DPRD Sulsel-Pemprov Sulsel Sepakati Bersama Keberlanjutan MYP Tahap II

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Makassar, -Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan program pembangunan melalui skema Multi Years (MYP) tahap II dengan nilai sekitar Rp4 triliun.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, program multi-year tersebut dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah kabupaten yang belum tersentuh pembangunan, khususnya dalam perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan.

Menurut Andi Sudirman, keberlanjutan program multi-year menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau daerah yang masih membutuhkan peningkatan konektivitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program multiyears disusun dengan mempertimbangkan ruang fiskal daerah. Pemerintah telah menghitung kemampuan keuangan Sulsel agar pelaksanaan pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan,” katanya. Makassar, rabu (26/8/2026).

“Pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilaksanakan selama 12 bulan, diselesaikan selama 12 bulan, itu kita single-year-kan,”ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi A. Wawo menjelaskan, multiyears tahap II mencakup 11 sektor dengan sejumlah kegiatan yang menggunakan skema multi-year maupun single-year.

Menurutnya, nilai sekitar Rp4 triliun untuk tahap II telah multiyears dan 1 triliun untuk single years telah dihitung berdasarkan kemampuan fiskal daerah. Kewajiban pembayaran utang yang ada juga telah diperhitungkan dalam perencanaan.

“Ruang fiskalnya kita, kemudian kita coba hitung, ternyata masih longgar untuk bisa melaksanakan multiyears tahap dua,” ujarnya.

Fauzi menyebut tahap II akan menyasar wilayah yang belum terakomodasi dalam tahap pertama. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian antara lain Luwu Raya, Toraja dan Selayar.

“Semua kabupaten kota yang tidak ter-cover di tahap pertama kita masukkan di multiyears yang kedua,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Multiyears tahap II juga mencakup sejumlah kegiatan seperti bedah rumah dan dukungan terhadap UMKM.

Fauzi mengatakan pembahasan tahap II berlangsung cukup panjang di Badan Anggaran DPRD Sulsel. Tim pakar turut dilibatkan untuk mengkaji kemampuan fiskal daerah dan memastikan program tersebut tidak membebani kondisi keuangan Sulsel.

“Dinamika di Banggar ini sangat panjang karena banyak sekali tim pakar yang harus kita undang untuk membedah ini, melihat kesanggupan keuangan fiskal kita untuk multiyears yang kedua,” katanya.

Ia memastikan pelaksanaan program tahap II tidak menggeser anggaran mandatory untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

“Untuk kesehatan dan pendidikan tetap. Mandatory itu tetap di anggarannya,” tegas Fauzi.

Dengan tahap II senilai sekitar Rp4 triliun, Pemprov Sulsel dan DPRD berharap pembangunan infrastruktur dapat semakin merata, terutama perbaikan jalan di kabupaten yang sebelumnya belum mendapatkan porsi pembangunan melalui program multiyears tahap pertama.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nilai Pagu Rp22,2 Miliar Jembatan Lamokato 1 Disorot, Pimpinan Pengguna Anggaran Bungkam, LSM Jangkar: Jangan Sampai Ada Permainan
Kota Makassar Masuk 10 Daerah Teraktif Pendataan Perlinsos Digital,
Di Kecamatan Panakkukang, Munafri Ingin Pesta Rakyat Libatkan Warga dan UMKM Lokal
Data Kemiskinan dan IPM Bone Jadi Titik Tekan Dialog PMB-UH Latenritatta
IPMI Tegaskan Sidrap Bukan Kota Penipuan Online, Tapi Kota Berprestasi
Disdik Makassar Bantah Ada Pemaksaan Pembelian Buku “Jelajah Hijau”
Bupati Sidrap Turun Bersama Damkar Padamkan Kebakaran di Lawawoi, Imbau Warga Waspada
Fraksi Demokrat Sulsel  Serahkan Dokumen Hasil Reses Tahun Sidang 2025/2026 Dalam Rapat Paripuna DPRD Sulsel
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:06 WITA

Nilai Pagu Rp22,2 Miliar Jembatan Lamokato 1 Disorot, Pimpinan Pengguna Anggaran Bungkam, LSM Jangkar: Jangan Sampai Ada Permainan

Selasa, 1 September 2026 - 10:53 WITA

Kota Makassar Masuk 10 Daerah Teraktif Pendataan Perlinsos Digital,

Selasa, 1 September 2026 - 10:50 WITA

Di Kecamatan Panakkukang, Munafri Ingin Pesta Rakyat Libatkan Warga dan UMKM Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 09:55 WITA

Data Kemiskinan dan IPM Bone Jadi Titik Tekan Dialog PMB-UH Latenritatta

Selasa, 1 September 2026 - 05:37 WITA

IPMI Tegaskan Sidrap Bukan Kota Penipuan Online, Tapi Kota Berprestasi

Berita Terbaru