Siaga 1, Kapal Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Masuki Zona Kuning, Militer Israel Mulai Pantau dan Cegat Kapal-kapal Global Sumud Flotila

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Jakarta, – Puluhan kapal kemanusiaan yang membawa 450 relawan dari berbagai negara tengah berlayar di Laut Lepas Mediterania. Mereka membawa misi kemanusiaan untuk kemerdekaan dan kedamaian Palestina. Namun, sore ini waktu Indonesia, di Media Crisis Center Global Peace Convoi Indonesia (GPCI) yang beralamat di Sasana Budaya Dompet Dhuafa, Jakarta, mendapat informasi terbaru. Kali ini Angkatan Laut Zionis Israel mulai meng-intercepted laju kapal-kapal yang berlayar dalam misi menembus blockade Gaza.

Melihat kondisi tersebut, Koordinator Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati, mengecam keras tindakan keji tentara Zionis. “Ini menjadi ancaman nyata dari militer zionis yang secara terang-terangan memotong laju kapal berlayar. Di sini, kami mulai mendapat kabar bahwa militer Zionis mulai mencegat kapal-kapal yang berlayar menembus blokade Gaza tersebut. Sekitar jam dua siang tadi, Kapal Tabariyya (Cactus) mendapat intercepted. Ini dapat dikatakan kondisi Siaga 1 bagi para relawan Global Sumud Flotila,” sebut Maimon Herawati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sampai saat berita ini ditulis, sebelas kapal dari 61 kapal telah dibajak di laut internasional. Satu kapal dicurigai mungkin dibajak, kapal Joseph yang di dalamnya ada delegasi Indonesia.

Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha menyatakan tindakan Israel menjadi ancaman bagi misi kemanusiaan tersebut. “Ini tindakan yang melanggar hukum humaniter internasional. Mengingat setelah cegatan terhadap Kapal Tarbiyya, tentu juga akan mengancam kapal-kapal lain yang berlayar untuk misi kemanusiaan tersebut,” papar Irvan Nugraha.

Dalam misi tersebut ada beberapa delegasi kemanusiaan dari Indonesia yang tergabung dalam GPCI. Di antaranya gabungan beberapa lembaga kemanusiaan dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, dan juga jurnalis dari Republika, Inews, dan Tempo.

Sebagai langkah antisipasi terhadap situasi darurat yang mungkin terjadi di laut, GPCI juga telah menyiapkan langkah-langkah kontigensi apabila kapal yang membawa delegasi Indonesia mengalami interception atau penyergapan oleh militer Israel. Hal ini disampaikan Ahmad Juwaini, Anggota Dewan Pengarah GPCI.

“Dalam kondisi tersebut, GPCI akan segera berkoordinasi dengan tim KBRI dan KJRI di sejumlah negara yang menjadi jalur diplomasi utama, yakni Yordania, Mesir, dan Turki. GPCI juga meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengupayakan jaminan perlindungan, keselamatan, serta langkah diplomatik maksimal bagi delegasi Indonesia apabila mengalami penyergapan maupun penahanan secara paksa saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Karena dunia internasional wajib bertindak untuk menghentikan kejahatan perang yang dilakukan Israel,” tambah Ahmad Juwaini.

Selain upaya diplomatik, GPCI menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga delegasi Indonesia yang menjadi korban penyergapan atau penculikan. Pendampingan tersebut meliputi dukungan komunikasi, bantuan informasi, hingga layanan pendampingan psikologis bagi keluarga yang terdampak.

 

“Keselamatan delegasi Indonesia menjadi prioritas utama. Karena itu kami telah menyiapkan jalur koordinasi darurat dan pendampingan menyeluruh apabila terjadi eskalasi situasi di lapangan,” ujar Jajang Nurjaman, command center lead, GPCI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Sidrap Ikuti Workshop Kemenkeu, Fokus Perkuat Pengelolaan Fiskal Daerah
Bukan Sekadar Wacana, Syaharuddin Alrif ‘Buka Kartu’ Potensi Sidrap di Depan Apindo: Masuk Sekarang atau Ketinggalan
Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD
Bupati Syahar Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap
Pemkab Sidrap dan Apindo Jajaki Kolaborasi Strategis Kembangkan Investasi Daerah
Empat Pelajar Sidrap Dilepas ke Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi
Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
Pemkot Makassar Perkuat SPMB 2026: Server Dipisah, Layanan Aduan Dibuka, Transparansi Dijaga

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:40 WITA

Siaga 1, Kapal Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Masuki Zona Kuning, Militer Israel Mulai Pantau dan Cegat Kapal-kapal Global Sumud Flotila

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:36 WITA

Sekda Sidrap Ikuti Workshop Kemenkeu, Fokus Perkuat Pengelolaan Fiskal Daerah

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:01 WITA

Bukan Sekadar Wacana, Syaharuddin Alrif ‘Buka Kartu’ Potensi Sidrap di Depan Apindo: Masuk Sekarang atau Ketinggalan

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:10 WITA

Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:48 WITA

Bupati Syahar Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

Berita Terbaru

Metro

Bupati Syahar Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:48 WITA