Kategori: Nasional

  • Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Pantau Persiapan Pemilu 2024 di Bone

    Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Pantau Persiapan Pemilu 2024 di Bone

    JEJAKNEWS.id, Bone- Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, terus berkeliling ke kabupaten dan kota untuk meninjau persiapan Pemilu 2024 di Sulsel. Termasuk hari ini di Kabupaten Bone, Jumat, 12 Januari 2024.

    Bahtiar Baharuddin menyampaikan, hal ini sesuai dengan Perintah Presiden, agar pemerintah daerah dituntut untuk memberi perhatian penuh terhadap suksesi Pemilu 2024. Ia didampingi oleh Pj Bupati Bone, Islamuddin.

    “Salah satunya mendukung dan memastikan ketersediaan logistik Pemilu sesuai dengan tahapan dan waktu yang telah direncanakan,” kata Bahtiar.

    Surat suara yang lengkap hingga puncak pemilihan harus dipastikan tersedia. “Logistik Pemilu relatif lengkap,” sebutnya.

    Yang perlu diantisipasi, kata Bahtiar, adalah mobilisasi ke TPS karena Bone memiliki daerah luas dan terdapat daerah terpencil.

    “Ternyata saya tanya Ketua KPU sudah punya plan b dan c, mungkin mobilisasi lebih awal dengan pengamanan,” ungkapnya.

    Ia juga mengimbau kepada masing-masing kepala daerah di Sulsel untuk menyurat ke Pemprov Sulsel jika memiliki kendala dalam penyebaran surat suara ke daerah terdalam atau terluar. Termasuk dengan menyiapkan Biaya Tak Terduga (BTT).

    “Tugas kami mendukung, tapi KPU dan Bawaslu juga aktif melaporkan kekurangan yang perlu dipenuhi,” imbuhnya.

    Sementara, Ketua KPU Bone, Yusran Tajuddin, menyampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu surat suara DPRD Provinsi dan Kabupaten, yang rencananya akan segera tiba di KPU Bone.

    Untuk Kabupaten Bone, jumlah surat suaranya 600.521 setiap tingkatannya. “Ini sudah termasuk dua persen surat suara cadangan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, dalam penyortiran surat suara untuk Pilpres dan DPD ditemukan ada yang robek, buram dan memiliki bercak tinta. Surat suara Pilpres ada 148 lembar, sedangkan DPD 138 lembar.

  • Predikat Baik, Indeks SPBE Pemprov Sulsel Tahun 2023 Meningkat

    Predikat Baik, Indeks SPBE Pemprov Sulsel Tahun 2023 Meningkat

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2023 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan. Meraih predikat baik dengan nilai 3,09 poin.

    Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2023.

    Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, indeks SPBE Pemprov Sulsel terus meningkat. Jika tahun 2021 meraih nilai 2,05 poin atau predikat cukup, tahun 2022 dengan nilai 2,35 atau predikat cukup.

    Untuk kali pertamanya, Pemprov Sulsel berpredikat Baik untuk implementasi pemerintahan berbasis digital atau elektronik dengan indikator penilaian 47 indikator.

    “Alhamdulillah, indeks penerapan SPBE Pemprov Sulsel tahun 2023 berpredikat baik dengan nilai 3,09. Hal ini tidak lepas dukungan seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam mewujudkan digitalisasi layanan pemerintahan yang berjalan efektif dan efisien,” ungkap Kepala Dinas Kominfo-SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra, Sabtu, 13 Januari 2024.

    Pemprov Sulsel, kata dia, akan terus meningkatkan inovasi dalam hal pelayanan publik secara digital. Untuk tahun 2024 ini, Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulsel telah melakukan integrasi tanda tangan elektronik (TTE) terhadap enam aplikasi layanan digital Pemprov Sulsel. Diantaranya smart office, ecatalog Baju Bodo, aplikasi sejuta ikan, layanan kenaikan pangkat di BKD, layanan keuangan dan lain sebagainya.

    Penilaian Indeks SPBE ini dilakukan oleh Kemenpan-RB secara rutin di setiap tahunnya. Untuk tahun 2023 penilaian ini
    melalui serangkaian tahapan yang diawali Penilaian Mandiri oleh masing-masing IPPD.

    Setelah itu, dilanjutkan tahapan Penilaian Eksternal melalui Penilaian Dokumen, Penilaian Interviu, dan Penilaian Visitasi (IPPD tertentu).

    “Hasil akhir yang memuat nilai Indeks SPBE beserta predikatnya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2024 tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2023,” ungkapnya.

