Spirit Tembok Cina dari Qin Shi Huang ke Prabowo Subianto

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 14:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Jakarta,Lebih dari dua ribu tahun lalu, seorang kaisar muda bernama Qin Shi Huang menorehkan sejarah dengan menyatukan berbagai kerajaan yang berserak di Tiongkok kuno menjadi satu peradaban besar. Ia tidak hanya menyatukan wilayah, tetapi juga menyatukan mimpi dan arah bangsa meletakkan fondasi kokoh bagi kejayaan Tiongkok. Dari tangannya lahirlah Tembok Besar China, bukan sekadar tembok batu, tetapi monumen keteguhan, strategi, dan visi jangka panjang tentang perlindungan dan kedaulatan bangsa.

Pembangunan Tembok Besar China berlangsung lintas generasi dari Dinasti Qin, Han, hingga Ming. Setiap generasi tidak memulai dari nol, tetapi melanjutkan estafet peradaban dengan tekad dan inovasi baru. Inilah yang menjadikan Tembok China simbol kesinambungan, ketekunan, dan semangat kolektif bangsa yang memahami makna legacy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia, dengan sejarah dan kekayaan budayanya, sesungguhnya memiliki “Tembok Besar”-nya sendiri bukan dari batu, melainkan dari ide, nilai, dan semangat gotong royong. Setiap era kepemimpinan menorehkan batu bata peradaban: dari perjuangan kemerdekaan, pembangunan nasional, hingga era digital dan kemandirian sains saat ini.

Seperti halnya Tembok Besar, bangsa besar tidak dibangun dalam satu masa atau oleh satu tokoh, melainkan oleh kesinambungan visi antar generasi. Tugas utama kita adalah menjaga arah pembangunan agar tidak terputus, tetapi terus menanjak menjulang dalam ilmu, membumi dalam moral, dan mengakar dalam budaya.

Dalam konteks Indonesia modern, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan semangat estafet peradaban itu dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Di tengah perubahan global yang cepat, beliau meneguhkan arah kebijakan untuk melanjutkan pembangunan strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), kemandirian pangan dan energi, serta transformasi sains dan teknologi nasional.

Seperti Tembok Besar yang menjadi benteng sekaligus simbol kemajuan, Prabowo meletakkan fondasi ketahanan nasional berbasis kemandirian, serta membangun human capital unggul yang siap menghadapi tantangan global. Kepemimpinan beliau melanjutkan apa yang telah dirintis generasi sebelumnya, seraya menyiapkan generasi penerus agar siap melanjutkan tongkat estafet menuju kejayaan Indonesia.

Sebagai lembaga yang mengawal keamanan dan mutu obat serta pangan, BPOM RI turut menjadi bagian dari “tembok” perlindungan bangsa. Melalui kebijakan yang adaptif, berbasis sains, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, BPOM berperan sebagai penjaga kualitas kehidupan dan katalis inovasi nasional.

Spirit yang sama dari Tembok China hingga Indonesia Emas 2045 adalah keteguhan membangun sistem yang melampaui waktu, memastikan generasi mendatang menikmati hasil dari kerja keras hari ini. Seperti batu demi batu di Tembok Besar, kebijakan dan inovasi hari ini akan menjadi pijakan bagi masa depan bangsa.

Tembok Besar China mengajarkan bahwa kejayaan tidak datang dari kekuatan semata, melainkan dari kesinambungan visi dan kesatuan tekad. Demikian pula Indonesia hari ini, berada di era penting untuk menenun kembali jati diri dan arah peradaban melalui kolaborasi lintas sektor akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG synergy).

Dalam tangan pemimpin yang visioner dan bangsa yang bersatu, Spirit Qin Shi Huang menemukan gaungnya di Nusantara: membangun bukan untuk satu masa, tetapi untuk selamanya.
Dan dari semangat itu, Prabowo Subianto menyalakan obor estafet peradaban menuju Indonesia Emas 2045 bangsa yang kuat, berdaulat, dan berkeadaban tinggi di panggung dunia.

Oleh: Taruna Ikrar
Kepala BPOM RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Idulfitri, Wali Kota Makassar dan Mendag Sidak Harga Komunitas di Pasar Terong
Takbiran Tanpa Petasan, Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan
Yatim Fest di Sidrap Perkuat Kolaborasi Pemprov dan Pemkab Peduli Anak Yatim
Buka Puasa di Festival Cap Go Meh, Munafri Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis
Bukber di Tanru Tedong, Bupati Sidrap Ajak Mayarakat Perbanyak Sedekah
Dorong Kebutuhan Dunia Kerja Pada Sektor Energi, Sekjen Kemnaker Terima Audiensi PCU
Ketua DPRD Sulsel Suarakan Hak Masyarakat, Penghasil Nikel Agar Adil dan Manfaatnya Menyeluruh
APLH  Bawa Laporan Ke DPRD Kota Makassar, Dugaan Mark-up Unit Pengadaan Incinerator Sampah Senilai 6,8 Milyar

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:32 WITA

Jelang Idulfitri, Wali Kota Makassar dan Mendag Sidak Harga Komunitas di Pasar Terong

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:52 WITA

Takbiran Tanpa Petasan, Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:28 WITA

Yatim Fest di Sidrap Perkuat Kolaborasi Pemprov dan Pemkab Peduli Anak Yatim

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:22 WITA

Buka Puasa di Festival Cap Go Meh, Munafri Tekankan Makassar Kota Toleran dan Harmonis

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:34 WITA

Dorong Kebutuhan Dunia Kerja Pada Sektor Energi, Sekjen Kemnaker Terima Audiensi PCU

Berita Terbaru