Kategori: Nasional

  • Logistik Pemilu di Luwu Timur Aman, Satu TPS di Blank Spot Area

    Logistik Pemilu di Luwu Timur Aman, Satu TPS di Blank Spot Area

    JEJAKNEWS.id, Lutim, – Logistik Pemilu di Kabupaten Luwu Timur sudah dalam kondisi aman. Gudang logistiknya juga representatif, dan aman dari banjir.

    “Gudang logistiknya bagus aman, dari hujan air segala macam. Yang kedua seluruh tahapan sudah proses,” ujar Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, usai meninjau Gudang Logistik KPU Luwu Timur, Senin, 22 Januari 2024, bersama Bupati dan Wakil Bupati, Ketua KPU, Bawaslu dan Forkopimda Luwu Timur.

    Menurut Bahtiar, hampir semua daerah di Luwu Timur aman, semua bisa dilalui. Khusus jaringan internet semua aman, meskipun ada satu TPS yang tidak memiliki sinyal, tapi ada di kantor desanya.

    “Luwu Timur hampir tidak ada daerah yang terlalu berat. Jadi semua terjangkau kendaraan, melalui laut, di danau itu maupun daratan, kemudian signal semua kantor desa ada, hanya ada satu di TPS yang tidak ada signal, tapi kantor desanya punya signal. Jadi semua siap, dari sisi pengamanan juga siap,” jelas Bahtiar.

    Dari segi keamanan, semua dipastikan terkendali oleh Kapolres Luwu Timur dan seluruh tim keamanan lainnya. Kemudian dari KPU dan Bawaslu semua aman dan terkendali juga.

    “Dari Pak Kapolres mengontrol tidak ada kendala. Pak Bupati juga menyiapkan apapun yang menjadi kebutuhan kawan-kawan KPU di Luwu Timur, Pak bupati siap bantu,” beber Bahtiar.

  • Pj Gubernur Sulsel Harap Saudagar Tana Luwu Pulang Kampung Berinvestasi

    Pj Gubernur Sulsel Harap Saudagar Tana Luwu Pulang Kampung Berinvestasi

    JEJAKNEWS.id, Lutra – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, berharap agar para saudagar Tana Luwu dimanapun berada, bisa pulang membangun kampung halamannya dengan berinvestasi. Apalagi, Tana Luwu sangat potensial untuk dikembangkan, karena memiliki sumber daya alam yang luar biasa.

    Hal tersebut disampaikan Bahtiar pada acara Temu Saudagar Tana Luwu, di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Senin malam, 22 Januari 2024. Temu saudagar ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah di Sulawesi.

    Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Kolaka, Kolaka Utara, Kota Palopo dan tentunya Pj Gubernur Sulsel serta Bank Sulselbar juga PT Vale Indonesia memaparkan masing-masing potensi investasi di sektor pertanian, perikanan terutama pertambangan.

    Menurut Pj Gubernur Bahtiar, semua kepala daerah wajib bisa menguasai peta pembangunan daerah masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, peternakan serta pertambangan.

    Tiga sektor tersebut merupakan potensi bisnis yang menjanjikan untuk memungkinkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tana Luwu ini.

    “Saat ini Indonesia mulai melakukan gerakan menuju Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Untuk meraih Indonesia emas, mulai dari pendapatan rata-rata masyarakat seluruh Indonesia harus Rp12 juta per bulannya,” ungkap Bahtiar.

    Khusus Provinsi Sulsel, saat ini rata-rata pendapatan masyarakatnya masih rendah. Kecuali Luwu Timur sudah mencapai Rp7 juta per bulannya.

    “Rata-rata pendapatan masyarakat Luwu Timur sekarang sudah mencapai Rp7 juta per bulannya,” ungkapnya.

    Untuk itu, kata Bahtiar, investor harus diberi kemudahan agar berlomba-lomba masuk berinvestasi di Tana Luwu dan seluruh daerah di Sulsel, agar bisa mencapai target Indonesia emas di tahun 2045 kelak. Sektor pertanian harus diperbaiki mulai dari alat pertanian sampai pada menanam komoditi yang lebih kecil biaya dan besar keuntungan seperti pisang cavendish, sukun, durian dan masih banyak lagi. Demikian juga sektor kelautan dan perikanan, hingga pertambangan.