    Sekadar diketahui, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang disingkat SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE secara terintegrasi. SPBE bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik juga diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik.

    Pada lembaga pemerintahan daerah, Diskominfo sebagai leading sector untuk penerapan SPBE di masing-masing instansi pemerintah daerah. Dengan tim koordinasi di dalamnya seperti Biro Organisasi, Bappeda, Keuangan, dan lain sebagainya.

    Hal yang menjadikan Pemprov Sulsel mengalami kenaikan indeks SPBE antara lain, peta rencana pembangunan arsitektur SPBE, tata kelola implementasi SPBE, manajemen dan sistem layanan yang mengarah pada digitalisasi, baik layanan antar pegawai maupun layanan antar pemerintah dengan masyarakat atau bisnis.

  • Jalan Sehat HUT PGRI, Ribuan Guru Antusias Sambut Pj Gubernur Bahtiar

    Jalan Sehat HUT PGRI, Ribuan Guru Antusias Sambut Pj Gubernur Bahtiar

    JEJAKNEWS.id, Enrekang,- Ribuan guru di Bumi Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, antusias menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, yang ikut jalan sehat Hari Ulang Tahun PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional, Sabtu, 13 Sabtu 2024.

    Hadir juga Anggota DPR RI Mitra Fakhruddin, Kepala OJK Sulselbar dan Forkopimda Enrekang. Peserta start dari Alun-alun Abu Bakar Lambogo-Jalan Lasinrang-Jembatan Lama-Rujab Bupati-Jalan Wolter Monginsidi-Jalan Pahlawan (Kodim)-Jalan Arif Rahman Hakim-Jembatan Baru-Patung Sapi dan finish kembali di Alun-alun Abu Bakar Lambogo. Sejumlah hadiah disediakan pada acara ini.

    Pj Bupati Enrekang, Baba, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur Sulsel, yang memberikan perhatian besar kepada Enrekang selama ini.

    “Ini kegiatan jalan santai paling ramai, rutenya sangat panjang. Harapannya guru-guru kita semakin solid dan makin sehat,” kata Baba.

    Sementara, Pj Gubernur Bahtiar, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada guru-guru di Enrekang.

    “Saya mengucapkan selamat atas hari spesial ini kepada guru di seluruh Indonesia, khususnya yang di Enrekang. Selamat Hari PGRI dan Hari Guru Nasional,” ucapnya.

    Sulsel, kata Bahtiar, adalah sumber SDM di Indonesia. Ia ingin kualitas SDM di Sulsel dengan bantuan guru semakin meningkat. Lembaga pendidikan harus menjadi jembatan antara manusia dan alam tempatnya hidup, untuk memperbaiki kehidupan manusia dan alamnya.

    “Guru tidak boleh lagi mengelola pendidikan dengan cara lama. PR kita, bagaimana membangun ilmu pengetahuan ini dengan manusia yang hidup di Enrekang. Supaya stunting bisa kita turunkan, pengangguran bisa kita atasi,” ujarnya.

    Pada momentum ini, Pj Gubernur Bahtiar berkesempatan mengundi hadiah doorprize untuk peserta. Ia juga mendatangi stand setiap kecamatan, dimana para guru menampilkan kreasi menu dari kecamatan masing-masing.

    “Alhamdulillah kita jalan sehat bersama Bapak Gubernur dan beliau mau mengunjungi stand satu-satu menanyakan kondisi kami para guru,” kata Rabiah Abu Bakar, salah seorang guru.

    Sedangkan, Kepala TK Aba Curio Rosmawati juga berinteraksi langsung dengan Pj Gubernur Sulsel.

    “Pak Gubernur tanya nama kampung dan menu dari Kecamatan Curio. Ada Kandoa, Bandang Lojo. Alhamdulillah katanya luar biasa bandangnya, bahannya dari ubi,” sebutnya.

  • Gelar Pangan Murah di Enrekang, Bulog Siapkan Stok Tidak Terbatas

    Gelar Pangan Murah di Enrekang, Bulog Siapkan Stok Tidak Terbatas

    JEJAKNEWS.id, Enrekang, – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan Pj Bupati Enrekang, Baba, memantau pelaksanaan Gelar Pangan Murah oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Enrekang dan Pasar Murah Bulog, di Alun-alun Abu Bakar Lambogo Enrekang, Sabtu, 13 Sabtu 2024.

    Harga pangan yang murah membuat kegiatan ini diserbu oleh masyarakat.

