Pj Gubernur Sulsel Harap Saudagar Tana Luwu Pulang Kampung Berinvestasi

- Redaksi

Selasa, 23 Januari 2024 - 13:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.id, Lutra – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, berharap agar para saudagar Tana Luwu dimanapun berada, bisa pulang membangun kampung halamannya dengan berinvestasi. Apalagi, Tana Luwu sangat potensial untuk dikembangkan, karena memiliki sumber daya alam yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan Bahtiar pada acara Temu Saudagar Tana Luwu, di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Senin malam, 22 Januari 2024. Temu saudagar ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah di Sulawesi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Kolaka, Kolaka Utara, Kota Palopo dan tentunya Pj Gubernur Sulsel serta Bank Sulselbar juga PT Vale Indonesia memaparkan masing-masing potensi investasi di sektor pertanian, perikanan terutama pertambangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pj Gubernur Bahtiar, semua kepala daerah wajib bisa menguasai peta pembangunan daerah masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, peternakan serta pertambangan.

Tiga sektor tersebut merupakan potensi bisnis yang menjanjikan untuk memungkinkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tana Luwu ini.

“Saat ini Indonesia mulai melakukan gerakan menuju Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Untuk meraih Indonesia emas, mulai dari pendapatan rata-rata masyarakat seluruh Indonesia harus Rp12 juta per bulannya,” ungkap Bahtiar.

Khusus Provinsi Sulsel, saat ini rata-rata pendapatan masyarakatnya masih rendah. Kecuali Luwu Timur sudah mencapai Rp7 juta per bulannya.

“Rata-rata pendapatan masyarakat Luwu Timur sekarang sudah mencapai Rp7 juta per bulannya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Bahtiar, investor harus diberi kemudahan agar berlomba-lomba masuk berinvestasi di Tana Luwu dan seluruh daerah di Sulsel, agar bisa mencapai target Indonesia emas di tahun 2045 kelak. Sektor pertanian harus diperbaiki mulai dari alat pertanian sampai pada menanam komoditi yang lebih kecil biaya dan besar keuntungan seperti pisang cavendish, sukun, durian dan masih banyak lagi. Demikian juga sektor kelautan dan perikanan, hingga pertambangan.

“Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kolaka dan Kolaka Utara ini adalah daerah yang sangat potensial di sektor industri pertambangan dan smelter,” tambahnya.

Lebih jauh ia menyampaikan banyak hal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satunya perbankan dalam hal ini Bank Sulselbar, Mandiri, BRI, BNI, BSI dan Bank BTN sudah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa anggunan kalau di bawah Rp100 juta.

“Ini ada KUR dari Bank Sulselbar, BRI, Mandiri, BSI, BNI dan Bank BTN yang akan menyalurkan KUR untuk modal usaha semua sektor, termasuk sektor pertanian,” tuturnya.

Sementara, Bupati Luwu Timur, Budiman, mengakui pendapatan masyarakat Luwu Timur masih dominan di sektor pertanian dan pertambangan, kemudian disusul sektor perikanan dan sektor lainnya.

“Pendapatan masyarakat kami di Luwu Timur Pak Gubernur masih sektor pertanian, sektor pertambangan dan perikanan yang mendominasi,” tuturnya.

Iapun berterima kasih atas kehadiran para kepala daerah di Luwu Timur, sebagai bentuk kecintaan terhadap Tana Luwu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026
Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026
Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Filosofi Pappaseng Berpadu dengan Desain Modern
Tim Efektif KATALIS KDKMP Turun ke Bontolangkasa Selatan, Pacu Koperasi Jadi Produktif
Ni’matullah: Politik Jangan Dipandang Kotor, Tugasnya Mengelola Kekuasaan dan Mendistribusikan Keadilan
Bapemperda DPRD Sulsel Konsultasikan Ranperda Perlindungan Pekerja Migran ke Kementerian
Wali Kota Appi Minta Tripartit Rutin Duduk Bersama Tiap Bulan, Bahas Upah Pekerja
Appi Tekankan Kepala Sekolah Harus Adaptif, Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:58 WITA

Dari Cora’ La’ba hingga Sarung Basah, Dekranasda Makassar Bawa Ragam Kriya ke INACRAFT 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WITA

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Filosofi Pappaseng Berpadu dengan Desain Modern

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11 WITA

Tim Efektif KATALIS KDKMP Turun ke Bontolangkasa Selatan, Pacu Koperasi Jadi Produktif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:05 WITA

Ni’matullah: Politik Jangan Dipandang Kotor, Tugasnya Mengelola Kekuasaan dan Mendistribusikan Keadilan

Berita Terbaru