Kategori: Nasional

  • Wakapolri Harap Program Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Pj Gubernur Sulsel Diikuti Provinsi Lain

    Wakapolri Harap Program Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Pj Gubernur Sulsel Diikuti Provinsi Lain

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Wakapolri Komjen Pol. Agus Andrianto berharap program ketahanan pangan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, diduplikasi oleh gubernur provinsi lain.

    Hal itu disampaikan pada kegiatan Bakti Sosial, Bakti Kesehatan, Pasar Murah dan Bazar UMKM dalam rangka Pemilu Damai, Indonesia Maju, di Lapangan Karebosi, Rabu, 7 Februari 2024.

    Wakapolri Komjen Pol. Agus Andrianto mengungkapkan harapannya agar program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Penjabat Gubernur Sulsel dapat diduplikasi oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Hal ini dikemukakan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi bagi masyarakat.

    “Terima kasih Bapak Pj Gubernur Sulsel, tadi beberapa program yang sudah disampaikan. Diantaranya menanam sukun tiga juta pohon, menanam pohon pisang Cavendish, menyiapkan benih ikan, hingga benih ternak,” terangnya.

    “Ini yang harus ditularkan kepada seluruh gubernur di seluruh Indonesia. Dan mudah-mudahan ini ditularkan ke bupati dan wali kota se Provinsi Sulsel, ayo mari bergandengan tangan bersama-sama menjadi bagian memberikan solusi bagi masyarakat,” sambung Wakapolri.

    Dalam kesempatan ini, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyampaikan, program ketahanan dan kedaulatan pangan itu juga termasuk, nangka, nanas, benih ikan nila dan cabai.

    “Hari ini hujan, Insya Allah tanaman Cavendish yang sedang kita tanam akan tumbuh dengan baik, sukun atau bakara yang sedang kita tanam juga begitu,” harapnya.

  • Wakapolri Gelar Bakti Sosial di Sulsel, Bagikan 30 Hadiah Umroh

    Wakapolri Gelar Bakti Sosial di Sulsel, Bagikan 30 Hadiah Umroh

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Wakapolri Komjen Pol. Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain itu juga menggelar kegiatan Bakti Sosial, Bakti Kesehatan, Pasar Murah dan Bazar UMKM dalam rangka Pemilu Damai, Indonesia Maju, di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, 7 Februari 2024.

    Dihadiri 13.000 warga, termasuk dari profesi ojol, penggali kubur dan pemandi jenazah. Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan saat sedang hujan ini membawa berkah.

    “Kita ini punya kearifan terkait alam dan sangat mengerti tanda-tanda alam, kalau ada hujan itu artinya adalah berkah besar. Kita bersyukur kegiatan hari ini pas hujan, Insya Allah apa yang kita ikhtiarkan akan mendapat Rahmat dari Allah Subhanahu Wata’ala,” katanya.

    Ia menyampaikan, untuk penyelanggaraan pemerintahan umum, Pemprov Sulsel dibantu oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Untuk pertama kalinya di Indonesia diberikan bantuan keuangan kepada Forkopimcam. Pemprov Sulsel didukung oleh DPRD Sulsel memberikan bantuan keuangan Rp10 juta. Ini untuk mendukung keamanan dan ketertiban penyelenggaraan pemerintahan umum di Sulsel.

    “Kita semua terima kasih kepada kepada TNI, Kepolisian RI di Sulsel yang telah menjaga keamanan kita semua,” ucapnya.

    Ia juga menyampaikan, Sulsel masuk zona hijau dan peringkat kedua nasional Indeks Kerawanan Pemilu atau sebagai daerah teraman kedua di seluruh Indonesia.

    “Itu tandanya kita adalah orang Bugis, Makassar, Mandar, Toraja adalah orang yang suka damai, jadi terima kasih polisi jagaki, bisa ki bekerja, bisaki berusaha. Karena ada polisi dan ada tentara yang jaga keamanan kita di seluruh Sulawesi Selatan,” paparnya.

    Sementara, Wakapolri Komjen Pol. Agus juga menyebutkan, sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Pol. Listio Sigit Prabowo bahwa seluruh jajaran Polri mulai dari tingkat bawah harus peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Termasuk bakti sosial dan bakti kesehatan yang merupakan satu diantara program utama Kapolri.

    “Syukur Alhamdulillah, dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Kapolda dan jajaran, serta tadi malam membuktikan forum komunikasi pimpinan daerah di Provinsi dan kabupaten dan kota di Sulsel ini, Insya Allah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kepada para anggota Polri yang ada di Polda Sulawesi Selatan, ia mengingatkan, bahwa profesi kepolisian adalah profesi yang sangat mulia, betul-betul digunakan untuk memberikan perlindungan, pengayoman kepada masyarakat.

