CFD di Jalan Rusa Jadi Ruang Ekonomi Baru, Appi: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JEJAKNEWS.ID , Makasssar, – Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan ruang usaha alternatif agar para pedagang tetap memiliki kesempatan mencari nafkah sekaligus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Minggu (18/10/2026) pagi.
Diresmikan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan untuk memberdayakan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Pada hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kegiatan ini harus bermanfaat untuk masyarakat. Jangan dilakukan kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat,” tegas Appi.

Hadirnya CFD memberikan bukti nyata bahwa, Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar tidak berhenti pada penertiban, tetapi disertai solusi.

Lokasi CFD lanjut Appi, diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya mendorong budaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya PKL dan pelaku UMKM yang terdampak penataan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

“Melalui kawasan ini, masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati beragam produk lokal, mulai dari kuliner, sayuran, pakaian, hingga aneka produk kreatif yang ditawarkan para pedagang,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Appi meminta Camat Makassar memprioritaskan warga setempat untuk mendapatkan ruang usaha di kawasan CFD tersebut.

Menurutnya, kesempatan berjualan harus dikelola secara adil agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya ruang ekonomi baru tersebut.

“Ini perlu dijaga, agar UMKM yang hadir benar-benar mampu untuk dihidupkan, untuk diberdayakan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Appi menjelaskan, pembukaan ruang publik seperti CFD merupakan bagian dari upaya menghadirkan titik-titik aktivitas baru di tengah kawasan perkotaan.

Dalam perspektif penataan kota, pendekatan tersebut dikenal sebagai akupunktur kota, yakni menghidupkan titik tertentu melalui intervensi yang mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, Jalan Rusa tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan warga untuk membangun interaksi sosial, mempererat kebersamaan, serta menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini memang sangat penting kita membuka ruang-ruang. Kalau dalam istilah tata kotanya adalah akupunktur kota,” tuturnya.

“Sehingga terbuka ruang-ruang interaksi yang harus mempertemukan masyarakat dengan masyarakat yang ada untuk bagaimana memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar,” sambung politisi Partai Demokrat itu.

Ia juga mengimbau Camat, Lurah, serta para ketua RT dan RW untuk menghadirkan kegiatan edukatif secara rutin setiap pekan.

Dengan begitu, CFD tidak hanya menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Appi mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Dia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama, termasuk pedagang dan pengunjung.

“Jangan setelah acara ini sampai jam 10.00, sampahnya masih berserakan di mana-mana. Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Appi juga meminta para pedagang makanan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk yang dijual agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar CFD tidak menjadi ruang konflik atau perebutan lapak antarpedagang.

Dikatakan, pengaturan los harus dilakukan secara tertib dan adil sehingga seluruh pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang proporsional.

“Jangan tempat ini dijadikan tempat untuk saling jago-jagoan, tempat untuk berkelahi. Kalau itu terjadi, saya akan langsung tutup kegiatan ini,” pesan Ketua IKA FH Unhas itu.

Ia turut meminta panitia mengatur posisi lapak agar tidak menghalangi arus pejalan kaki. Jalur evakuasi harus tetap tersedia, termasuk akses bagi ambulans dan kendaraan darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Munafri juga mengingatkan bahwa sesuai konsep Car Free Day, kendaraan tidak diperbolehkan melintas di kawasan tersebut selama jam pelaksanaan yang telah ditentukan.

Pada kesempatan itu, Appi menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Rusa, karena telah memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberlanjutan CFD sangat bergantung pada keterlibatan dan rasa memiliki seluruh masyarakat.

“Ini adalah tempat kita bersama. Tidak ada yang bisa menjaga tempat ini kalau bukan kita. Maka dari itu, mari kita menjaga tempat ini, menjaga acaranya setiap minggu berjalan dengan kondusif,” tuturnya.

Dia menambahkan, melalui CFD Jalan Rusa, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, penertiban bukan menjadi akhir bagi aktivitas usaha para PKL, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang berjualan yang lebih tertata, sekaligus mendorong UMKM tumbuh dan berkembang.

“Saya berharap kawasan ini menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang mampu menyatukan aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu ruang kebersamaan,” tutup Appi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP Partai Golkar Yakin IAS Bisa Wujudkan Target Tambahan Kursi di Sulsel
Wali Kota Appi Sambangi RSUD Daya, Bagi Masker hingga Cek Ruangan Pasien
Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret
Angka Kemiskinan Sidrap Turun Menjadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
Mendagri Tunjuk Darmawangsyah Sebagai Plt Bupati Gowa, Husniah di PTDH
Pemkot Makassar Turun ke Sekolah, Lindungi Siswa dari Ancaman Kabut Asap
Cicu Imbau Warga Makassar Gunakan Masker di Tengah Buruknya Kualitas Udara
Cicu Turun ke Panakkukang, Serap Aspirasi Warga Lewat Pengawasan APBD Pemprov Sulsel
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:53 WITA

CFD di Jalan Rusa Jadi Ruang Ekonomi Baru, Appi: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:25 WITA

DPP Partai Golkar Yakin IAS Bisa Wujudkan Target Tambahan Kursi di Sulsel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:19 WITA

Wali Kota Appi Sambangi RSUD Daya, Bagi Masker hingga Cek Ruangan Pasien

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Wali Kota Makassar Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Bergerak Siapkan Solusi Konkret

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:08 WITA

Angka Kemiskinan Sidrap Turun Menjadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel

Berita Terbaru