda Sulsel, dan UIN Alauddin menjadi bagian terpenting dalam bersinergi. Ia meminta UIN Alauddin untuk membantu menciptakan keamanan dan ketertiban umum di wilayah Sulsel yang akan dipimpin oleh Kapolda Sulsel.

    Tidak kalah pentingnya, ia percaya bahwa Sulsel akan maju jika didukung dengan SDM yang baik. Kampus dapat menghasilkan SDM yang baik, seperti halnya UIN Alauddin. Ia juga berharap rakyat atau mahasiswa memiliki pendidikan politik beradab.

    Adapun Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan harapannya untuk kemajuan Sulsel.

    “Saya meminta dukungan agar seperti yang diharapkan gubernur bisa menciptakan manusia dengan SDM berkualitas dan kampus UIN yang excellent,” ujarnya.

    Pada kesempatan ini juga dibuka forum diskusi bersama para dekan dan dosen. Pihak kampus UIN menyatakan, Pemprov salah satu pemberi hibah terbesar.

  • Diwawancarai Siswa Taruna Nusantara, Pj Gubernur Sulsel Jawab Lugas Hingga Beri Motivasi

    Diwawancarai Siswa Taruna Nusantara, Pj Gubernur Sulsel Jawab Lugas Hingga Beri Motivasi

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menerima audiensi siswa Taruna Nusantara, di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 27 Desember 2023. Mereka datang dalam tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia, untuk mewawancarai tokoh nasional yang ada di Sulsel, daerah asal para siswa Taruna Nusantara.

    Bahtiar dipilih selain sebagai Pj Gubernur Sulsel, karena juga merupakan pejabat pemerintah pusat. Delapan siswa yang bertanya ibarat host pemandu acara talkshow, secara berganti melontarkan pertanyaan.

    Adapun sederet pertanyaan yang disampaikan, antara lain bagaimana memimpin anggota dalam mendukung program-program untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar, ketika ada masalah besar atau situasi sulit, bagaimana cara untuk mengambil keputusan yang tepat dengan cepat, serta motivasi apa yang dipegang dalam menempuh perjalanan dan berjuang dalam meraih kesuksesan dan menjadi seorang pemimpin

    Adapula yang menanyakan suka duka atau hal yang paling berkesan dalam menjalani karier dari menjadi pegawai negeri hingga sekarang menjabat sebagai Gubernur Sulsel.

    Selain itu, bagaimana cara dalam mengatur antara pekerjaan sebagai gubernur dan kehidupan pribadi, adakah cita-cita atau harapan yang belum terwujudkan hingga saat ini, bagaimana membangun hubungan yang kuat serta berkomunikasi efektif dan saling percaya dengan pegawai Pemprov maupun masyarakat.

    Menjawab pertanyaan para siswa Taruna Nusantara, Bahtiar memberikan jawaban dengan lugas dan mudah dipahami.

    “Kami setahun ini, kita arahkan ke hal-hal yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sulsel ini potensinya ada di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan. Ini potensi kita, kita luas sekali, dan memang masyarakat kita sebagian besar bekerja di situ,” kata Bahtiar, menjawab salah satu pertanyaan siswa yang mewawancarainya.

    Dalam pertemuan tersebut, Bahtiar juga memberikan motivasi, khususnya kepada para generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

    “Kalau bekerja ikhlas, dan tetap selalu rendah hati apapun capaiannya dan selalu upayakan terbaik, baik di sekolah. Lakukan sesuatu dengan ikhlas, jangan karena mau dipuji atau mendapatkan penghargaan,” pesan Bahtiar.

    Usai pertemuan, salah satu siswa Taruna Nusantara, Ahmad Syahrul, mengatakan, pertemuannya dengan Gubernur Sulsel merupakan tugas khusus SMA Taruna Nusantara di bidang mata pelajaran Bahasa Indonesia, untuk melakukan audiensi dan mewawancarai tokoh nasional.

