Komisi I DPR RI Soroti Banyak Wartawan Dipecat, Dorong Revisi UU

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, JAKARTA, – Komisi I DPR RI meminta pemerintah peka terhadap masa depan pekerja media yang saat ini banyak yang dirumahkan.

Kebiajakan efisiensi anggaran telah berdampak luas tak terkecuali kepada para jurnalis, yang merupakan pilar keempat bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi I Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI atau akrab disapa Deng Ical yang selama ini getol memperjuangkan perlunya revisi kebiajakan agar para wartawan lebih sejahtera dan berkualitas.

Deng Ical dalam beberapa bulan ini menyerap aspirasi ke sejumlah organisasi yang menaungi perusahaan media, wartawan dan akademisi untuk mendapat input untuk diperjuangkan di DPR.

“Saya merasa sedih, banyak sekali sekarang (wartawan) yang dirumahkan, banyak yang dipulangkan ke rumahnya, banyak yang dipecat,” ungkap Deng Ical dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Komdigi, Dewan Pers, KPI, KIP di Kompleks Senayan RI, Senin (7/7/2025).

Eks Wakil Wali Kota Makassar menambahkan banyak tumbuh media-media dan tidak mampu lagi bersaing akibat platfom informasi seperti sosmed kian massif namun tanpa aturan jelas.

Media sambung Deng Ical, seperti radio dengan TV juga sekarang coverage-nya sudah sangat minim akibat arus informasi yang tinggi dari platfom sosmed.

Olehnya itu dalam RDP kembali Deng Ical menegaskan untuk mempercepat revisi regulasi yang tersedia termasuk undang-undang penyiaran, pers dan undang-undang yang lainnya.

“Kemudian Komdigi bekerjasama dengan kementerian lembaga lainnya, terutama kampus, untuk menyusun platform digital yang cocok untuk versi Indonesia. Supaya kita selain perlindungan data pribadi. Membuat roadmap untuk platform yang made in Indonesia, yang 100% Indonesia,” tegasnya.

Anggota Komisi I lainnya, TB Hasanuddin juga menyampaikan hal sama agar kesejahteraan wartawan ikut diperhatikan sebagaimana selama ini Komisi I juga memberi perhatian terhadap kesejahteraan prajurit TNI.

“Seperti kita ketahui, pers merupakan pilar keempat dalam demokrasi. Tapi jika ada masalah dalam dunia pers, maka menjadi kewajiban kita semua untuk menyelesaikannya bersama-sama,” ujar TB Hasanuddin.

Ia menyoroti bahwa dunia pers saat ini didominasi oleh pemilik media yang sebagian besar merupakan pengusaha, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan antara kepentingan korporasi dan kesejahteraan wartawan di lapangan.

“Di ruangan ini, kita sering bicara soal kesejahteraan prajurit TNI. Hari ini saya ajak kita semua untuk juga mulai membahas secara serius bagaimana meningkatkan kesejahteraan wartawan media,” tegasnya.

TB Hasanuddin menegaskan bahwa wartawan adalah bagian tak terpisahkan dari anak bangsa yang perannya sangat vital dalam menjaga informasi publik, demokrasi, dan kontrol terhadap kekuasaan.

“Saya yakin dan saya percaya, kita harus dan bisa memperjuangkan kesejahteraan wartawan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk kemaslahatan negeri ini,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di pemerintah, DPR, maupun industri media, untuk duduk bersama dan mencari solusi konkret demi meningkatkan taraf hidup dan perlindungan bagi insan pers di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Pengawasan di Dapil-Nya, Cicu Akan Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat, Pembangunan Sekolah dan  Armada Sampah 
Ketua DPRD Sulsel Melantik Haris Abdurrahman Sebagai Anggota DPRD Sulsel Melalui PAW 
Hari Kartini, Ketua DPRD Sulsel Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan  Aktif di Semua Sektor 
DPRD Sidrap Serahkan Catatan Rekomendasi Strategis LKPJ Kepala Daerah 2025
Ramai di Medsos, Sekwan Jabir Klarifikasi Belanja RT Pimpinan DPRD Sulsel, Berikut Penjelasannya
Anggota Komisi A DPRD Sulsel, Nur Hasbiah Soroti Aset Pemprov Belum Optimal Termasuk TMII 
Komisi A DPRD Sulsel Temukan SILPA di  Biro Umum Pemprov, BKD Dan Kesbangpol Atas LKPJ Gubernur T.A 2025an
Legislator  DPRD Sulsel Dorong Penguatan Pengawasan Pajak Alat Berat Sektor Pertambangan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:18 WITA

Reses Pengawasan di Dapil-Nya, Cicu Akan Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat, Pembangunan Sekolah dan  Armada Sampah 

Selasa, 21 April 2026 - 08:51 WITA

Ketua DPRD Sulsel Melantik Haris Abdurrahman Sebagai Anggota DPRD Sulsel Melalui PAW 

Selasa, 21 April 2026 - 08:41 WITA

Hari Kartini, Ketua DPRD Sulsel Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan  Aktif di Semua Sektor 

Sabtu, 18 April 2026 - 07:08 WITA

DPRD Sidrap Serahkan Catatan Rekomendasi Strategis LKPJ Kepala Daerah 2025

Jumat, 17 April 2026 - 07:41 WITA

Ramai di Medsos, Sekwan Jabir Klarifikasi Belanja RT Pimpinan DPRD Sulsel, Berikut Penjelasannya

Berita Terbaru