    “Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kolaka dan Kolaka Utara ini adalah daerah yang sangat potensial di sektor industri pertambangan dan smelter,” tambahnya.

    Lebih jauh ia menyampaikan banyak hal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satunya perbankan dalam hal ini Bank Sulselbar, Mandiri, BRI, BNI, BSI dan Bank BTN sudah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa anggunan kalau di bawah Rp100 juta.

    “Ini ada KUR dari Bank Sulselbar, BRI, Mandiri, BSI, BNI dan Bank BTN yang akan menyalurkan KUR untuk modal usaha semua sektor, termasuk sektor pertanian,” tuturnya.

    Sementara, Bupati Luwu Timur, Budiman, mengakui pendapatan masyarakat Luwu Timur masih dominan di sektor pertanian dan pertambangan, kemudian disusul sektor perikanan dan sektor lainnya.

    “Pendapatan masyarakat kami di Luwu Timur Pak Gubernur masih sektor pertanian, sektor pertambangan dan perikanan yang mendominasi,” tuturnya.

    Iapun berterima kasih atas kehadiran para kepala daerah di Luwu Timur, sebagai bentuk kecintaan terhadap Tana Luwu

  • Sulsel Segera Miliki Rumah Sakit OJK Beroperasi Juli 2024

    Sulsel Segera Miliki Rumah Sakit OJK Beroperasi Juli 2024

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Provinsi Sulsel akan segera memiliki Rumah Sakit Khusus Jantung, Otak dan Kanker. Jika tidak ada kendala, rumah sakit yang sementara dibangun di Jalan Metro Tanjung Bunga Kota Makassar ini akan mulai beroperasi Bulan Juli 2024 mendatang.

    Hal tersebut terungkap dalam Refleksi Konsolidasi Program Kerja RS Vertikal Tahun 2024, yang dilaksanakan di Hotel The Rinra Kota Makassar, Sabtu, 20 Januari 2024. Kegiatan ini dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.

    Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Pj Gubernur Bahtiar memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementrian Kesehatan untuk Provinsi Sulsel. Dipilihnya Kota Makassar, Sulsel, sebagai lokasi pelaksanaan Refleksi Konsolidasi Program Kerja RS Vertikal Tahun 2024, merupakan bukti keseriusan Kementrian Kesehatan menjadikan wilayah ini sebagai pusat pengembangan dan edukasi, khususnya di bidang kesehatan.
    Termasuk upaya ke depan mengatasi ketimpangan infrastruktur di bidang kesehatan.

    “Di Sulsel juga saat ini sedang berlangsung Pembangunan RS UPT Vertikal di Makassar, yang didesain untuk dapat memberikan layanan komprehensif utamanya penyakit katastrofik secara paripurna (diagnostik, terapetik dan rehabilitatif). Sekaligus diciptakan untuk bersaing dengan rumah sakit lain di Kawasan Asia,” jelasnya.

    Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker, kata Bahtiar, juga diharapkan dapat mengurangi beban antrian layanan jantung, kanker dan stroke di wilayah Jawa, sekaligus memperluas jangkauan layanan dalam skala Nusantara. Jika tidak ada kendala, Bulan Juli 2024 ini sudah bisa beroperasi melayani masyarakat.

    Bahtiar menyatakan, Sulsel sebagai pintu Indonesia Timur, akses ke Sulawesi, Maluku dan Papua, sejatinya memperbaiki bidang kesehatan di Sulsel, berarti memperbaiki Indonesia.

    “Tugas kami semua, Pemerintah Provinsi Sulsel dan kabupaten/kota siap mendukung sepenuhnya kebijakan Bapak Menteri Kesehatan di bidang kesehatan,” ucapnya.

    Sementara, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, berharap rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas terbaik untuk Indonesia Timur. Ia juga mengapresiasi desain yang ada, demikian juga dengan lokasinya.

    “Ini rumah sakit vertikal (Makassar), cocoknya, pemilihan lokasi dan pemandangannya juga,” ucapnya.

    Pada kesempatan ini, penghargaan juga diberikan kepada rumah sakit terbaik Indonesia. Adapun Rumah Sakit Wahidin Meraih Penghargaan Terbaik 1 untuk Pendaftaran Online, Terbaik Ke-2 Rumah Sakit Pendidikan, dan Rumah Sakit Mata Makassar Meraih Penghargaan Waktu Tunggu Pelayanan Terbaik Ke-2.