    “Saya sebagai warga masyarakat senang sekali dengan pasar murah ini, semoga ke depannya selalu ada. Saya beli bawang merah, buncis, wortel. Ini murah,” kata Hikmah Wati.

    “Terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati mengadakan pasar murah ini,” sebut Rahmah.

    Di pasar murah ini, telur dijual Rp46 ribu per rak, bawang merah Rp30 ribu per kg, alpokat Rp18 ribu kg, cabai merah Rp30 ribu per kg dan buncis Rp5 ribu per kg.

    Sedangkan dari Bulog, tepung terigu Rp10.500 per kg, gula pasir Rp14.000 per liter, Minyakita Rp14.000, beras Rp54.000 per 5 kg.

    Pimpinan Cabang Bulog Sidrap (Area Sidrap, Soppeng dan Enrekang), Anwar Halim, menyampaikan, hadirnya pasar dan pangan murah ini untuk menekan inflasi dan bagaimana masyarakat biasa bisa membeli harga di bawah harga eceran tertinggi.

    “Kalau beras kami tidak terbatas sediakan, begitu juga dengan gula, minyak dan terigu semua ada,” kata Anwar.

  • Perjuangan PJ Gubernur Gelakkan Pisang Cavendish Dari Desa ke Desa Hingga Jalan Kaki Lewati Titian Bambu

    Perjuangan PJ Gubernur Gelakkan Pisang Cavendish Dari Desa ke Desa Hingga Jalan Kaki Lewati Titian Bambu

    JEJAKNEWS.id, Bone,- Tekad Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, menjadikan Provinsi Sulsel sebagai penghasil pisang terbesar di dunia, tak terbendung. Dari desa ke desa, melalui medan berlumpur dan berbatu, hingga berjalan kaki melewati titian bambu, ia jalani demi memasyarakatkan pisang cavendish.

    Empat bulan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar konsisten dalam menjalankan delapan program prioritasnya, khususnya di bidang ketahanan pangan. Budidaya pisang cavendish, sukun, dan nangka madu, diyakininya bisa menyelesaikan sejumlah persoalan di masyarakat. Mulai dari stunting, kemiskinan, hingga pengangguran.

    Konsistensi dan komitmen ditunjukkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri ini, dengan turun ke desa-desa dan kelurahan, di 24 kabupaten kota se Sulsel. Ia bahkan mengunjungi desa terpencil, yang sangat sulit diakses dan tanpa jaringan telekomunikasi. Salah satunya, Desa Bontocani di Kabupaten Bone.

    Bahtiar lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya di daerah dibandingkan di Kota Makassar. I memberi contoh agar pejabat Pemprov Sulsel banyak turun ke lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    Kamis, 11 Januari 2024, Bahtiar yang baru saja menghadiri sejumlah kegiatan di Kabupaten Sidrap dan Wajo, tiba di Desa Ulaweng Riaja, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, untuk melakukan penanaman budidaya pisang Cavendish. Karena perjalanan yang cukup jauh, kegiatan tersebut diagendakan di sore hari.

    Bahtiar dan rombongan tiba jelang Magrib. Di awal perjalanan menuju lokasi penanaman, Bahtiar menaiki dompeng. Kemudian berjalan kaki, melalui jalan tani dan jalan tanah sejauh 300 meter. Dengan penerangan yang terbatas, juga harus melewati titian dari bambu.

    Saat tiba, ia terkesima dengan tanaman pisang Cavendish yang sudah ditanam oleh Abdul Hafid Mappatoba bersama kelompok tani Tani Mitra Utama 1 di desa ini. Awalnya dari enam bibit yang dibeli online, kini jadi ribuan. Hamparan pohon pisang cavendish dan pisang lainnya begitu indah.

    “Bapak Abdul Hafid ini adalah kepala sekolah dan penceramah juga. Wah, beliau paham Al Qur’an Surah Al Waqi’ah. Ayo kita tanam,” ucap Bahtiar sebelum penanaman pisang cavendish.

    Selanjutnya dalam perjalanan pulang, kendaraan dompeng tadi tidak dapat memutar arah dan keluar dari jalan, meskipun petugas keamanan bersama warga telah mengusahakan. Bahtiar bersama Pj Bupati Bone kemudian memutuskan untuk berjalan kaki saja.

    Sebelumnya di Bone, Bahtiar juga melakukan perjalanan jauh lewat darat untuk menggalakkan Program Ketahanan Pangan, melakukan penanaman pisang cavendish dan sukun di Desa Bonto Masunggu, Kecamatan Tellulimpoe.

