Pemkot Makassar Seleksi Guru PAUD Negeri, Target Jadi Percontohan Pendidikan Anak Usia Dini

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 04:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar, — Pemerintah Kota Makassar tengah melaksanakan tahapan seleksi bagi calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Negeri yang akan ditempatkan di lima PAUD Negeri baru.

Tim seleksi dintaranya, A. Zulkifly Adanda (Sekda Makassar), Achi Soleman (Kadis Pendidikan), Kamelia Thamrin Tantu (Plt Kepala BKPSDMD), Plt Kepala BKPSDM), Akhmad Namsum (Staf Ahli Pemkot).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selaku tim seleksi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menjelaskan, seleksi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pendidikan usia dini yang lebih baik.

“PAUD Negeri ini kita bangun supaya mutu PAUD di Kota Makassar lebih baik dan menyiapkan generasi emas,” ujarnya, di Balai Kota Makassar, Senin (14/7/2025).

Ia menegaskan, guru-guru yang akan mengajar pun harus betul-betul berkualitas, baik dari perspektif mereka tentang anak, latar belakang pendidikannya, maupun visi dan misinya membangun PAUD Negeri.

Menurutnya, proses seleksi sudah melalui beberapa tahapan. Peserta seleksi berasal dari guru PAUD yang selama ini sudah mengajar di berbagai lembaga di Kota Makassar.

“Mereka ikut seleksi guru, sudah melewati tahap pengumpulan berkas dan pendaftaran. Jadi hari ini seleksi akhir untuk menentukan siapa yang akan mengisi formasi di lima PAUD Negeri,” tambahnya.

Total Peserta dan formasi, sebanyak 55 orang mengikuti seleksi akhir ini, yang terdiri dari calon guru ASN dan non-ASN. Pemkot akan menerima total 50 orang.

Rinciannya, 10 orang guru ASN, dan 40 orang guru non-ASN. Penempatan Guru dan Kepala Sekolah
Kelima PAUD Negeri yang akan menjadi lokasi penempatan.

“Ini tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Tamalate, Rappocini, Manggala, Mariso dan Biringkanaya,” ungkapnya.

Sementara, untuk posisi kepala sekolah, Andi Zulkifly memastikan sudah ditetapkan lima nama hasil seleksi sebelumnya.

“Kepala sekolahnya sudah ada, sudah melalui proses seleksi juga. Tinggal nanti penempatan resminya akan kita SK-kan,” tuturnya.

Pengumuman dan tahap lanjut, dimana pengumuman hasil seleksi guru dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pemkot menargetkan proses administrasi dan daftar ulang peserta didik baru bisa segera rampung.

“Ini masih tahap seleksi akhir. Kita usahakan pengumuman secepatnya, supaya penempatan di lima PAUD Negeri bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Saat ini, PAUD Negeri belum memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Setelah daftar ulang selesai, MPLS dijadwalkan mulai pekan depan.

Program Unggulan Pendidikan PAUD. Pendirian PAUD Negeri ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar mencetak generasi emas di tahun 2029.

Pemkot Makassar berharap langkah ini dapat mendorong percepatan peningkatan mutu PAUD sekaligus memastikan anak-anak Makassar mendapatkan pendidikan usia dini terbaik sejak bangku pertama sekolah.

Melalui standarisasi lembaga dan seleksi ketat tenaga pendidik, pemerintah berharap layanan PAUD negeri dapat lebih merata, profesional, dan berkualitas.

“Kita ingin PAUD Negeri menjadi percontohan kualitas pendidikan anak usia dini di Makassar,” tegas Andi Zulkifly.

Soal intensif dan tunjangan, Sekda memastikan berlaku sama sebagaimana ketentuan tenaga pendidik lainnya. Tidak ada perlakuan khusus meskipun statusnya PAUD Negeri.

“Pendaftaran murid baru sudah dibuka. Saat ini proses daftar ulang sedang berlangsung, sebagai tahap akhir sebelum MPLS dimulai,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat Forum TPID di Semarang, Sidrap Perluas Kemitraan Pangan untuk Optimalkan Pengendalian Inflasi
Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat
Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa
Wali Kota Makassar Minta Da’i Perkuat Persatuan dan Pencerahan Agama di Masyarakat
Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA
Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Appi dan Kapolda Sulsel Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang
Appi Kenang Dukungan PPP di Dua Pilwali: Saya “Berutang” kepada PPP

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 12:24 WITA

Lewat Forum TPID di Semarang, Sidrap Perluas Kemitraan Pangan untuk Optimalkan Pengendalian Inflasi

Senin, 22 Juni 2026 - 07:28 WITA

Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:57 WITA

Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:40 WITA

Wali Kota Makassar Minta Da’i Perkuat Persatuan dan Pencerahan Agama di Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:35 WITA

Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner

Berita Terbaru