    “Memilih beliau sebagai pemimpin bangsa yang ada di Sulsel, untuk sekaligus memberikan motivasi dan arahan yang dapat bermanfaat bagi kami, para siswa Taruna Nusantara,” ujarnya.

    Siswa lainnya, Datu Naugi mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dan manfaat dari yang telah disampaikan Bahtiar Baharuddin.

    “Akan saya terapkan dan sebagai bekal di masa depan, ini paling teringat dan berkesan, cara membagi waktu dari Pak Gubernur,” kata Datu.

  • Haji Amir Bandu, Penerima Penghargaan Pj Gubernur Sulsel Karena Hibahkan 5 Hektar Lahan untuk Pos TNI AL

    Haji Amir Bandu, Penerima Penghargaan Pj Gubernur Sulsel Karena Hibahkan 5 Hektar Lahan untuk Pos TNI AL

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memberikan penghargaan kepada Haji Amir Bandu, warga Kabupaten Bone yang mengibahkan tanah miliknya kepada Lantamal VI Makassar.

    Pemberian penghargaan ini dilaksanakan pada kegiatan Silaturahmi dan Menjalin Sinergitas Bersama Forkopimda, Lintas Sektor dan Stakeholder Terkait, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 27 Desember 2023.

    Lahan seluas 5 hektar yang dihibahkan Haji Amir Bandu terletak di Dusun Mattiro Walie, Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan Pos Angkatan Laut, demi keamanan laut Sulsel, khususnya di wilayah Teluk Bone.

    Hibah ini setelah Pj Gubernur Bahtiar melakukan komunikasi dan pendekatan dengan Amir Bandu. Warga pemberi hibah asal Bajoe, Amir Bandu, sangat terharu usai menerima penghargaan.

    “Memang seharusnya kita harus membantu negara, karena kita ini dibesarkan oleh negara. Jadi kita mencari nafkah di negara kita, berarti sudah seharusnya. Siapa yang mau membangun negara kita,” kata Amir Bandu, dengan mata berkaca-kaca.

    Baginya, harta adalah amanah Tuhan yang dijaga dan harus siap dikembalikan atau diserahkan.

    “Itu milik Allah, cuma saya menjaga saja. Jadi kembali ke pemiliknya. Kita bisa membantu, biasanya negara membantu kita, ini satu kesempatan diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Taala, bisa membantu negara,” kata pria tamatan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) ini.

    Haji Amir Bandu memiliki lima orang anak dan sehari-harinya aktif mengurus keagamaan, pesantren dan anak yatim.

    Bahtiar Baharuddin dan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan terima kasih kepada Haji Amir Bandu yang telah mengikhlaskan lahannya untuk negara.

    “Hari ini ditengah kita ada Bapak yang namanya Haji Amir Bandu, silahkan berdiri. Ternyata orang Sulsel ini banyak yang mau serahkan hartanya untuk negara,” ucap Bahtiar sambil disambut tepuk tangan.

    “Kita pengen banyak orang seperti Haji Bandu di Sulawesi Selatan. Mau berkorban kepada negara.” Tambahnya.

    Sedangkan Ina Kartika, mewakili DPRD Sulsel pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Haji Amir Bandu. “Mewakili masyarakat Sulsel sungguh luar biasa yang Bapak berikan kepada kita di Sulsel,” ucapnya.

    Adapun Pj Bupati Bone, A Islamuddin, berharap dengan hadirnya posal ini akan menambah lagi pertumbuhan Kabupaten Bone. Apalagi ada program besar Gubernur Sulsel untuk mencoba memfungsikan Pelabuhan Pattiro Bajo.

    Sebelumnya, Pj Gubernur bersama Asrena Lantamal VI Makassar Kolonel Laut Yusup Yanto, dan Pj Bupati Bone melakukan peninjauan lahan untuk pendirian Pos Angkatan Laut (Posal) di Dusun Ujung Pattiro, Kampung Borong Kalukue, Desa Pattirosompe, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Minggu, 26 November 2023 lalu.

