Seorang Perempuan Meninggal Di Kebun, Diduga Dibunuh Suaminya Sendiri

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Enrekang, — Seorang perempuan, SY (25) ditemukan meninggal di kebun, Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Enrekang pada Sabtu (18/10/2025). Nahas, korban didapat dalam kondisi tergantung di pohon.

Sepupu korban, Henny mengatakan informasi awal, korban disebutkan bunuh diri. Tapi pihak keluarga curiga dengan kematian SY.

Henny menuturkan, kematian SY menimbulkan banyak tanda tanya. Makanya mereka menduga ibu dari tiga anak itu dibunuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban ditemukan tergantung di perkebunan. Jarak dari rumahnya, agak jauh. Makanya keluarga mempertanyakan kenapa orang bunuh diri ke tengah hutan,” ucap Henny saat dihubungi wartawan di Makassar pada Ahad (19/10/2025).

Menurut Henny, keluarga menduga suami korban, YD terlibat dalam kasus ini. Makanya ayah korban, Saharuddin langsung melaporkan YD ke Polres Enrekang dengan nomor polisi STTLP/110/X/2025/SPKT, perkara pidana KDRT.

“Jadi keluarga sudah mengintrogasi ini suaminya, ada juga polisi di situ. Dan dia (YD) mengakui bahwa dia yang membunuh istrinya,” ujar Henny.

Informasi yang diterima Henny, SY disebutkan sering mendapat kekerasan dari suaminya. SY bahkan baru saja melahirkan anak ketiganya pada dua bulan lalu.

Saat ini, keluarga melakukan autopsi terhadap jenazah SY di RS Bhayangkara Makassar.

“Ini sekarang, pihak keluarga melakukan autopsi untuk memperdalam dan mempertajam penyebab kematian korban. Kami mau pelaku dihukum seberat-beratnya,” jelasnya.

Kapolsek Alla, Iptu Maga mengungkapkan pihaknya telah meminta keterangan terhadap YD. YD mengaku, ia berada di lokasi saat korban meninggal.

“Jadi suaminya mengaku bahwa saat bunuh diri, dia berada di sampingnya. Makanya yang bersangkutan sudah dibawa ke Polres untuk diamankan sejak tadi malam,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan tali melilit di bagian leher di area perkebunan sekitar Dusun Lintik.

Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto memastikan olah TKP dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan setiap detail yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Semua bukti di lapangan diamankan untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” tutur AKBP Hari Budiyanto dari keterangan resminya.

AKBP Hari Budiyanto menegaskan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, tenaga medis, dan perangkat desa dalam mengumpulkan keterangan awal dari saksi dan keluarga korban. Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut, karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Tim kami masih bekerja. Kami dalami setiap kemungkinan agar peristiwa ini benar-benar terang dan jelas penyebabnya. Polres Enrekang akan mengedepankan profesionalisme dalam menangani kasus ini,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Arif Situju
Siswa SDN 14 Tamalatea 3 Bulan Takut Bersekolah, Lantaran Dianiaya Oknum Guru
Mendagri Tunjuk Darmawangsyah Sebagai Plt Bupati Gowa, Husniah di PTDH
Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan
Bantuan Beras ke Masyarakat di Duga Berkutu, LSM Jangkar Desak Bulog Turun  ke Daerah, Jangan Hanya  Terima Laporan 
5 Hari Setelah di Geledah,Kortas Mabes Polri Tetapkan Bupati HT, Tersangka Kasus Perizinan PBG Gowa
Mobil Truk Langgar Jam Operasional, Kaki Pemotor di Gowa Hancur Terlindas, Langgar Perda LLAJ
Habiskan Biaya 195 Juta, Pengerjaan Irigasi di Tabuakkang Malakaji di Duga Asal Jadi!
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:25 WITA

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Arif Situju

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Siswa SDN 14 Tamalatea 3 Bulan Takut Bersekolah, Lantaran Dianiaya Oknum Guru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:07 WITA

Mendagri Tunjuk Darmawangsyah Sebagai Plt Bupati Gowa, Husniah di PTDH

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Emas Nasabah Disebut Masuk Proses Lelang, Pegadaian Pongtiku Diminta Beri Penjelasan

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WITA

Bantuan Beras ke Masyarakat di Duga Berkutu, LSM Jangkar Desak Bulog Turun  ke Daerah, Jangan Hanya  Terima Laporan 

Berita Terbaru