    Berbatasan langsung dengan Maros sebelah timur, Kabupaten Pangkep sebelah selatan dan Kabupaten Barru di sebelah barat dan utara. Dari Kota Makassar berjarak 78 km dan dari Kota Watampone (Kabupaten Bone) lebih jauh lagi 90 km. Desa ini memiliki keindahan alam yang luar biasa dengan banyak air terjun.

    Namun di tengah perjalanan menemui jalan yang terputus dan belum selesai. Bahtiar bersama rombongan turun langsung mengangkut material batu agar jalan bisa dilalui. Penanaman juga dilakukan jelang Magrib dan baru bisa kembali dan sampai di jalan utama desa di malam hari.

    “Kampung masyarakat kita di sini yang sangat terpencil. Kita melakukan perjalanan ini juga untuk mengetahui kondisi Sulsel yang luas sekali wilayahnya, dan potensi alamnya luar biasa sekali,” sebut Bahtiar saat itu.

    Berbagai jenis tanaman hortikultura digalakkannya. Bukan hanya pisang Cavendish, tetapi juga sukun, nangka, nanas, cabai, dan timun.

  • Di Sidrap, BPS Puji Penanganan Inflasi Pj Gubernur Sulsel

    Di Sidrap, BPS Puji Penanganan Inflasi Pj Gubernur Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Sidarap, – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Aryanto, memuji penanganan inflasi yang dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Berkat langkah-langkah yang dilakukan, inflasi Sulsel terjaga dibawah 3 persen.

    Hal tersebut disampaikan Aryanto di sela Silaturahmi Pj Gubernur Sulsel dengan Pemerintah Daerah, Forkopimda, KPU, Bawaslu, dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sidrap, di Aula SKPD Kantor Bupati Sidrap, Kamis, 11 Januari 2024. Silaturahmi ini juga dihadiri oleh Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad Kepala OJK Sulselbar dan Darwisman.

    “Penangan inflasi di Sulsel di bawah kepemimpinan Bahtiar Baharuddin terjaga dengan baik, di bawah tiga persen. Salah satunya juga berkat dukungan Kabupaten Sidrap,” kata Aryanto.

    Diketahui Inflasi secara year on year (YoY) pada Sulsel Bulan Desember 2023 sebesar 2,81 persen, sementara Bulan November 2,79 persen. Penanganan inflasi Sulsel juga salah satu yang terbaik di Indonesia.

    “Salah satu upaya untuk menangani inflasi adalah bagaimana meningkatkan suplai pada komoditi-komoditi penyumbang inflasi,” ujarnya.

    Sementara, Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, dalam kesempatan tersebut, memaparkan perkembangan industri keuangan di Sulsel. Ia menjelaskan, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan tingkat risiko yang terjaga. Kredit yang disalurkan tercatat tumbuh 12,63 persen yoy dengan nominal mencapai Rp155,9 triliun.

    “Warga Sidrap juga patuh memenuhi kewajibannya, sehingga tumbuh positif,” katanya.

    Sedangkan, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, Sidrap dikenal sebagai raksasa pangan di Sulsel. Terkenal sebagai penghasil beras dan telur. Selain itu, juga memiliki hewan khas yakni ayam ketawa.

    “Maka ini harus ditulis dengan baik, termasuk sejarahnya,” ujarnya.

    Di akhir sambutannya pada Silaturahmi tersebut, Pj Gubernur Bahtiar menyampaikan pappaseng atau petuah. Laoni mai to siattinglima tositonra ola tessibelleang. Yang artinya, mari kita bergandengan tangan berjalan seiring tanpa saling mengkhianati.

  • Perkuat Struktur Organisasi, Ketua TP PKK Makassar Lantik 12 Ketua TP PKK Kecamatan

    Perkuat Struktur Organisasi, Ketua TP PKK Makassar Lantik 12 Ketua TP PKK Kecamatan

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail secara resmi melantik 12 Ketua TP PKK Kecamatan, di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Kamis (11/01/2024).

    Pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), para camat, hingga jajaran pengurus dan anggota PKK Kota Makassar dan PKK Kecamatan.

    Adapun ke-12 Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik yakni Ketua TP PKK Kecamatan Tallo, Bontoala, Ujung Tanah, Wajo, Kepulauan Sangkarrang, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, Manggala, Mamajang, Mariso, dan Makassar.

    Indira Yusuf Ismail berujar bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang mengikuti perombakan camat yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto belum lama ini.