    Selain Menteri Kesehatan, juga hadir Deputi Komisioner Bidang Pengawasan, Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila; Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya; Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyaki, Dr. dr. Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS; Inspektur Jenderal, drg. MURTI UTAMI, MPH, QGIA, CGCAE; Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM; Staf ahli Menteri bidang Desentralisasi Kesehatan
    Dr. Kirana Pritasari, M.Q.I.H dan Senior Executive Vice President Digital Bank Mandiri Sunarto Xie.

  • Pj Gubernur Bahtiar Serahkan Penghargaan ke Komunitas Bilah Pusaka, Yang Dilaksanakan di Gedung Mulo

    Pj Gubernur Bahtiar Serahkan Penghargaan ke Komunitas Bilah Pusaka, Yang Dilaksanakan di Gedung Mulo

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memberikan penghargaan kepada puluhan komunitas bilah pusaka yang ada di 24 kabupaten kota se Sulsel. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang turut melestarikan benda-benda pusaka yang memiliki sejarah dan keunikan masing-masing.

    Penghargaan tersebut diserahkan di sela-sela pelaksanaan Mulo Kreatif Kolaborasi 2024, yang dilaksanakan di Gedung Mulo Kota Makassar, Jumat malam, 19 Januari 2024, yang dirangkaikan dengan Pameran Bilah Pusaka.

    Menurut Bahtiar, Pameran Bilah Pusaka sebagai bentuk edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, bahwa Sulsel memiliki berbagai kekayaan, baik dari seni maupun benda-benda pusaka yang memiliki sejarah dan keunikan masing-masing.

    “Wisatawan bisa belajar banyak soal sejarah dan kekayaan budaya, melalui benda-benda pusaka yang kita miliki,” ujarnya.

    Di berbagai daerah, kata Bahtiar, seperti Provinsi Bali, meraup keuntungan sampai menjadi daerah kaya raya dari hasil kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Karena itu, budaya, sejarah, kuliner, dan keindahan alam yang dimiliki Sulsel merupakan kekayaan yang harus dijaga.

    Bahtiar yakin, dengan gerakan membumikan budaya dan keunikan asli Sulsel, akan menjadi nilai jual yang tinggi untuk wisatawan.

    “Provinsi Bali sumber pendapatan utamanya adalah pariwisata. Di Sulsel, kita buat gerakan untuk dilaksanakan satu tahun ke depan, bagaimana menggaet wisatawan dengan segala keunikan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.

  • Kunjungi Tiga Rumah Sakit, Menkes dan PJ Gubernur Sulsel Pastikan Pelayanan Berkualitas

    Kunjungi Tiga Rumah Sakit, Menkes dan PJ Gubernur Sulsel Pastikan Pelayanan Berkualitas

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Sabtu, 20 Januari 2024, melakukan kunjungan ke tiga rumah sakit milik pemerintah. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa rumah sakit-rumah sakit tersebut memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

    Tiga rumah sakit yang dikunjungi masing-masing, Rumah Sakit Labuang Baji yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Sulsel, dan dua rumah sakit Kemenkes RI, yakni Rumah Sakit Mata Makassar dan Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid.

    Menkes dan gubernur melihat langsung fasilitas-fasilitas yang ada di dalam rumah sakit tersebut. Termasuk ruang perawatan pasien, ruang operasi, serta fasilitas penunjang lainnya seperti laboratorium dan apotek. Hadir juga Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham.

    Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan para tenaga medis dan staf rumah sakit untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh masing-masing rumah sakit.

    Kunjungan pertama di Rumah Sakit Labuang Baji di Jalan DR. Ratulangi Nomor 81, Labuang Baji, Kecamatan Mamajang, melihat layanan Hemodiliasis, Mammografi, CT-Scan, Direct Radiografi, MRI dan berbagai ruang poli dan klinik urologi.

