Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian. Sedulur Jokowi Sulbar Sampaikan Selamat kepada Kapolri, Ir. Masnur Mas Tegaskan Dukungan dan Sinergi Bersama Masyarakat

Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 07:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.ID, Manokowari, – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Gedung Aula Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat pada Minggu (21/6/2026) siang. Kurang lebih 400 warga berdarah Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul memadati ruangan, di mana sebagian besar di antaranya merupakan personel Kontingen Pesparawi Sulsel yang siap berlaga dalam ajang akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran jajaran pengurus serta anggota berbagai organisasi kerukunan. Tampak hadir perwakilan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tingkat Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Papua Barat dan Manokwari, Ikatan Pemuda Toraja Papua Barat, hingga Kerukunan Keluarga Maros (KKM) Papua Barat.

Pertemuan lintas generasi ini dikemas dalam sebuah agenda silaturahmi bertajuk “Ramah Tamah Kontingen Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pengurus KKSS Papua Barat, Pengurus IKT Papua Barat dan IKT Manokwari”. Hajatan yang kental dengan nuansa kekeluargaan tersebut juga dihadiri oleh pejabat Pemprov Sulsel, Kanwil Kemenag Sulsel, PGIW Sulselra, LPPD Sulsel, LPPD Makassar, serta anggota DPRD Kabupaten Manokwari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi acara dibuka khidmat lewat doa syukur yang dipimpin oleh Ketua PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, S.Th. Setelah itu, panggung sambutan diawali oleh Ketua IKT Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, ST, yang dengan tangan terbuka menyampaikan ucapan selamat datang di Manokwari kepada seluruh kontingen yang akan berkompetisi di Pesparawi Nasional XIV.

“Kami masyarakat Toraja yang menetap di sini, merasa sangat bahagia bisa bertatap muka langsung dengan saudara-saudara sedarah dan sekampung halaman yang datang jauh-jauh ke tanah rantau Papua ini. Momen ini menjadi pelepas rindu sekaligus ruang untuk berbagi kisah tentang tanah leluhur di Sulsel, khususnya Toraja, serta bagaimana kehidupan kami bertahan dan berkembang di perantauan Papua Barat,” tuturnya penuh haru.

Ia juga mengisahkan bagaimana kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara sesama warga diaspora Toraja. Semangat persatuan dan kekompakan mereka terus terjaga erat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial, termasuk tradisi gotong royong yang selalu hidup dalam suasana suka maupun duka.

“Kami warga Toraja di Papua Barat, khususnya yang berada di Manokwari, akan selalu mengiringi langkah perwakilan Sulsel dengan doa. Semoga seluruh peserta mampu mempersembahkan prestasi terbaik yang membanggakan bagi masyarakat di Bumi Sawerigading, Papua Barat, Manokwari, hingga ke seluruh penjuru Indonesia,” tambah Kornelius.

Sambutan hangat berikutnya datang dari Sekretaris BPSDM Provinsi Papua Barat, Dr. Edison Ompe, S.Pd, M.Pd. Hadir mewakili Kepala BPSDM, instansinya mendapat kehormatan dan amanah spesial untuk menjadi orang tua angkat bagi Kontingen Pesparawi Sulsel selama masa kompetisi di Manokwari.

“Sebuah kebanggaan besar bagi kami dipercaya menjadi orang tua angkat Kontingen Pesparawi Sulsel, dan kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Bagi kami, ini bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan bagaimana kita merawat tali persaudaraan sesama umat Kristiani se-Indonesia serta menggaungkan indahnya toleransi di Bumi Cendrawasih yang kaya akan keberagaman ini,” ujar Edison, yang kemudian melanjutkan acara dengan prosesi tukar cinderamata bersama Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th.

Gelora cinta kampung halaman mendadak membakar semangat seisi ruangan saat Wakil Ketua KKSS Provinsi Papua Barat, H. Abdul Fatah, naik ke podium. Begitu ia mengucapkan selamat datang, pekikan yel-yel “Sulawesi Selatan….. Ewakoo!” langsung bergemuruh memecah atmosfer aula, disuarakan kompak oleh seluruh hadirin.