    “Rotasi ini adalah hal yang biasa. Hari ini ada yang dilantik menjabat baru, ada juga yang lama tetap. Saya mengucapkan selamat kepada yang baru dilantik dan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kecamatan sebelumnya,” ucap Indira.

    Indira juga menyampaikan bahwa pelantikan ini adalah langkah strategis dalam rangka memperkuat organisasi PKK di tingkat kecamatan dalam menyokong program Pemerintah Kota Makassar.

    Dia menekankan pentingnya peran TP PKK dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

    Indira juga mengingatkan kepada para ketua yang baru dilantik untuk bekerja keras dan berinovasi dalam menjalankan program-program PKK di kecamatan masing-masing.

    “Banyak tugas besar menanti kita ke depan. Semua harus dievaluasi, yang dilakukan sebelumnya perlu penyempurnaan. Ketua PKK Kecamatan tentu harus membantu tugas para camat untuk menyempurnakan kota kita,” pungkasnya.

    Pelantikan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai awal dari kerja keras serta dedikasi para ketua TP PKK kecamatan yang baru.

    Dengan visi dan misi yang jelas, mereka diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mengatasi berbagai tantangan sosial dan mendorong pemberdayaan masyarakat di kecamatan masing-masing. (*)

  • Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Dukung Pj Gubernur Sulsel Lahirkan Pengusaha Muda

    Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Dukung Pj Gubernur Sulsel Lahirkan Pengusaha Muda

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Sulsel menemui Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, di Kantor Gubernur, Rabu, 10 Januari 2024, untuk bersilaturahmi. Mereka menyatakan dukungannya terhadap program budidaya pisang cavendish, untuk melahirkan entrepreneur atau pengusaha muda.

    Ketua Badko HMI Sulselbar, Ikram Rifqi, menyampaikan, melalui silaturahmi ini ia mengajak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk bisa saling bersinergi dengan pemuda. Termasuk dalam hal ini menyukseskan program atau kebijakan Pj Gubernur Sulsel, khususnya dalam membangun ekosistem enterpreneur di masyarakat.

    “Terutama anak muda hari ini perlu ada stimulan untuk hal tersebut. Salah satunya menanam pisang cavendish, itu salah satu program menanam yang sepertinya sangat bisa ditangkap baik anak muda hari ini. Bagaimana menjadi penyambung ke petani atau mereka langsung yang bertani,” ujar Ikram.

    Ia mengatakan, Kelompok Mahasiswa Cipayung ke depan akan memiliki kebun percontohan dan siap dibantu dengan bibit. “Dan Insya Allah kami Cipayung akan menyiapkan dengan segera lahan itu,” ujarnya.

    Selain itu, dari Cipayung Plus mendorong hadirnya Pemilu Damai. Mereka sangat menolak polarisasi agama, identitas dan sebagainya.

    “Karena di Cipayung Plus terdiri dari berbagai macam agama dan ini kita harus meminimalisir isu-isu tersebut. Dan itu komitmen kami, semoga ke depannya kita bisa deklarasi damai Pemilu di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

    Sementara, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dalam silaturahmi ini sekaligus berdiskusi terkait kebijakannya dalam memimpin Sulsel, bagaimana peran dan keterlibatan pemuda berkontribusi untuk Sulsel dan mendorong agenda Pemilu Damai di Sulsel.

    “Saya berterima kasih kawan-kawan sudah berdialog dan menyampaikan gagasannya. Terima kasih diawali dengan narasi positif yang baik akan program pemerintah,” kata Bahtiar.

    Diantara delapan program prioritas yang disampaikan Bahtiar, terkait ketahanan pangan. Diantaranya, melalui budidaya pisang cavendish, nangka, nanas, sukun dan hortikultura lainnya yang bernilai ekonomis. Termasuk dengan bidang peternakan dan perikanan.

    “Kalau kawan-kawan mau ikut program kami silahkan, termasuk untuk bantuan bibit dan benih. Saya mau teman-teman ini menjadi enterprenuer, menjadi petani, jadi keren, tidak harus punya lahan banyak,” imbuhnya.

    Bahtiar juga menyampaikan senantiasa terbuka menerima masukan dan kritikan atas kebijakannya dalam memimpin Sulsel.

    Hadir dalam agenda silaturahmi tersebut dari unsur GMNI Sulsel, PMKRI Sulsel, GMKI Sulsel, Semmi Sulsel, IMM Sulsel, KMhDi Sulsel, KAMMI Sulsel, LMND Sulsel, PMII Sulsel. Sedangkan Pj Gubernur didampingi Asisten 1, Kepala BPSDM, Kadisdik, Kasatpol PP, Karo Pemerintahan dan Plt Kepala Kesbangpol.