    Kunjungan ini juga merupakan upaya dari Menteri Kesehatan untuk memastikan bahwa bantuan alat medis kesehatan yang diberikan Kemenkes digunakan dengan efektif dan efisien. Dengan meninjau langsung kondisi rumah sakit, mereka dapat melihat apakah telah digunakan dengan tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Kita meninjau rumah sakit provinsi, karena Kementerian Kesehatan memberikan bantuan alat untuk penyakit-penyakit kritis seperti stroke, jantung dan ginjal,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

    “Kita ingin lihat, apakah alat ini sudah dipasang, kedua sudah digunakan. Ketiga, apakah banyak pasiennya. Alhamdulillah alatnya sudah dipakai. Ada beberapa yang memerlukan bantuan perizinan kita bantu dan ada memang beberapa dokternya belum ada,” jelasnya.

    Adapun untuk kebutuhan dokter, kekurangan yang ada akan dipenuhi. Namun, ia mengharapkan agar berasal dari putra dan putri daerah. Pertimbangannya, agar mereka saat bekerja tidak meminta pulang ke kampung halaman. Demikian juga dengan beasiswa diberikan Kementerian Kesehatan.

    “Kalau bisa putra daerah, supaya kalau mereka kerja, tidak berpikir lagi untuk pulang ke daerah asalnya,” sebutnya.

    Ia menilai rumah sakit ini cukup bersih dengan peralatan rumah sakit yang lengkap. “Rumah sakit ini bersih, sudah kita kasih alatnya banyak, kita doakan dokternya lebih lengkap,” ujarnya.

    Sedangkan, di Rumah Sakit Mata Makassar di lingkar Barat Tallasa City, Menkes dan gubernur meninjau IGD, Poli Eksekutif, ICU dan Ruang Recovery serta ruang kamar operasi. Sedangkan di Jalan Paccerakkang No.67, Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, di Rumah Sakit Dr Tajuddin Chalid, mengecek gedung poliklinik, ruang farmasi, radiologi, rehabilitasi center, ruang rawat inap dan poliklinik haji.

    “Kunjungan bersama Bapak Menteri ini, memberikan masukan berharga dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di Sulsel,” kata Bahtiar Baharuddin.

  • Olahraga di GOR Sudiang, Barisan Muda Putra Pongka Tanam Sukun Bersama Pj Gubernur Sulsel

    Olahraga di GOR Sudiang, Barisan Muda Putra Pongka Tanam Sukun Bersama Pj Gubernur Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Berolahraga sambil menjaga lingkungan. Itulah semangat yang ada di benak dari Barisan Muda Putra Pongka, pemuda-pemudi yang ada di sekitar wilayah area Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar.

    Mereka pada Sabtu sore, 20 Januari 2024 bergabung dengan Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, dalam kegiatan menarik yang akan memberikan kontribusi positif kepada alam. Yakni melakukan budidaya sukun di lahan milik Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel.

    “Kami sangat mendukung adanya program pemerintah ini. Karena sebagai pemuda lokal area wilayah GOR Sudiang itu sangat membantu kami. Ini juga nanti kami bisa nikmati hasilnya dan anak-anak kami juga ke depannnya,” kata Ketua Barisan Muda Putra Pongka, Muhammad Rahman Yusuf.

    Kawasan GOR aktif digunakan masyarakat untuk berolahraga. Sehingga pohon sukun ini diharapkan dapat menjaga kualitas udara secara sehat.

    “Kami sempat olahraga dulu sambil menunggu Pak Gubernur dan beliau datang kita menanam bersama dan kami sangat support,” sebutnya.

    Ia berharap, budidaya ini akan semakin diperluas dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum termanfaatkan.

    “Mudah-mudahan ke depannya bisa dikembangkan lagi untuk lahan yang tidak terpakai,” ujarnya.

    Adapun Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Suherman, menyampaikan bahwa terdapat 78 hektar lahan diperuntukkan dan dimanfaatkan dengan membangun sarana olahraga. Namun, di bagian pinggir lahan akan ditanami sukun.

    “Kita akan bangun sarana olahraga. Namun, saat ini di sudut-sudutnya luas tanah ini, ada tanam sukun,” jelasnya.

    “Kita tanam bersama Pak Gubernur ini syukur sekali, karena nantinya ke depannya ini akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar GOR ini. Jadi di sudut-sudutnya kita tanami sukun,” imbuhnya.

    Suherman juga menjelaskan, bahwa dalam kunjungan ini, Bahtiar juga meninjau sarana prasarana yang ada serta melihat masyarakat berolahraga dan bertanding. Termasuk terkait rencana pembangunan stadion. Dimana Pemprov telah menyiapkan lahan untuk pembangunan stadion dan pemerintah pusat dalam hal ini diharapkan dapat mendanai pembangunannya.

