Wali Kota Appi Turun ke Area SPBU Berdialog dengan Warga, Minta Seluruh Fasilitas SPBU Dioptimalkan

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makasssar, — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, tak hanya mencari solusi persoalan antrean BBM melalui pertemuan dengan Pertamina.

Usai mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar, Jumat (11/9/2026), Appi turun langsung meninjau kondisi sejumlah SPBU di lapangan.

Salah satu SPBU yang didatangi Appi berada di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang. Di lokasi tersebut, terlihat antrean kendaraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pengendara antusias menyambut orang nomor satu Kota Makassar itu, bahkan berdialog di tengah lapangan.

“Saya kesini di SPBU melihat kondisi yang ada di lapangan, kita pastikan antrean panjang bisa dicarikan solusi. Kita meminta pihak Pertamina dan pengelola SPBU aktivasi semua instrumen,” jelas Appi.

Namun, perhatian Appi justru tertuju pada kondisi fasilitas pelayanan. Dari sejumlah nozzle atau dispenser yang tersedia, ditemukan dua nozzle tidak beroperasi.

Kondisi itu langsung menjadi perhatian Appi. Ia meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian yang tersedia, terutama ketika terjadi kepadatan antrean.

Appi menilai, penyelesaian persoalan antrean BBM tidak cukup hanya dengan menambah pasokan. Pola pelayanan di SPBU juga harus dievaluasi agar kapasitas pengisian dapat dimaksimalkan dan waktu tunggu masyarakat bisa dipangkas.

“Kalau ada jumlah nozzle, ya dioptimalkan semuanya. Jangan sampai tidak berfungsi. Ini bisa menambah antrean panjang,” ujar Appi.

Menurutnya, setiap fasilitas yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan antrean terjadi di sejumlah titik.

Selain jumlah nozzle yang beroperasi, Appi juga menyoroti lamanya proses pelayanan di sejumlah SPBU yang dinilai dapat memperpanjang waktu pengisian.

“Kalau prosesnya terlalu lama, tentu antrean semakin panjang. Ini yang perlu dicarikan solusi agar pelayanan bisa dipercepat,” tegasnya.

Appi menekankan, percepatan pelayanan bukan berarti mengabaikan aturan. Pertamina dan pengelola SPBU diminta mencari pola yang tetap memenuhi ketentuan, tetapi lebih efisien sehingga kendaraan tidak terlalu lama berada di jalur pengisian.

Lebih lanjut, mantan CEO PSM itu meminta persoalan antrean BBM segera ditangani secara bersama-sama.

Menurutnya, pemerintah kota tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan pelayanan maupun distribusi BBM.

“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat, kebutuhan dan aktivitas terganggu hanya karena ngantre di SPBU,” tuturnya.

Bagi Appi, antrean BBM yang panjang bukan hanya menyulitkan warga yang hendak mengisi kendaraan. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pelayanan publik hingga memicu kemacetan ketika antrean kendaraan memanjang ke badan jalan.

Karena itu, Appi meminta setiap SPBU mengoptimalkan kapasitas pelayanan selama kondisi kepadatan masih terjadi.

Penambahan petugas juga dinilai penting apabila jumlah operator menjadi salah satu faktor yang membuat tidak seluruh nozzle dapat difungsikan.

“Saya ikut berempati dengan apa yang dirasakan masyarakat. Kita akan mencari solusi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta pemilik SPBU,” katanya.

Tak berhenti pada persoalan pelayanan di SPBU, Appi juga mendorong penanganan antrean dilakukan secara lebih menyeluruh.

Pengaturan arus kendaraan berdasarkan jenis kendaraan, alur pengisian hingga waktu kedatangan dapat menjadi opsi untuk mencegah kendaraan menumpuk pada waktu yang sama.

“Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur,” imbuh Munafri.

Menurutnya, seluruh langkah tersebut perlu dibahas dan diterapkan secara bersama-sama antara Pertamina, pengelola SPBU, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Ia menegaskan, penanganan antrean BBM tidak boleh terjebak pada perdebatan mengenai siapa yang benar atau salah. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan antrean segera terurai.

“Yang penting bagaimana ini secepatnya kita urai bersama,” pungkas Appi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Musda, Kursi Ketua Golkar Gowa Mulai Diperebutkan, Lukman B Kady Dijadwalkan Mendaftar
Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir
Tim Polda Sulsel Sosialisasikan Assessment Center ke Pemkab Sidrap
Gubernur Sulsel Lantik Darmawangsyah Muin Sebagai Bupati Gowa : Tekankan Pelayanan Kepada Masyarakat
Siswa SDN 14 Tamalatea 3 Bulan Takut Bersekolah, Lantaran Dianiaya Oknum Guru
Pajak untuk Rakyat, Wali Kota Appi Tambah Kuota Perlindungan Pekerja Rentan di Makassar
Hadiri Peringatan Sumpah Pemuda, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud: Ajak Anak Muda Mari Bersatu dan Berkolaborasi
Bupati Syaharuddin Tegaskan Komitmen Bangun Pemuda sebagai Pilar Kemajuan Sidrap
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:39 WITA

Jelang Musda, Kursi Ketua Golkar Gowa Mulai Diperebutkan, Lukman B Kady Dijadwalkan Mendaftar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Tim Polda Sulsel Sosialisasikan Assessment Center ke Pemkab Sidrap

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Gubernur Sulsel Lantik Darmawangsyah Muin Sebagai Bupati Gowa : Tekankan Pelayanan Kepada Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Siswa SDN 14 Tamalatea 3 Bulan Takut Bersekolah, Lantaran Dianiaya Oknum Guru

Berita Terbaru