Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makasssar, — Di bawah langit ikonik Lapangan Karebosi Makassar, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasukan Paskibraka sukses menjalankan tugas paling sakral, mengibarkan Sang Merah Putih berkibar di angkasa, pada pukul 07.20 WITA.

Sebanyak 70 anggota Paskibraka itu, tergabung dalam “TIM NARYA”, dipercaya menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada upacara pagi, Senin (17/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan langkah tegap, gerakan presisi, serta kekompakan yang terjaga, mereka tampil membawa semangat generasi muda dalam menjaga kehormatan Merah Putih.

Atraksi diberi nama “TIM NARYA” bukan sekadar rangkaian gerakan baris-berbaris, tahun 2026 ini, pasukan pengibar bendera menghadirkan formasi “BENTENG fort ROTTERDAM”, sebuah formasi yang dibuat menyerupai seekor penyu yang merayap menuju laut.

Formasi tersebut menyimpan makna yang erat dengan identitas masyarakat Sulawesi Selatan, dimana filosofi “Penyu” yang bergerak menuju laut menjadi simbol jiwa bahari masyarakat Sulawesi Selatan yang tangguh, berani mengarungi samudra, serta memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dan menatap masa depan.

Di balik keberanian mengarungi luasnya lautan, terdapat pesan penting untuk tetap memiliki akar yang kuat pada bumi pertiwi, makna tersebut menjadi gambaran karakter bangsa Indonesia yang mampu menjelajah, berkembang, dan menghadapi dunia, tetapi tidak pernah kehilangan jati diri, sejarah, serta tanah tempat berpijak.

Pesan itulah yang diterjemahkan TIM NARYA melalui setiap gerakan. Formasi Benteng Rotterdam tidak hanya menjadi pertunjukan visual di hadapan peserta upacara, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan terhadap sejarah dan budaya Sulawesi Selatan yang memiliki hubungan kuat dengan dunia maritim.

Dalam formasi pengibaran Sang Merah Putih tersebut, Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Farel Noviantoro, siswa SMA Negeri 21 Makassar.

Sementara posisi Pembawa Baki dipercayakan kepada Stevani Ayu Supriyadi, siswi SMK SMTI Makassar. Ia menjadi salah satu sosok penting dalam rangkaian prosesi pengibaran, membawa baki yang menjadi bagian dari prosesi penyerahan Sang Merah Putih.

Untuk posisi Cadangan Pembawa Baki, tugas tersebut dipercayakan kepada Ariqah Anala Salsabila dari SMA Negeri 8 Makassar.
Selanjutnya, posisi Komandan Kelompok 8 diemban oleh Aditya Ardhani, siswa SMA Negeri 16 Makassar.

Kehadirannya menjadi bagian penting dalam menjaga komando, ritme, serta ketepatan gerakan pasukan selama prosesi berlangsung.

Tugas sebagai Pembentang Bendera dipercayakan kepada Muhammad Rindra Adya Pratama dari MA Negeri 2 Makassar. Sementara posisi Penggerek Bendera dijalankan oleh Arumi Hafizuddin dari SMA Negeri 17 Makassar.

Adapun tiga anggota yang bertugas sebagai Serpihan Kelompok 8, yakni Mahira Feyza Syahrial dari SMA Negeri 2 Makassar, Ainun Aqeela dari SMA Negeri 21 Makassar, dan Desy Lestari A. dari SMA Negeri 14 Makassar.

Mereka menjadi bagian dari satu kesatuan pasukan yang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan ketahanan selama menjalankan tugas, tetapi juga disiplin, konsentrasi, kekompakan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

Ketika langkah mereka mulai bergerak dan formasi Benteng Rotterdam terbentuk di Lapangan Karebosi, setiap gerakan seolah membawa cerita tersendiri.

Penyu yang digambarkan merayap menuju laut menjadi simbol perjalanan, keberanian, dan ketangguhan, sebuah pesan bahwa generasi muda Sulawesi Selatan harus berani melangkah jauh, tetapi tetap berpijak pada akar budaya dan kecintaan terhadap tanah air.

Hingga akhirnya, Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Lapangan Karebosi. Pengibaran tersebut menjadi puncak dari latihan panjang dan kerja keras para anggota Paskibraka, sekaligus menjadi penghormatan kepada perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia hingga meraih kemerdekaan.

TIM NARYA pun menuntaskan tugasnya dengan sempurna—membawa Merah Putih menuju angkasa, bersama pesan tentang ketangguhan jiwa bahari, keberanian mengarungi samudra, dan kesetiaan untuk tetap berakar kuat pada bumi pertiwi.

Diketahui, upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Munafri Arifuddin alias Appi, selaku Inspektur Upacara memimpin prosesi mengheningkan cipta.

Prosesi mengheningkan cipta berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan serta pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Munafri memberikan instruksi kepada seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta.

Suasana kemudian berubah hening saat seluruh peserta menundukkan kepala dan mengikuti lantunan lagu wajib nasional sebagai bagian dari prosesi penghormatan kepada para pahlawan.

“Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa. Mengheningkan cipta, mulai,” ujar Munafri saat memimpin prosesi.

Sedangkan, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman mendapat kehormatan untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Hadir Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, hadir juga mantan Wali Kota dan mantan Wakil Wali Kota, serta hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), baik Kepolisian dan TNI, Kejari, serta Pimpinan dan anggota DPRD Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke-20, Program Makanan Bergizi TP PKK Makassar Tingkatkan Berat Badan Anak
Bangun Generasi Qurani, Kesra Makassar Gelar Santri Expo MULIA
Disdik Makassar Cabut PJJ, Siswa TK-SMP Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 Besok
Capacity Building Petugas Retribusi Persampahan, Bapenda Sidrap Dorong Pembayaran QRIS yang Praktis
Menuju KIPP PRO 2026, Sidrap Matangkan Inovasi Layanan Kependudukan Berbasis Digital ALAKO
Pemkab Sidrap Raih InTechSEA 2026, Apresiasi atas Inovasi Pemberdayaan Masyarakat
Respons Kelangkaan LPG 3 Kg di Makassar, Munafri Minta Pertamina Tambah Pasokan dan Perketat Pengawasan
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Buka Forum Kemitraan Penanggulangan HIV, TBC dan Malaria di Makassar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:44 WITA

Hari ke-20, Program Makanan Bergizi TP PKK Makassar Tingkatkan Berat Badan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 18:33 WITA

Bangun Generasi Qurani, Kesra Makassar Gelar Santri Expo MULIA

Selasa, 15 September 2026 - 18:28 WITA

Disdik Makassar Cabut PJJ, Siswa TK-SMP Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 Besok

Selasa, 15 September 2026 - 18:22 WITA

Capacity Building Petugas Retribusi Persampahan, Bapenda Sidrap Dorong Pembayaran QRIS yang Praktis

Selasa, 15 September 2026 - 17:52 WITA

Menuju KIPP PRO 2026, Sidrap Matangkan Inovasi Layanan Kependudukan Berbasis Digital ALAKO

Berita Terbaru