    “Beliau langsung melihat lokasinya dan menyampaikan ke saya untuk segera melakukan koordinasi ke pusat. Karena kita sudah melakukan membuat proposal untuk dana APBN yang bisa dibantu, melalui program PUPR Pusat. Ini untuk terus didorong dan ditindaklanjuti secara terus menerus untuk dipantau terus perkembangannya,” pungkasnya.

  • Mahasiswa Unsulbar Berkontribusi Tanam Sukun di Kawasan Pengembangan Peternakan Pucak Maros

    Mahasiswa Unsulbar Berkontribusi Tanam Sukun di Kawasan Pengembangan Peternakan Pucak Maros

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Menanam sukun sebagai sumber pangan di kawasan peternakan adalah suatu langkah yang dapat memberikan manfaat yang signifikan. Sukun, atau juga dikenal dengan nama breadfruit, merupakan tanaman yang memiliki banyak potensi untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia dan daun sukun juga bisa sebagai pakan ternak.

    Selain manfaat gizi yang tinggi, menanam sukun juga memiliki keunggulan dalam hal adaptasi terhadap kondisi lingkungan di kawasan peternakan.

    Seperti Minggu, 21 Januari 2024, Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan Bupati Maros Chaidir Syam melakukan penanaman bibit sukun di Kawasan Pengembangan Peternakan Pucak milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

    Pada kegiatan juga melibatkan 12 mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) asal Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

    “Alhamdulillah kami juga terjun di sini sebagai mahasiswa, dilibatkan dalam melaksanakan kegiatan penanaman sukun bersama pemerintah dari Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan Bupati Maros,” kata Aco Parawansa Sarman, mahasiswa Prodi Peternakan ini.

    Ia mengapresiasi dan bangga melihat pemerintah daerah di Sulsel, bisa memaksimalkan lahan yang ada dengan budidaya sukun.

    “Sekarang kami sedang PKL dan kami mendukung kegiatan ini, pemerintah memajukan daerahnya,” ujarnya.

    Camat Tompobulu, Yusriadi Arief, menyebutkan, penanaman sukun memang memungkinkan untuk dikembangkan di Tompobulu.

    “Ini merupakan kebanggaan kami sebagai pemerintah kecamatan. Karena Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu menjadi tempat kegiatan penanaman secara simbolis tanaman sukun. Saya pikir ini bisa menjadi sumber pangan selain beras untuk masyarakat karena ini sangat familiar dengan sumber kalori di masyarakat khususnya Bugis-Makassar,” terangnya.

    Pada kesempatan ini, Pj Gubernur juga menyerahkan bibit cabai ke Bupati Maros.

    “Apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur atas bantuan benih. Ini akan kami maksimalkan penanamannya, mudah-mudahan bisa menjangkau sampai 50 hektar,” kata Agustam, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros.

  • Pj Gubernur Sulsel Pastikan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Takalar Stabil

    Pj Gubernur Sulsel Pastikan Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Takalar Stabil

    JEJAKNEWS.id, Takalar,- Didampingi Penjabat Bupati Takalar, Setiawan Aswad, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, meninjau harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Palleko dan Bulog, Kabupaten Takalar, Rabu, 17 Januari 2024. Hadir mendampingi Kepala Dinas, Staf Ahli, Kepala Biro, dan sejumlah pejabat lainnya dari lingkup Pemprov Sulsel.

    Bahtiar mengatakan, peninjauan ini untuk memastikan semua harga-harga stabil di pasar, terutama sembilan bahan pokok (Sembako) yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Takalar.

    “Ini kita memastikan harga-harga sudah stabil di pasaran,” kata Bahtiar di sela-sela peninjauan.

    Menurut Bahtiar, selain memastikan harga terkendali, juga memastikan bahan baku tetap tersedia di berbagai pasar di seluruh daerah di Sulsel.

    “Kita harus bersyukur karena stoknya selalu tersedia, ini yang penting saat ini,” lanjutnya.

    Ke depannya, pihaknya akan mendiskusikan bagaimana agar pasar yang digelar di hari-hari tertentu itu, bisa menjadi pasar setiap hari.