    Bantuan sosial yang diberikan berupa kursi roda, alat bantu dengar, penanggulangan stunting, katarak, hingga khitanan massal. Selain itu, kegiatan Bakti Polri Presisi Untuk Negeri kali ini, diisi dengan pemberian bantuan paket sembako sebanyak 13.000 paket. Serta 3.000 peserta bakti kesehatan.

    Bantuan sembako tersebut diberikan kepada masyarakat, pengemudi ojek daring, organisasi paguyuban, komunitas penggali kubur, hingga marbot masjid.

    Pada kesempatan ini juga dibagikan 30 hadiah umroh, 10 hadiah merupakan pemberian Wakapolri.

    “Termasuk doorprize umroh, saya minta maaf kalau 10 yang saya tambahkan untuk ibadah umroh ini, saya titipkan yang khusus profesinya penggali kubur dan pemandi jenazah,” tuturnya.

  • Diresmikan Pj Gubernur Sulsel, Bulukumba Miliki Gedung Perkantoran Terbaik di Indonesia

    Diresmikan Pj Gubernur Sulsel, Bulukumba Miliki Gedung Perkantoran Terbaik di Indonesia

    JEJAKNEWS.id, Bulukumba,- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, meresmikan Gedung Pinisi, bertepatan dengan peringatan Hari Ulangtahun Kabupaten Bulukumba ke-64, di Kabupaten Bulukumba, Minggu, 4 Februari 2024. Gedung Pinisi ini merupakan gedung perkantoran pemerintah kabupaten yang dinilai terbaik di Indonesia.

    Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bulukumba berkantor di Gedung Pinisi ini. Gedung ini dilengkapi sejumlah fasilitas, diantaranya lift dan rooftop untuk melihat keindahan Kabupaten Bulukumba dari atas.

    Bahtiar mengatakan, dirinya sebagai Penjabat Gubernur Sulsel maupun Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, menilai, Gedung Pinisi sebagai yang terbaik di Tanah Air. Keberadaan Gedung Pinisi ini merupakan salah satu pencapaian luar biasa Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan wakilnya Edy Manaf, beserta seluruh tim Pemkab Bulukumba. Pencapaian Pemkab Bulukumba juga didukung dari seluruh Forkopimda Kabupaten Bulukumba.

    “Kehadiran Gedung Pinisi ini adalah capaian yang luar biasa,” kata Bahtiar.

    Sementara, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengatakan, Gedung Pinisi merupakan kado yang dipersembahkan pemerintah untuk masyarakat Bulukumba. Ia berharap, dengan adanya gedung ini, masyarakat bisa lebih mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

    “Semoga dengan adanya fasilitas ini, masyarakat lebih mudah lagi dalam mengurus pelayanan publik. Tidak perlu kemana-mana lagi karena tersedia dalam satu gedung,” kata Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba.

  • Dari Desa ke Desa, Pj Gubernur Sulsel Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Fasilitas KUR

    Dari Desa ke Desa, Pj Gubernur Sulsel Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Fasilitas KUR

    JEJAKNEWS.id, Bone, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, melakukan kunjungan kerja dari desa ke desa di Kabupaten Bone, sebagai bentuk keseriusan dirinya mengubah ekonomi masyarakat. Mulai dari Desa Gona, Desa Cenrana, dan Desa Matajang, Kabupaten Bone, Senin, 5 Februari 2024.

    Dalam kunjungannya tersebut, Bahtiar menyampaikan agar masyarakat baik petani maupun peternak, memanfaatkan fasilitas yang disiapkan pemerintah, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagai modal untuk mengembangkan usaha mereka.

    Apalagi, kata Bahtiar, KUR ini sangat mudah diakses petani dan peternak, dan sudah disediakan melalui Bank Sulselbar, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BSI.

    “Ini mudah sekali, tanpa agunan dan bunganya hanya 6 persen saja dan dibayar satu tahun kemudian dari hasil pertanian dan peternakannya,” kata Bahtiar.

    Kepala Bank Sulselbar Bone, Muh Anas, yang turut menyertai Pj Gubernur Sulsel dalam kunjungannya tersebut menjelaskan, saat ini Bank Sulselbar sudah menyediakan Rp1 triliun lebih untuk KUR bagi masyarakat Sulsel dimanapun berada, termasuk di Kabupaten Bone.

    “Sekarang sudah gampang sekali, tidak perlu lagi jaminan apapun, langsung ajukan KUR sampai Rp100 juta untuk pertanian dan peternakan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Melati, Desa Gona, Lukman, mengaku, rata-rata hasil dari pertanian cabai rawit dan tomat lumayan besar dibandingkan dengan pertanian padi.

    “Hasilnya itu cabai lebih bagus dari menanam padi, rata-rata kalau dijual perkilonya Rp20.000. Kalau tomat Rp10.000 per kilogramnya,” ungkap Lukman.

    Menurut dia, perbandingannya itu tiga kali lipat dari hasil menanam padi. Makanya para petani di Desa Gona terus mengembangkan tanaman cabai dan tomat tersebut.

    “Khusus untuk jenis cabainya jenis pilar sementara untuk tomat jenis servo. Dan kami panen setiap tiga hari sekali, mulai dari 20 kg sampai 400 kg untuk lahan sekira 20 are ini. Kalau kita panen itu pertama 20 kg kemudian naik 50 kg, kemudian naik sampai 400 kg selama 9 bulan berturut-turut kami panen,” urainya.

  • Inseminasi Buatan Jadi Harapan Baru Peternak Bulukumba untuk Tingkatkan Produksi

    Inseminasi Buatan Jadi Harapan Baru Peternak Bulukumba untuk Tingkatkan Produksi

    JEJAKNEWS.id, Bulukumba, – Program Inseminasi Buatan (IB) menjadi harapan baru bagi para peternak sapi di Kabupaten Bulukumba. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dibawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin saat ini sedang menggalakkan IB untuk meningkatkan produksi ternak, khususnya sapi.

    Salah satu peternak di Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Alimuddin, mengungkapkan, para peternak di desanya umumnya mengembangkan sapi lokal. Tetapi, dirinya bersama para peternak lainnya yang tergabung di Kelompok Tani Ternak
    Pa’pada Elo, sudah bertahun-tahun konsisten memelihara berbagai jenis sapi.

    “Saat ini masih dominan sapi Bali atau sapi lokal Indonesia, kemudian ada sapi hasil perkawinan antara sapi Bali dengan sapi Limosin atau Simental,” ungkap Alimuddin, di sela kunjungan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, ke Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Minggu, 4 Februari 2024.

    Program IB, kata Alimuddin, tentu menjadi harapan baru bagi para peternak dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksi. Ia juga berharap pemerintah baik Kabupaten Bulukumba maupun Pemprov Sulsel dapat membantu peternak sapi untuk obat-obatan dan bisa mengembangkan menjadi sapi peranakan Limosin dan Simental.

    “Saya berharap kepada pemerintah agar bisa membantu kami untuk obat-obatan. Kami juga berharap bisa di Inseminasi Buatan juga dengan bibit sapi Simental atau Limosin supaya bisa menjadi anakan sapi peranakan,” pungkasnya.

  • Setelah Jeneponto, Giliran di Bantaeng Pj Gubernur Bahtiar Salurkan Bantuan Presiden untuk Warga Miskin

    Setelah Jeneponto, Giliran di Bantaeng Pj Gubernur Bahtiar Salurkan Bantuan Presiden untuk Warga Miskin

    JEJAKNEWS.id, Bantaeng, – Setelah menyerahkan bantuan pangan Presiden Jokowi di Kabupaten Jeneponto, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin kembali menyerahkan bantuan yang sama untuk warga miskin di Kabupaten Bantaeng. Penyerahan bantuan dipusatkan di Pelataran Lapangan Seruni, Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 3 Februari 2024.

    Adapun bantuan cadangan pangan yang diserahkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Pemprov Sulsel senilai Rp11,19 miliar. Bantuan ini untuk disalurkan kepada 18.000 lebih penerima manfaat di seluruh Kabupaten Bantaeng.

    Salah satu penerima manfaat, Indra Wati, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di wilayahnya.

    “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat. Terimakasih kepada Presiden Jokowi sudah memberikan bantuan beras untuk kami,” ucapnya usai menerima bantuan pangan secara simbolis.

    Indra Wati berharap kedepannya bantuan cadangan pangan ini bisa disalurkan lagi kepada dirinya dan masyarakat Bantaeng pada umumnya. “Semoga kami tetap diberikan bantuan seperti ini lagi. Ini sangat membantu kami masyarakat kurang mampu,” lanjutnya.

    Penerima manfaat lain, Syarif Asiz juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo atas bantuan yang sangat membantu masyarakat kecil seperti dirinya.

    “Ini sangat membantu untuk kami masyarakat kecil, apalagi ini beras 10 kg. Semoga ini akan disaluran lagi untuk kami kedepannya,” harapnya.

    Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bibit kopi, bibit pala, penyerahan bantuan alat khusus untuk pelaku usaha kecil dan usaha menengah, serta penyerahan blangko dan KTP elektronik bagi pemilih pemula di Pemilu 2024 ini.

  • Pj Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Presiden Jokowi untuk Warga Kurang Mampu di Jeneponto

    Pj Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Pangan Presiden Jokowi untuk Warga Kurang Mampu di Jeneponto

    JEJAKNEWS.id, Jeneponto- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, didampingi Penjabat Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, serta Forkopimda Jeneponto, menyalurkan bantuan pangan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo kepada masyarakat kurang mampu di Jeneponto. Penyerahan bantuan dipusatkan di Lapangan Binamu Jeneponto, Sabtu, 3 Febuari 2024.

    Khusus di Kecamatan Binamu, ada puluhan penerima bantuan pangan dari Presiden Jokowi dalam bentuk beras 10 kg.

    Warga Penerima Bantuan Pangan Nasional, Hasnah, mengaku sangat bersyukur bisa menerima bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan Pj Gubernur Sulsel dan Pj Bupati Jeneponto.

    “Terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo atas bantuannya kepada kami. Semoga kedepannya bisa bertambah terus bantuannya untuk kami,” kata Hasnah.

    Hasnah juga menyampaikan terimakasih kepada Pj Gubernur Sulsel dan Pj Bupati Jeneponto atas penyerahan bantuan dan karena sudah hadir di daerahnya.

    Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin juga melakukan peninjauan Gerakan Pangan Murah, yang juga dilaksanakan di Lapangan Binamu Jeneponto.

    “Alhamdulillah ini hari kita jalan santai dan langsung meninjau gerakan pangan murah bersama Bupati Jeneponto dan seluruh Forkopimda Jeneponto,” singkat Bahtiar usai peninjauan tersebut.

  • Semester Pertama Tahun Ini, OJK Target Penyaluran KUR Rp15 Triliun di Sulsel

    Semester Pertama Tahun Ini, OJK Target Penyaluran KUR Rp15 Triliun di Sulsel

    JEJAKNEWS.id,  Makassar, – Pasca disetujuinya penambahan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin langsung melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan perbankan. Untuk semester pertama tahun ini, ditargetkan penyaluran KUR di Sulsel mencapai Rp15 triliun.

    Deputi Direktur Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional Kantor OJK Provinsi Sulselbar, Bondan Kusuma, menegaskan, OJK mendukung penuh program budidaya hortikultura Pemprov Sulsel melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    “Tahun 2023, KUR di Provinsi Sulsel sudah menyelesaikan target yakni Rp 15,33 triliun, dan akan meningkat menjadi dua kali lipat untuk tahun 2024 ini,” ungkap Bondan, pada Silaturahmi Pj Gubernur Sulsel bersama Pimpinan Bank dan OPD Lingkup Pemprov Sulsel, di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat malam, 2 Februari 2024.

    Bondan menyampaikan, KUR Rp15,33 triliun diberikan kepada 298.896 debitur. “Tahun lalu kita Rp15,33 triliun khusus untuk penyaluran KUR. Kemudian tahun ini kita naik dua kali lipat menjadi Rp30 triliun lebih. InsyaAllah pencapaian KUR yang kita harapkan bisa kita capai tahun ini,” ungkap Bondan.

    Ia memaparkan, penyaluran KUR untuk semester pertama ditargetkan mencapai Rp15 triliun, dan untuk semester kedua harus tercapai target Rp15 triliun lagi.

    “InsyaAllah kita akan ada penambahan KUR menjadi dua kali lipat. Ini karena perjuangan Bapak Gubernur kita. Sekarang tinggal bagaimana usaha kita mencapai target penyaluran KUR Rp15 triliun untuk semester pertama, dan Rp15 triliun lagi untuk semester kedua,” tuturnya.

    Bondan menambahkan, pihaknya memberikan jaminan keamanan terhadap penyaluran KUR, sehingga dukungan penuh juga akan diberikan pihak perbankan.

    Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah menyetujui penambahan KUR khusus Sulsel.

    “Alhamdulillah, permintaan kita untuk penambahan KUR langsung disetujui pemerintah pusat, Bapak Menko Airlangga. Minimal ditambah Rp15 triliun lagi,” pungkasnya.

  • Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Solid, Inflasi Terkendali

    Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Solid, Inflasi Terkendali

    JEJAKNEWS.id Makassar, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, laju pertumbuhan ekonomi regional pada Kuartal III-2023 tertinggi kedua dicapai oleh wilayah Sulawesi sebesar 6,44 persen (yoy) dengan besaran kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 7,25 persen.

