Indira Yusuf Ismail Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Kader Dapur Sehat Perangi Stunting di Kota Makassar

- Redaksi

Sabtu, 21 September 2024 - 07:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar,- Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, menegaskan pentingnya kolaborasi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting dalam mengatasi masalah stunting di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Indira pada sambutannya di acara penyerahan honorium kader Pendamping Dapur Sehat Atasi Stunting di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Sabtu (21/09/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indira mengapresiasi kehadiran kader penyuluh yang telah berkomitmen untuk mengurangi angka stunting, yang saat ini mencapai 25,6% berdasarkan data terbaru.

“Meskipun ada 1.000 anak stunting yang akan kita intervensi lewat program inj, tugas kita tidak berhenti di sini. Kita juga perlu mencegah tidak ada lagi ibu hamil yang melahirkan anak dalam kondisi stunting,” tegasnya.

Dalam acara ini, Indira menyoroti peran vital kader penyuluh dalam memastikan asupan gizi yang tepat bagi anak-anak dan ibu hamil.

“Kita harus mendidik masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat sejak dini,” tambahnya.

Ia juga menekankan perlunya perhatian terhadap program dapur gizi yang berkualitas, pemenuhan standar dapur gizi, penyajian dan makanan, yang akan berkontribusi signifikan dalam upaya ini.

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan KB Kota Makassar, Syafruddin, dapur gizi ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Makassar yang diselenggarakan dalam rangka percepatan penurunan stunting.

“Kita ketahui bahwa di tahun 2023 kita mendapat prevelensi stunting yang mengejutkan bahwa dari 18,4% ada peningkatan menjadi 25,6% terjadi peningkatan sekitar 7,2%,” urainya.

Syafruddin merincikan intervensi program ini akan berdampak pada 49 lokus dari kampung KB yg berada di seluruh wilayah kecamatan. Jumlah total anak balita sekitar 1000 anak. Termasuk 22 orang anak keluarga beresiko stunting di setiap lokus.

Dalam kegiatan ini juga terdapat pemberian makanan tambahan (PMT) selama 30 hari. Serta susu dan vitamin kepada anak stunting.

Pada kesempatan ini, Syafruddin mengapresiasi keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan organisasi remaja, yang berkolaborasi bersama-sama untuk mencapai target pengurangan stunting.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, baik Indira maupun Syafruddin optimis bahwa langkah-langkah ini akan membawa perubahan positif bagi generasi mendatang.

“Semoga apa yang kita lakukan di intervensi ini mendapatkan hasil maksimal. Dan anak-anak kita tidak terdapat stunting lagi pada pengukuran SSGI nanti,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Paparkan Makassar sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur
Lewat Forum TPID di Semarang, Sidrap Perluas Kemitraan Pangan untuk Optimalkan Pengendalian Inflasi
Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat
Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa
Wali Kota Makassar Minta Da’i Perkuat Persatuan dan Pencerahan Agama di Masyarakat
Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA
Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Appi dan Kapolda Sulsel Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 12:29 WITA

Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Paparkan Makassar sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 12:24 WITA

Lewat Forum TPID di Semarang, Sidrap Perluas Kemitraan Pangan untuk Optimalkan Pengendalian Inflasi

Senin, 22 Juni 2026 - 07:28 WITA

Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:57 WITA

Selain Isu Perselingkuhan, Ada Juga Fee 600 Juta Mengalir ke Rekeningnya Basri Kajang, LSM Gempa Indonesi Desak APH Usut Proyek Seragam Sekolah Pemda Gowa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:35 WITA

Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner

Berita Terbaru