    “Agar ketersediaan bisa didapat di setiap saat, bukan di hari-hari tertentu,” kata Bahtiar.

    Sementara, Penjabat Bupati Takalar, Setiawan Aswad, mengatakan, ada sejumlah pasar yang hanya beroperasi di hari-hari tertentu, di beberapa daerah di Kabupaten Takalar.

    “Kami berharap ke depan pasar-pasar tersebut bisa dibuka setiap hari nantinya,” pungkasnya.

  • Pemprov Sulsel Perkuat Legalitas Asrama Mahasiswa di Bandung

    Pemprov Sulsel Perkuat Legalitas Asrama Mahasiswa di Bandung

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya memperkuat legalitas dua aset yang dimiliki di Provinsi Jawa Barat. Saat ini, kedua aset tersebut dimanfaatkan sebagai asrama mahasiswa Sulsel di Bandung.

    Untuk membahas legalitas kedua aset tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, melakukan koordinasi ke Pemprov Jawa Barat. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, kemarin, Senin, 15 Januari 2024.

    Pada kesempatan itu, Pj Sekda Sulsel didampingi oleh Kepala Inspektorat Sulsel, Marwan, dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Salehuddin. Serta dihadiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan BPN Kota Bandung.

    Arsjad mengatakan, rapat itu dalam rangka membahas legalitas aset Pemerintah Provinsi Sulsel yang berada di Kota Bandung.

    “Kami melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan BPN Kota Bandung terkait legalitas aset Pemprov Sulsel di Bandung,” kata Arsjad, Selasa, 16 Januari 2024.

    Kepala Inspektorat Sulsel, Marwan menambahkan, koordinasi antara Pemprov Sulsel dengan Pemprov Jawa Barat ini terkait dua obyek aset Pemprov Sulsel di Kota Bandung. Aset tersebut saat ini digunakan sebagai asrama mahasiswa asal Sulsel.

    “Koordinasi ini untuk pemantapan legalitas dasar pemilikan/penguasaan aset tersebut,” ujarnya.

  • Ribuan Hektar Lahan Nganggur di Desa Mabbiring, Pemprov Sulsel Beri Bantuan Bibit Nangka dan Nanas

    Ribuan Hektar Lahan Nganggur di Desa Mabbiring, Pemprov Sulsel Beri Bantuan Bibit Nangka dan Nanas

    JEJAKNEWS.id, Bone,- Ribuan hektar lahan di Desa Mabbiring, Kecamatan Sibulie, Kabupaten Bone, masih nganggur atau tidak produktif. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memberikan bantuan bibit nangka dan nanas, untuk ditanam di lahan tersebut.

    Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi oleh Pj Bupati Bone Andi Islamuddin, melakukan penanaman nangka di Desa Mabbiring, Kecamatan Sibulie, dan penanaman nanas di Arasoe, Kecamatan Cina, Jumat, 12 Januari 2024.

    Kepala Desa Mabbiring, Andi Syahril, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan gubernur untuk membawa bibit ke Desa Mabbiring.

    “Desa dan masyarakat kami senang sekali. Karena salah satu desa di Kecamatan Sibulue yang banyak mendapatkan bibit. dan Insya Allah ke depannya mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi warga dan sekitarnya,” ujar Syahril.

    Menurut Syahril, di desanya cocok ditanami bibit cengkeh, rambutan, selain yang juga diprogramkan oleh Pj Gubernur Sulsel seperti nangka, nanas, sukun, juga durian.

    “Juga pisang tentunya yang menjadi prioritas beliau,” ucapnya.

    Untuk lahan pertanian di Desa Mabbiring, ungkap Syahril, sebanyak ribuan hektar dan masih belum digarap. Di desa ini terdapat 11 kelompok tani, dan satu kelompok terdiri dari 75 orang atau terdapat sekitar 825 petani.

    Lokasi selanjutnya di Arasoe, budidaya nanas dilakukan di atas lahan seluas 5 hektar, dan dalam waktu dekat akan dikembangkan hingga 20 hektar.

    “Kami untuk sementara ini baru tujuh kelompok tani. Penanaman kali ini kami merasa bersyukur karena dapat kunjungan Bapak Gubernur bersama Bapak Bupati, terima kasih atas kunjungannya,” kata salah satu petani di Arasoe, Syamsul.