Munafri Paparkan Peran Makassar Creative Hub sebagai Penguat Ekosistem Industri Kreatif di MIWF 2026

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Mlakassar,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengupas peluang serta masa depan talenta kota melalui penguatan ekosistem industri kreatif yang terpusat di Makassar Creative Hub (MCH).

Hal ini disampaikan di hadapan generasi muda dalam diskusi panel bertajuk “MCH Talenta Kota: Keberlanjutan Industri Kreatif Makassar untuk Dunia”, yang merupakan rangkaian Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Makassar Creative Hub di kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam, Jumat (15/5/2026).

Dalam pemaparannya sebagai panelis, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar, tengah menyiapkan program jangka panjang berbasis visi-misi pembangunan daerah, salah satunya melalui pengembangan Makassar Creative Hub sebagai pusat aktivitas kreatif.

Menurutnya, MCH tidak sekadar menjadi ruang fisik atau tempat berkegiatan semata, melainkan dirancang sebagai anchor (jangkar) dari seluruh aktivitas kreatif di Kota Makassar.

“Makassar Creative Hub ini bukan hanya membangun ruang-ruang kelas yang bersekat, tetapi menjadi pusat yang mengoordinasikan seluruh kegiatan kreatif,” ujar Appi.

“Ini adalah ruang besar yang bisa digunakan siapa saja, khususnya anak-anak muda yang ingin berkembang dan berkontribusi untuk kota,” sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.

Dia menjelaskan, sektor industri kreatif memiliki banyak subsektor yang terus berkembang. Karena itu, MCH diharapkan menjadi ruang terbuka yang inklusif bagi seluruh pelaku kreatif lintas bidang.

Lebih jauh, Munafri menggambarkan MCH sebagai sebuah inkubator ide dan karya, bukan ruang birokrasi yang kaku. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan dan keinginan (needs and wants) generasi muda.

Sehingga Appi berpandangan, MCH ini harus menjadi tempat yang mampu merespons kebutuhan anak muda, bukan justru dibebani dengan proses administratif yang rumit.

“Dari sini, rekomendasi kegiatan bisa lahir dan disampaikan kepada pemerintah untuk mendapatkan dukungan,” jelasnya.

Dukungan tersebut, lanjutnya, dapat berupa fasilitasi akses pembiayaan, rekomendasi ke institusi tertentu, hingga membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis.

Dengan demikian, Ketua DPD II Golkar Makassar ini mendorong agar MCH memiliki sistem pelaporan rutin, seperti monthly report, yang dapat menjadi dasar evaluasi bersama antara komunitas kreatif dan pemerintah.

“Kalau ada program yang mengalami kendala, kita duduk bersama mencari solusi,” tuturnya.

“Pemerintah Kota hadir sebagai mediator untuk mempertemukan kebutuhan teman-teman kreatif dengan sumber daya yang ada,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa dukungan pemerintah tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan aturan birokrasi yang berlaku.

Oleh karena itu, perencanaan program harus dilakukan jauh hari sebelumnya agar dapat terakomodasi dalam anggaran.

Sebagai bentuk komitmen, Munafri mengungkapkan bahwa pada tahun ini akan hadir tiga Creative Hub di Kota Makassar guna memperluas akses bagi pelaku industri kreatif.

“Ini untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan memberi ruang bagi pertumbuhan kreativitas anak muda di berbagai wilayah kota,” katanya.

Politisi Golkar itu meyakini bahwa penguatan industri kreatif akan berdampak positif terhadap pembangunan sosial, termasuk menekan berbagai persoalan seperti kriminalitas dan kekerasan di kalangan generasi muda.

Dikatakan, ketika anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya dan mengejar mimpi, mereka akan fokus pada hal-hal positif.

“Kreativitas inilah yang akan menjadi cerminan masa depan Kota Makassar,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Munafri mengajak generasi muda untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah melalui MCH sebagai sarana mewujudkan mimpi dan mengembangkan potensi diri.

“Kami menyiapkan Makassar Creative Hub sebagai ruang untuk membangun mimpi. Silakan manfaatkan fasilitas yang ada, dan sampaikan kebutuhan anak muda,” ungkapnya.

“Pemerintah Kota akan berupaya memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan dunia kreatif di Kota Makassar,” sambung Appi menutup paparan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MIWF 2026 Resmi Dibuka, Duta Besar dan Komunitas Global Hadir, Munafri Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Kreatif
Setiba Dari Jakarta, Bupati Syahar Meninjau Langsung Banjir Amparita
Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai
Pemkot Makassar Tertibkan 178 Lapak PKL di Mariso, Utamakan Pendekatan Humanis
Lobi ke Pusat Demi Petani, Bupati Sidrap Temui Menteri PPN Bahas Jalan hingga Irigasi
Wali Kota Makassar Apresiasi Kinerja Polisi Berantas Geng Motor demi Rasa Aman Masyarakat
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Upacara Penetapan Komponen Cadangan ASN Pemprov Sulsel Tahun 2026
Pemkot Makassar Sambut Baik Rekomendasi DPRD, Fokus Kinerja dan Pelayanan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:52 WITA

Munafri Paparkan Peran Makassar Creative Hub sebagai Penguat Ekosistem Industri Kreatif di MIWF 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:43 WITA

MIWF 2026 Resmi Dibuka, Duta Besar dan Komunitas Global Hadir, Munafri Perkuat Citra Makassar sebagai Kota Kreatif

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:21 WITA

Setiba Dari Jakarta, Bupati Syahar Meninjau Langsung Banjir Amparita

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:28 WITA

Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:44 WITA

Pemkot Makassar Tertibkan 178 Lapak PKL di Mariso, Utamakan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru