Wali Kota Munafri Tegaskan Tak Ada Larangan Takbiran, Hanya Konvoi dan Petasan yang Dilarang

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menggelar takbiran.

Justru, Pemerintah kota memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga untuk mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar dan ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah sebagai rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Jalan Masjid Raya, Selasa (17/3/2026).

“Saya perlu sampaikan disini bahwa, tidak ada larangan takbiran, silahkan masyarakat lakukan takbiran sambut idul fitri di wilayah masing-masing kecamatan,” jelas Munafri dihadapan jamaah.

“Karena yang dilarang adalah konvoi, bunyi petasan/mercon mengganggu keemana dan ketertiban umum. Jadi, bukan larangan takbiran,” lanjut Appi meluruskan informasi beredar luas.

Dalam kesempatan itu, Munafri kembali menekankan bahwa pelaksanaan malam takbiran tetap diperbolehkan dan menjadi bagian dari syiar Islam yang patut dijaga.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan konvoi berlebihan di jalan raya yang disertai penggunaan petasan atau mercon, karena berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan bersama.

Appi mengingatkan bahwa euforia yang berlebihan, khususnya dalam bentuk konvoi di jalan raya yang disertai penggunaan petasan atau mercon, tidak diperkenankan.

Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengusik ketenangan dan kenyamanan masyarakat secara umum.

“Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak berkonvoi dan tidak menyalakan petasan pada saat malam takbiran. Ini euforia yang berlebihan dan berpotensi menghilangkan esensi malam takbiran itu sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengaturan yang lebih kondusif, masyarakat diimbau untuk memusatkan kegiatan takbiran di wilayah masing-masing, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Lanjut Appi, pelaksanaannya diharapkan dilakukan berkeliling di lingkungan masing-masing, seperti di masjid atau wilayah setempat, tanpa harus turun ke jalan melakukan konvoi.

“Silakan melakukan takbir di wilayah masing-masing wilayah Kecamatan. Tidak pernah ada yang melarang untuk takbiran, tapi yang dilarang adalah konvoi dan bermain petasan pada malam Lebaran,” tegas Wali Kota mengulang pesan tersebut.

Dengan demikian, suasana kebersamaan dan kekhidmatan tetap terjaga tanpa harus mengorbankan aspek keamanan dan ketertiban kota.

Pemerintah Kota Makassar pun berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga suasana malam takbiran yang aman, tertib, dan penuh makna, sehingga momen kemenangan Idulfitri benar-benar dirasakan dengan penuh kedamaian oleh seluruh warga.

Ia pun kembali mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan konvoi berlebihan di seluruh wilayah Kota Makassar karena dapat mengganggu ketertiban umum.

“Lewat kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh jamaah dan masyarakat umum untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan meningkatkan amal ibadah. Serta menjaga ketertiban umum di malam tahun baru,” ajakan orang nomor satu Kota Makassar itu.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dan ulama dalam memperkuat proses pembangunan di Kota Makassar, sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan sosial yang solid di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama menjelang akhir bulan suci Ramadan.

Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menilai, masjid merupakan sarana yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kegiatan di masjid ini sangat ampuh untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Munafri menjelaskan, Safari Ramadan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh jajaran SKPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang hadir langsung di setiap kecamatan, khususnya di masjid-masjid, untuk bertemu dan bertatap muka dengan masyarakat.

“Kegiatan Safari Ramadan ini merupakan bagian dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar,” tuturnya.

“Kami bersama segenap SKPD hadir di setiap kecamatan, di masjid-masjid setiap kecamatan untuk bertemu dan bertatap langsung dengan masyarakat yang ada di wilayahnya,” sambung Appi.

Dia menambahkan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat memiliki tujuan penting untuk membangun ikatan yang kuat antara pemerintah dan warga.

” Seperti halnya malam hari ini, kami hadir di Masjid Raya sebagai bagian dari kegiatan pemerintah. Kenapa ini dilakukan? Karena ini sangat penting, antara pemerintah dan masyarakat itu harus punya ikatan yang baik,” lanjutnya.

Menurut Munafri, keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat.

Tanpa adanya keterlibatan dan partisipasi aktif warga, berbagai program dan rencana pembangunan tidak akan berjalan maksimal.

Segala program yang dilakukan oleh pemerintah, ketika tidak tersupport dengan baik oleh masyarakat, tentu tidak akan maksimal.

“Demikian pula sebaliknya, segala keinginan dan kegiatan masyarakat membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Makassar Tegas: Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks
Saksikan Peresmian KDKMP oleh Presiden Prabowo, Bupati Sidrap Tegaskan Dukungan Penuh
Munafri Paparkan Peran Makassar Creative Hub sebagai Penguat Ekosistem Industri Kreatif di MIWF 2026
MIWF 2026 Resmi Dibuka, Duta Besar dan Komunitas Global Hadir, Munafri Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Kreatif
Setiba Dari Jakarta, Bupati Syahar Meninjau Langsung Banjir Amparita
Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai
Pemkot Makassar Tertibkan 178 Lapak PKL di Mariso, Utamakan Pendekatan Humanis
Lobi ke Pusat Demi Petani, Bupati Sidrap Temui Menteri PPN Bahas Jalan hingga Irigasi

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pemkot Makassar Tegas: Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:50 WITA

Saksikan Peresmian KDKMP oleh Presiden Prabowo, Bupati Sidrap Tegaskan Dukungan Penuh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:52 WITA

Munafri Paparkan Peran Makassar Creative Hub sebagai Penguat Ekosistem Industri Kreatif di MIWF 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:43 WITA

MIWF 2026 Resmi Dibuka, Duta Besar dan Komunitas Global Hadir, Munafri Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Kreatif

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:21 WITA

Setiba Dari Jakarta, Bupati Syahar Meninjau Langsung Banjir Amparita

Berita Terbaru