  • Sowan ke AGH Farid Wajdi di Barru, Pj Gubernur Diberi Songkok Produksi Ponpes

    Sowan ke AGH Farid Wajdi di Barru, Pj Gubernur Diberi Songkok Produksi Ponpes

    JEJAKNEWS.id, Barru, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Da`wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Kampus II Putra Tonrongnge, Kiru-Kiru, Soppeng Riaja, Barru, Rabu, 27 Desember 2023.

    Sowan ini dalam rangka silaturahmi Forkopimda Sulsel dengan Pemerintah Daerah, Forkopimda, Forkopimcam dan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso.

    Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso, Anregurutta (AGH) Farid Wajdi Lc MA memberikan dan memasangkan songkok atau kopiah kepada Pj Gubernur yang merupakan produksi dari pesantren ini dengan nama Songkok Nasional Attaawun DDI Mangkoso.

    Bahtiar menyebutkan, gelar Anregurutta atau Anrogurunta adalah gelar di Sulsel, yang tidak dipakai secara umum. Melainkan pengakuan yang timbul dari masyarakat, atas ketinggian ilmu, pengabdian dan jasanya dalam dakwah keislaman.

    “Bukan gelar sembarang kepada seseorang, merupakan jabatan sosial tertinggi di Sulsel untuk bidang keagamaan. Orang yang diberikan gelar oleh masyarakat, adalah orang yang antara perkataan, perbuatan, kepribadiannya secara sosial, seluruhnya bertahun-tahun teruji,” sebutnya.

    Ia menyebutkan, salah seorang Pendiri Ponpes As’adiyah, Anregurutta Al-Alim al-Allamah al-Haj Muhammad As’ad al-Buqisy (Puang Aji Sade’) diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

    “Di situlah pusat candradimuka, pusat pengembangan peradaban Islam di Wilayah Indonesia Timur dari Sengkang (Kabupaten Wajo),” jelasnya.

    Di pesantren ini juga hadir Bupati Barru, Suardi Saleh. Mereka melakukan penanaman pisang cavendish. Pj gubernur juga menyerahkan bibit timun ke pesantren dan bibit cabai ke bupati.

  • Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso Dukung Budidaya Pisang Cavendish, Sejalan Program Pesantren

    Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso Dukung Budidaya Pisang Cavendish, Sejalan Program Pesantren

    JEJAKNEWS.id, Barru, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, sangat antusias menyukseskan program katahanan pangan penanaman pisang Cavendish. Rabu, 27 Desember 2023, bersama Bupati Barru, Suardi Saleh serta Darul Da`wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Anregurutta (AGH) Farid Wajdi di Kampus II Putra Tonrongnge, Kiru-Kiru, Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dilakukan penanaman pisang komoditi ekspor tersebut.

    AGH Farid Wajdi mengatakan, program budidaya hortikultura ini sejalan dengan pengembangan awal pesantren di Kampus II ini. Tidak cukup hanya dengan perluasan kampus, tetapi dengan pengembangan ekonominya sesuai dengan daerah yang ada. Maka muncullah ide untuk pengembangan agrobisnis.

    “Jadi memang sudah ada pemikiran dengan agrobisnis. Dengan kedatangan Bapak Gubernur, kita saksikan ini memang masuk dalam program pondok pesantren kita,” kata Farid Wajdi.

    “Masya Allah ini suatu penghargaan yang tinggi buat pondok pesantren kita dengan adanya program budidaya ini, yang pas dengan program kita,” imbuhnya.

    Selain agrobisnis, juga pengembangannya terkait agrowisata, demikian juga wisata religi.

    Sedangkan Bupati Barru, Suardi Saleh mengatakan, program ini bisa mewujudkan kemandirian pesantren. Sedangkan dalam skala lebih besar bisa mendorong perekonomian di Barru.

    Ia menyampaikan, lahan yang bisa ditanami di Kabupaten Barru saat ini tersedia 500 hektar. Selanjutnya, bahwa melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendapatkan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial (SK hijau). Terdapat sebanyak 3.213 bidang tanah atau kurang lebih 2.210 hektar. Ia berharap dengan diterimanya surat keputusan ini, masyarakat dapat melakukan pemanfaatan dengan baik.