Dalam kesempatannya, Abdul Fatah membagikan pengalamannya yang sudah 56 tahun menetap di Papua Barat dengan rasa aman dan damai. Menurutnya, harmoni ini tercipta berkat filosofi mendalam “Satu Tungku, Tiga Batu” yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua, menjadikan toleransi beragama di wilayah ini begitu luar biasa.

Ia juga memperkenalkan filosofi “Rumah Kaki Seribu”, sebuah rumah dengan banyak tiang penyangga namun tanpa sekat kamar di dalamnya. Simbol ini menegaskan bahwa tidak ada sekat pemisah dalam kehidupan sosial di Papua Barat; semua orang hidup saling menopang, yang mengantar Papua Barat meraih predikat pertama kerukunan beragama di Indonesia pada periode 2017–2019, hingga Manokwari dijuluki Kota Injil dan Kota Beriman.

“Titip pesan untuk saudara-saudaraku, jika nanti sudah kembali ke Sulawesi Selatan, kabarkan kepada keluarga dan kerabat di sana bahwa Papua Barat itu sangat aman, nyaman, dan masyarakatnya luar biasa ramah,” pungkas Abdul Fatah sebelum menutup sesinya dengan bertukar suvenir bersama Pdt. Adrie O. Massie.

Di sisi lain, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan pesan mendalam melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP. Gubernur menekankan bahwa ajang Pesparawi bukan sekadar panggung unjuk suara, melainkan ladang penguatan iman, wadah persekutuan, dan momentum merayakan keberagaman.

“Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Sulsel berpesan agar kontingen tetap menjunjung tinggi sportifitas, etika, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan. Tampilkan performa terbaik agar kita bisa kembali membawa pulang prestasi nasional yang membanggakan nama Sulawesi Selatan,” urai Dr. Since Erna Lamba yang juga mengemban tugas sebagai Sekretaris LPPD Sulsel.

Menambah bobot kemeriahan acara ramah tamah yang juga diisi oleh unjuk bakat para duta suara Sulsel ini, sambutan berturut-turut turut disampaikan oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Aminuddin, S.Ag, M.Ag (mewakili Kakanwil), serta Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie.

Panggung setelahnya langsung diguncang oleh penampilan memukau dari para solois dan tim paduan suara. Secara bergantian, unjuk gigi ditampilkan oleh Paduan Suara Anak, Vokal Grup, Solo Anak (usia 7–10 tahun dan 11–15 tahun), Solo Remaja Pemuda Putra-Putri, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, hingga Musik Gerejawi Nusantara. Para talenta emas yang siap menggetarkan panggung Pesparawi Nasional ini merupakan utusan terbaik dari LPPD Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, dan Luwu Timur.

Acara yang bergulir dari siang hingga menjelang sore tersebut ditutup dengan sesi santap siang bersama. Hidangan khas yang disajikan langsung oleh pengurus IKT dan IPT Manokwari menambah kehangatan momen, sebelum akhirnya seluruh hadirin melakukan sesi foto bersama dan saling bersalaman.

Sebagai awal dari rangkaian kegiatan, pada pagi harinya seluruh elemen Kontingen Pesparawi Sulsel—mulai dari peserta, pelatih, ofisial, pendamping, hingga panitia—telah melaksanakan ibadah Minggu bersama di lokasi yang sama. Kebaktian tersebut dilayani oleh majelis jemaat Gereja Protestan Indonesia (Manokwari) dan dipimpin langsung oleh Pendeta Melanton Luden, S.Th. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.
Sedulur Jokowi Sulbar Sampaikan Selamat kepada Kapolri, Ir. Masnur Mas Tegaskan Dukungan dan Sinergi Bersama Masyarakat
Sulap Air Laut Jadi Air Minum, Pemkot Makassar Siapkan Teknologi Desalinasi Bertenaga Surya
Kanal Panampu Al-Markaz Bakal Direvitalisasi, Appi: Bisa Jadi Jalur Alternatif dan Wisata Baru
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Pelantikan IKA ISMEI Sulselbartra, Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekonomi Sulawesi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terbaru

Metro

Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:03 WITA

Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Sedulur Jokowi Sulbar Sampaikan Selamat kepada Kapolri, Ir. Masnur Mas Tegaskan Dukungan dan Sinergi Bersama Masyarakat

Berita Terbaru

Metro

Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:03 WITA