  • Kreativitas Petani Desa Buae Sidrap, Tanam Pisang Cavendish Tumpang Sari dengan Kacang Tanah

    Kreativitas Petani Desa Buae Sidrap, Tanam Pisang Cavendish Tumpang Sari dengan Kacang Tanah

    JEJAKNEWS.id, Sidarap, – Berbeda dengan daerah lainnya dalam program budidaya pisang Cavendish di Sulawesi Selatan (Sulsel). Petani di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, mengembangkan pisang cavendish dengan cara kreatif, melalui tumpang sari tanaman kacang.

    Bagi mereka, bertani pisang sangat menjanjikan karena menanam pisang satu kali bisa panen seterusnya. Sebab pisang tidak akan mati sebelum dia berbuah dan memiliki anak atau tunas terlebih dahulu. Harganya di pasaran, khususnya Cavendish juga tinggi.

    “Ini menjanjikan saya lihat. Mudah-mudahan ekonomi masyarakat Desa Buae ini bisa meningkat dengan tanam pisang Cavendish ini,” kata salah satu petani, La Mallepe, di sela kunjungan kerja Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, di Kabupaten Sidrap, Kamis, 11 Januari 2024.

    Namun, menunggu untung dari hasil panen pisang dibutuhkan paling tidak hingga delapan bulan untuk panen perdana. Sehingga perlu memiliki kecerdasan dan kreativitas untuk mendapatkan hasil. Strateginya melalui pola tanam pohon.

    “Ada kacang tanah, jagung dan merealisasikan program Pak Gubernur, termasuk dengan tumpang sari seperti yang dilakukan sekarang,” kata Kepala Desa Buae, Laupe Umar.

    Sementara, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyatakan, kegiatan ini melanjutkan program ketahanan dan kedaulatan pangan.

    “Bahwa kita mendukung pengembangan tanaman padi, jagung, yang ada di Sulsel, apalagi Sidrap ini lumbungnya,” ucapnya.

    Bahtiar sendiri bersama Pj Bupati Sidrap, Kepala OJK Sulselbar, serta Kepala BPS Sulsel hadir langsung melakukan penanaman.

    “Kami bawa teman-teman OJK dan BPS. Kita perlihatkan beberapa peluang ekonomi yang bisa kita masyarakatkan, termasuk budidaya pisang Cavendish,” sebutnya.

    “Tadi keren juga pakai tanaman sela, tanaman kacang, saya tanya bermasalah atau tidak nanti, katanya tidak. Wah keren juga itu, memang kalau soal tanam menanam, Sidenreng ini jagonya,” pungkasnya.

  • Pj Gubernur Sulsel Keluarkan Surat Edaran Pembentukan TPAKD Hingga Tingkat Desa dan Kelurahan

    Pj Gubernur Sulsel Keluarkan Surat Edaran Pembentukan TPAKD Hingga Tingkat Desa dan Kelurahan

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Dalam rangka percepatan akses keuangan daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin menerbitkan Surat Edaran tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tingkat Kabupaten/Kota/Kecamatan/Desa/Kelurahan. Surat Edaran ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ada empat poin yang disampaikan dalam Surat Edaran tersebut. Pertama, dalam rangka menggerakkan ekonomi kerakyatan terutama di bidang kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan, Bank Himbara (BRI, Mandiri, BMI, BTN, Bank Syariah lndonesia dan Bank Sulselbar) telah dan akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat.

    Kedua, sasaran KUR tersebut antara lain untuk budidaya pisang cavendish, budi daya cabai, nanas, semangka, bawang merah, bawang puth, peternakan ayam, tambak ikan/udang, rumput laut, tambak ikan nila (air tawar), keramba ikan, rumah ikan (terumbu karang buatan/rumpon ikan), paggaddeng bale/juku serta UMKM terkait.

    Ketiga, untuk mendorong percepatan penyerapan KUR tahun 2024, diharapkan Вupati dan Wali Kota segera mengambil langkah-langkah untuk membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tingkat Kabupaten/Kota/Kecamatan/ Desa/ Kelurahan.

    Keempat, diharapkan TPAKD tersebut melibatkan Bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, Bank Syariah lndonesia dan Bank Sulselbar) yang berada di kabupaten/kota masing-masing.

    Surat Edaran tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, dan pimpinan Bank Himbara di Makassar.