    “Ini bisa dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat kita, mungkin bantuan bibit yang sesuai,” ungkapnya.

    Sedangkan, Bahtiar menyampaikan dengan seyakin-yakinnya, bahwa ketika Anregurutta memprogramkan tanaman budidaya, termasuk untuk pisang, pasti telah dipertimbangkan hakikat, filosofi dan pertimbangan teologi keagamaannya. Bahwa pisang salah satu buah yang disebutkan di Al-Qur’an ada di surga.

    Selain itu, Bahtiar berujar tanaman ini bernilai ekonomis tinggi. “Tanaman ini bukan sekedar tanam, tetapi memiliki nilai ekonomi yang tidak diproduksi oleh negara lain,” jelasnya.

    Selanjutnya, untuk pesantren ini, akan diberikan juga 1.000 pohon sukun. Demikian juga dengan nangka madu.

    “Ini namanya di sini bakara’, orang Eropa bilang breadfruit atau buah roti, dia memang seperti roti kalau sudah dikukus, dan hampir tidak ada issue kesehatan, sama yang kita tanam tadi pisang,” ungkapnya.

    Ia juga mendorong masyarakat Sulsel hidup sehat dengan menanam sayur-sayuran.

    Sekedar informasi, terdapat 4.000 santri yang sedang menempuh pendidikan di pesantren ini, dan khusus di kampus II ini sebanyak 1.400 santri.

  • Pemkot Makassar Gelar Family Gathering, Danny: Pencapaian di 2023 Kerja Keras Kita Semua

    Pemkot Makassar Gelar Family Gathering, Danny: Pencapaian di 2023 Kerja Keras Kita Semua

    JEJAKNEWS.id, Makassar,— Menuju akhir tahun 2023, Pemerintah Kota Makassar menggelar Family Gathering di Tokka Tena Rata, Minggu (24/12/2023).

    Seluruh OPD dan Perusda hadir memboyong pegawainya. Family Gathering ini dilakukan tidak hanya untuk mengeratkan tali silaturahmi antar pegawai saja namun untuk membentuk satu kesatuan keluarga yang kompak.

    Hal itu disebutkan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto saat memberikan sambutannya di hadapan seluruh hadirin.

    “Family Gathering ini menjadikan kita satu keluarga bukan sekedar satu team atau satuan kerja saja. Dengan begitu maka team work akan lebih mudah kita bangun sama-sama karena kita adalah satu keluarga,” ucapnya.

    Hal itu dirasakan karena peran-peran OPD membawa Kota Makassar memiliki posisi yang diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.

    Danny Pomanto menceritakan salah satu contohnya ketika dirinya selalu mendapatkan banyak undangan untuk menjadi pembicara di event bergengsi internasional.

    Itu menjadi tanda Kota Makassar mendapat tempat sejajar dengan kota-kota maju yang ada di dunia.

    “Contohnya kita diundang pembicara utama di event nasional dan internasional yang bergengsi. Malah kadang menolak, seperti bulan-bulan September, Oktober dan November kami dapat puluhan permintaan. Saya membagi ke teman-teman OPD karena saya tidak bisa menghadiri semuanya,” ungkapnya.

    Dia juga menyebutkan kalau keberhasilan tersebut bukan persoalan Danny Pomanto tapi hasil dari kerja keras seluruh OPD.

    “Tujuan kita bukan itu. Kita tidak butuh pujian tapi kita butuh bagaimana masyarakat dapat merasakan hasil dari apa yang kita kerjakan,” sebutnya.

    Karenanya, pada kesempatan itu pula Danny menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja-kerja OPD yang luar biasa di tengah-tengah ketidaksempurnaan Pemerintah Kota Makassar.

    “Ini bagian dari evaluasi kita di akhir 2023. Sebentar lagi tahun 2024 banyak hal yang harus ditingkatkan dan diperbaiki lagi. Mari menyongsong dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.