    “Provinsi Sulawesi Selatan mampu tumbuh 4,05 persen (yoy) ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian serta ekspor,” kata Airlangga dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Kamis, 1 Februari 2024.

    Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat ini menilai, pertumbuhan ekonomi Sulsel solid, inflasi terkendali dan tingkat kemiskinan Sulsel 8,70 persen di bawah nasional 9,36 persen.

    Adapun data dari BPS, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencetak rekor di awal tahun 2024 ini, dengan keberhasilan mengendalikan inflasi. Saat ini tercatat inflasi Sulsel untuk Bulan Januari 2024 mencapai 2,38 persen year on year (yoy) atau di bawah rata-rata inflasi nasional 2,57 persen.

    Angka inflasi di bawah nasional kali ini merupakan pencapaian kedua Sulsel selama lima tahun terakhir. Pencapaian pertama yakni pada Bulan November 2023 lalu.

    Sedangkan inflasi Januari 2023 terhadap Desember 2023 yang 0,36 persen lebih tinggi dari inflasi nasional dari Januari terhadap Desember 0,04 persen.

    “Kami berharap ke depan inflasi bisa terus ditekan, tapi yang lebih penting sebagai tujuan utama adalah meninggikan pertumbuhan ekonomi,” kata Menko Airlangga.

    Sebagai lumbung pangan, Sulsel memiliki peran penting dalam pencapaian target inflasi. Menko Airlangga juga mengharapkan agar Provinsi Sulawesi Selatan dapat tetap menjadi penyumbang ekonomi terbesar di wilayah Sulawesi. Sekaligus hub untuk kawasan Timur Indonesia.

    Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, menyatakan, sebagai hub Indonesia Timur, pembangunan Sulawesi Selatan ke depan akan mengusung konsep Ekonomi Biru. Hal ini untuk mewujudkan Provinsi Sulawesi Selatan yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

    Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dinamis dan kondusif untuk pengembangan investasi. Terutama yang berkaitan dengan sektor potensial yakni kelautan-perikanan, pertanian-perkebunan, sektor peternakan dan sektor energi, yang sejalan dengan konsep sustainability (keberlanjutan), inklusifitas, serta mendukung kelestarian lingkungan sebagaimana konsep yang diusung baik oleh Blue Economy maupun Green Economy.

    “Ekonomi biru menjadi isu penting belakangan ini karena lautan yang sehat menyediakan pekerjaan dan makanan, menopang pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim, dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.  Inilah yang menjadi arah ekonomi baru Sulawesi Selatan,” jelas Bahtiar.

  • Menko Perekonomian Airlangga Dukung Upaya Pj Gubernur Sulsel Ajukan Tambahan KUR ke Pemerintah Pusat

    Menko Perekonomian Airlangga Dukung Upaya Pj Gubernur Sulsel Ajukan Tambahan KUR ke Pemerintah Pusat

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan dukungannya terhadap upaya Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, dalam mengajukan tambahan KUR ke pemerintah pusat sebagai langkah untuk menopang ekonomi rakyat.

    KUR merupakan program yang telah lama ada dan bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah.

    “Kemudian ada permintaan KUR untuk bisa ditingkatkan, saya katakan alokasi KUR itu tidak ada batas,” kata Airlangga saat kunjungan silaturahminya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis, 1 Februari 2024.

    Dalam pertemuan tersebut, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan, pada tahun 2023 telah ada Rp15 triliun jatah KUR untuk Sulsel. Ia kemudian meminta agar ditingkatkan menjadi Rp30 triliun.

    “Dinaikkan ke Rp30 triliun, bahkan bisa dinaikkan lagi supaya masyarakat bisa memanfaatkan kredit usaha rakyat dengan bunga yang rendah,” ungkap Bahtiar.

    Usulan menaikkan kuota KUR di Sulsel ini untuk membantu petani dalam budidaya hortikultura. Banyak petani yang terkendala modal ketika ingin mengembangkan tanaman hortikultura seperti pisang cavendish sebagai ekosistem bisnis. Begitupun di sektor peternakan dan perikanan.

    Ia juga menyampaikan, salah satu yang digenjot adalah menggerakkan percepatan akses keuangan daerah, untuk mempercepat pembangunan di Sulsel. Sehingga diharapkan ada sumber keuangan alternatif selain investasi, yakni melalui KUR.

    “KUR ini menjadi salah satu peluang kami untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi rakyat di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.