Menag Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulut Juara Umum, Sulsel Pertama Kalinya Raih Predikat Champion Gold

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAK!EWS.ID, Manokwari,- Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA resmi menutup perhelatan megah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).

Ribuan peserta memadati Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi dalam prosesi penutupan yang diawali ibadah bersama secara khidmat dan penuh kemeriahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen yang paling dinantikan tiba saat pengumuman pemenang dari 12 kategori lomba, di mana Kontingen Sulawesi Utara tampil dominan dan sukses menyabet gelar Juara Umum. Prestasi gemilang ini membuat tim Bumi Nyiur Melambai berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia sebagai simbol supremasi tertinggi.

Kejayaan Sulawesi Utara (Sulut) dikukuhkan lewat raihan Gold Champion di empat kategori bergengsi: Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), serta Musik Gerejawi Nusantara (MGN). Tak hanya itu, mereka juga menyabet gelar Grand Prix untuk kategori PSDC dan berhak membawa pulang Piala Menteri Agama RI.

Keberhasilan menyapu bersih kategori utama ini mengukuhkan Sulut sebagai kontingen terbaik di antara 38 provinsi yang berkompetisi. Penyerahan Piala Bergilir Presiden dan Piala Menteri Agama diserahkan Menag Nasaruddin Umar kepada Ny. Anik Yulius Selvanus Komaling, selaku Ketua LPPD sekaligus Ketua TP-PKK Sulut.
“Capaian luar biasa Kontingen Sulawesi Utara harus menjadi pemantik semangat bagi daerah lain untuk meningkatkan mutu musik gerejawi, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan cinta NKRI lewat Pesparawi,” ujar Menag.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Kontingen Sulawesi Selatan yang tampil impresif di 9 kategori lomba dengan membawa pulang 1 Gold Champion, 5 Gold, dan 3 Silver. Gelar juara Gold Champion berhasil dipersembahkan oleh tim Paduan Suara Anak besutan LPPD Kota Palopo.
Medali emas lainnya diraih Sulsel melalui kategori Solo Anak (11-15 Tahun), Solo Remaja Pemuda Putera, Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, dan Musik Gerejawi Nusantara. Sementara itu, tiga kategori lain yakni Solo Anak (7-10 Tahun), Solo Remaja Pemuda Puteri, serta Vokal Grup harus puas mengamankan medali perak.
Penyerahan piala dan medali untuk Sulsel dilakukan Menag Nasaruddin Umar yang juga putra asli Bone.

Momen penuh haru ini disaksikan ratusan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat yang hadir di lokasi maupun yang menonton via siaran langsung TVRI.

Dalam pidatonya, Menag menekankan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang adu bakat tarik suara, melainkan wadah pemersatu bangsa yang merawat kerukunan sekaligus meneguhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Beberapa hari ini, seluruh atensi bangsa tertuju pada Papua Barat, tempat di mana keberagaman suku, bahasa, dan budaya dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu harmoni persaudaraan. Melalui kidung pujian, kita merayakan indahnya hidup rukun dalam kebinekaan yang menjadi pilar utama NKRI,” tutur Menag.

Menag menambahkan, filosofi Pesparawi mengajarkan bahwa keselarasan tercipta dari keberagaman yang berjalan beriringan, saling menghargai, dan melengkapi demi tujuan mulia. Di tengah dinamika global, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan positif seperti ini untuk memperkokoh jiwa gotong royong bangsa.

Secara khusus, Menag memberikan apresiasi tinggi atas diangkatnya tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” pada perhelatan ke-14 ini, yang dinilai sebagai perwujudan konkret dari program prioritas Kementerian Agama terkait ekoteologi.

“Agenda ini menjadi pengingat penting bahwa pengabdian iman tidak hanya seputar hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan sesamanya, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral menjaga bumi ciptaan-Nya,” jelasnya.

Gerakan peduli lingkungan yang melibatkan sekitar 8.000 peserta dan ribuan suporter ini dinilai sukses membangun kesadaran kolektif. Kebiasaan membawa tumbler mandiri, meminimalkan plastik sekali pakai, serta memilah sampah menjadi aksi nyata demi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Makassar Ingatkan Pengelola Dana BOS: Integritas Harga Mati
Bupati Syaharuddin Sampaikan Pidato Bahasa Arab di Hadapan Atase Agama Kedubes Arab Saudi
Pemkot Makassar Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi LONTARA+, Kini Perkuat Layanan Digital
Pimpin Apel Harganas 2026, Munafri Tekankan Ketahanan Keluarga Kunci SDM Unggul
Di Kawasan Tahura Bulukumba, Sinergi Polri dan Masyarakat Dijaga Agar Tetap Kondusif
Partai Non-Parlemen Kompak Dukung Program Pemkot, Munafri: Penataan Kota Butuh Kolaborasi
Sidrap Tercatat Sebagai Daerah Terendah Angka Kemiskinan Extrim se- Sulsel
Wali Kota Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:27 WITA

Wali Kota Makassar Ingatkan Pengelola Dana BOS: Integritas Harga Mati

Senin, 29 Juni 2026 - 12:04 WITA

Menag Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulut Juara Umum, Sulsel Pertama Kalinya Raih Predikat Champion Gold

Senin, 29 Juni 2026 - 11:43 WITA

Bupati Syaharuddin Sampaikan Pidato Bahasa Arab di Hadapan Atase Agama Kedubes Arab Saudi

Senin, 29 Juni 2026 - 11:33 WITA

Pemkot Makassar Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi LONTARA+, Kini Perkuat Layanan Digital

Senin, 29 Juni 2026 - 11:22 WITA

Pimpin Apel Harganas 2026, Munafri Tekankan Ketahanan Keluarga Kunci SDM Unggul

Berita Terbaru