JEJAKNEWS.ID, Makasssar,-Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menyampaikan hasil reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 dalam Rapat Paripurna, Senin (31/8/2026).
Melalui laporan tersebut, Fraksi Demokrat membawa berbagai aspirasi masyarakat untuk menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Reses yang berlangsung pada 22 hingga 29 Juli 2026 menjadi kesempatan bagi anggota Fraksi Demokrat untuk turun langsung ke desa, kelurahan, dan lembang. Dari kunjungan itu, mereka menyerap kebutuhan warga terkait pembangunan dan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aspirasi masyarakat mengarah pada empat sektor utama, yakni pemerataan infrastruktur, keadilan pembangunan pertanian dan kelautan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat dan UMKM,” ujar juru bicara, Anarchie Arus Bakti.
“Infrastruktur Jadi Aspirasi Utama”
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu mengatakan masyarakat meminta Pemprov Sulsel mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan provinsi, jalan tani, serta jembatan yang rusak atau masih tertunda.
Selain itu, warga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi, drainase, selokan, dan saluran air bersih. Mereka juga meminta penerangan jalan umum, sarana keselamatan lalu lintas, serta perluasan jaringan air bersih dan internet.
“Di sejumlah wilayah, masyarakat turut mengeluhkan keterbatasan daya listrik. Karena itu, Fraksi Demokrat mendorong penambahan transformator dan peningkatan daya listrik agar kebutuhan warga dapat terpenuhi,” paparnya.
Selanjutnya, sektor pertanian dan kelautan menjadi salah satu perhatian utama dalam hasil reses. Masyarakat meminta pemerintah memastikan distribusi pupuk bersubsidi, benih unggul, serta alat dan mesin pertanian berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Petani juga berharap pemerintah menjaga harga hasil produksi sehingga pendapatan mereka lebih terlindungi. Untuk itu, Fraksi Demokrat mendorong optimalisasi peran Bulog dalam menyerap hasil panen,” tegasnya.
Pada sektor peternakan, warga meminta penanganan penyakit ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta ASF pada babi. Mereka juga membutuhkan vaksin, sarana disinfektan, serta upaya menjaga harga pakan dan hasil produksi.
“Para nelayan mengusulkan bantuan perahu, mesin tempel, sarana penangkapan ikan, fasilitas pascapanen seperti cold storage, Tempat Pelelangan Ikan, dan dermaga,” pungkasnya.
Selain itu, Fraksi Demokrat mendorong pemerintah mengaktifkan kembali aset tambak atau empang milik Pemerintah Provinsi melalui kerja sama dengan masyarakat agar aset tersebut memberikan manfaat ekonomi.
“Pendidikan dan Kesehatan Perlu Diperkuat”
Di bidang pendidikan, masyarakat meminta pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terutama untuk mengisi kekosongan akibat pensiun. Warga juga mengusulkan perbaikan sarana sekolah, pengadaan buku, serta rehabilitasi ruang laboratorium.

Tak hanya itu, Fraksi Demokrat mendorong penyaluran beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Sementara pada sektor kesehatan, masyarakat menyoroti pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif bagi warga kurang mampu. Mereka juga meminta peningkatan sarana, prasarana, serta tenaga pelayanan kesehatan dasar,” jelasnya.
Di samping itu, Fraksi Demokrat mendorong penguatan program pencegahan stunting dan kekerasan terhadap anak melalui sosialisasi serta pendampingan berkelanjutan, selesainya.
![]()
















