Sorotan Tajam Komisi D DPRD Sulsel, APH di Minta Periksa Proyek Bendungan Lalengrie di Desa Ujung Lamuru Bone

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makassar, – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan meminta aparat penegak hukum (APH) turun memeriksa proyek Bendungan Lalengrie di Desa Ujung Lamuru, Kabupaten Bone, yang hingga kini belum berfungsi meski masih menyisakan utang kepada pihak pelaksana.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi D DPRD Sulsel dari Fraksi NasDem, Muhammad Sadar, saat rapat bersama dinas terkait. Ia mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang atas pekerjaan pemeliharaan elektrikal bendungan kepada PT Absal Putra Utama sebesar Rp211.569.703.  Makassar, (09/07/2026).

Muhammad Sadar mempertanyakan alasan pemerintah masih memiliki kewajiban pembayaran, sementara hasil pekerjaan di lapangan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa kita masih punya utang, sementara hasil di lapangan tidak bisa difungsikan? Bendungan ini dibangun untuk kepentingan petani. Seharusnya mampu mengaliri sawah sesuai target, tetapi sampai sekarang belum terpenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Komisi D telah melakukan kunjungan lapangan pada 2025 dan berulang kali meminta penjelasan dari dinas terkait. Namun, hingga kini bendungan tersebut belum berfungsi maksimal dan bahkan kembali diusulkan mendapat alokasi anggaran pada 2026.

Menurutnya, kondisi itu sangat merugikan masyarakat karena lahan warga telah digunakan untuk pembangunan bendungan, tetapi manfaatnya belum dirasakan, khususnya untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Dengan  kondisi tersebut, Komisi D merekomendasikan agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap proyek Bendungan Lalengrie guna mengetahui penyebab proyek belum berfungsi optimal meski telah menyerap anggaran dan masih menyisakan utang.

“Ini bukan soal menghentikan proyek, tetapi harus menjadi temuan. APH perlu turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya agar persoalan ini dapat diselesaikan dan bendungan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Muhammad Sadar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

# Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Bupati Syaharuddin Tuntaskan Seminar Hasil Doktoral di Unhas
Di Hadapan Akademisi Unpad, Taruna Ikrar Kepala BPOM Ungkap Kunci Indonesia Menjadi Kekuatan Baru Inovasi Kesehatan Dunia
Four Way Ramaikan Usaha Kuliner Sidrap, Bupati Tekankan Semangat Kewirausahaan
Syukuran HUT-62 Golkar, Ilham Arief Sirajuddin: Golkar Dahulukan Kebermanfaatan Dari Popularitas
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026
Wali Kota Appi Minta Guru Mahir Koding dan AI, Siapkan Generasi Unggul
Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:11 WITA

# Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:49 WITA

Bupati Syaharuddin Tuntaskan Seminar Hasil Doktoral di Unhas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:29 WITA

Di Hadapan Akademisi Unpad, Taruna Ikrar Kepala BPOM Ungkap Kunci Indonesia Menjadi Kekuatan Baru Inovasi Kesehatan Dunia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Four Way Ramaikan Usaha Kuliner Sidrap, Bupati Tekankan Semangat Kewirausahaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:11 WITA

Syukuran HUT-62 Golkar, Ilham Arief Sirajuddin: Golkar Dahulukan Kebermanfaatan Dari Popularitas

Berita Terbaru