Kategori: Nasional

  • Pj Gubernur dan Kapolda Sulsel Pantau Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor dari Udara

    Pj Gubernur dan Kapolda Sulsel Pantau Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor dari Udara

    JEJAKNEWS.id, Luwu- Pada pukul 14.15 WITA, Sabtu, 4 Mei 2024, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin dan Kapolda Sulsel Andi Rian R Djajadi, baru saja landing menggunakan helikopter di Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, yang merupakan posko utama tanggap darurat bencana.

    Keduanya melakukan pantauan udara menggunakan helikopter di kawasan yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Luwu dan Wajo. Pemantauan ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi terkini dan menentukan langkah-langkah bantuan selanjutnya.

    “Melakukan pemantauan khususnya di kawasan yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Luwu dan Wajo yang dekat dari sini,” ujarnya.

    Bahtiar menyebutkan, dari pantauan udara, terlihat jelas bekas banjir yang menghubungkan air laut dengan air yang datang dari darat, dengan warna coklat yang mendominasi pesisir. Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari bencana alam yang terjadi.

    Lahan pertanian masyarakat, fasilitas publik seperti masjid dan Polsek Siwa (Wajo), serta rumah-rumah penduduk masih terendam.

    Setelah mengamati dengan cermat, Bahtiar memastikan bahwa semua satuan terkait bekerja keras untuk melayani dan menanggapi situasi darurat ini.

    “Apa yang sedang terjadi dan kami pastikan. Semua satuan bekerja untuk melayani kami terus stand-by di sini mengambil langkah-langkah selanjutnya setelah pantau udara ini,” imbuhnya.

    Penjabat Gubernur menekankan pentingnya respon cepat dan koordinasi antar lembaga untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan efektif kepada mereka yang membutuhkan.

    Dengan situasi yang masih berkembang, tim tanggap darurat terus berupaya membuka akses dan memberikan bantuan yang diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

    Sedangkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, dalam pantauan tersebut berupa melakukan pencarian spot landing terhambat karena air yang masih menutupi area tersebut.

    Posko bantuan telah dibuka di beberapa lokasi, termasuk oleh Brimob dan Wali Kota Palopo, untuk memberikan layanan kepada warga yang terdampak.

    “Kita cari spot landing tadi tidak ketemu, karena tertutup air di Siwa (Wajo), termasuk kami coba tadi di Suli Barat (Luwu). Kami melihat juga di sana sudah dibuka posko baik dari Brimob maupun bantuan dari Wali Kota Palopo,” tandasnya.

  • Koordinasi dengan Polda Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Kirim Bantuan ke Latimojong Luwu Gunakan Helikopter

    Koordinasi dengan Polda Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Kirim Bantuan ke Latimojong Luwu Gunakan Helikopter

    JEJAKNEWS.id, Luwu, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, melakukan koordinasi dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, serta Danlanud Hasanuddin, untuk mengirimkan bantuan ke Kecamatan Latimojong, daerah yang terisolir akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu. Bantuan akan dikirim ke lokasi tersebut menggunakan helikopter.

    Hal ini disampaikan Pj Gubernur Bahtiar saat melakukan peninjauan ke posko bencana dan dapur umum yang didirikan di Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, pada hari Sabtu pagi ini, 4 Mei 2024 pukul 10.20 WITA.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar para korban bencana alam, termasuk makanan, pakaian, dan obat-obatan, terpenuhi dengan baik.

    “Di Belopa sejak tadi malam. Meninjau lokasi pengungsian dan stand-by di Posko Pemda Kabupaten Luwu. Memastikan seluruh masyarakat yang terdampak longsor dan bencana banjir terlayani. Baik persedian makanan, pakaian dan obat-obatan,” kata Bahtiar.

    Bahtiar mengungkapkan, masih terdapat satu wilayah di Luwu, yaitu Kecamatan Latimojong, yang belum dapat diakses sepenuhnya akibat kerusakan infrastruktur seperti jembatan yang putus dan jalan yang longsor. Sekitar 3.000 warga di beberapa dusun dan desa di wilayah tersebut saat ini terisolasi.

    Bantuan helikopter dari Polda Sulsel dan Kapolda Sulsel sendiri telah bergerak menuju Luwu. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Danlanud Hasanuddin. Bantuan lewat udara diangkut dari Lapangan Andi Djemma.

    “Kami harap masyarakat tetap tenang khususnya di Kecamatan Latimojong, karena kami pasti memberikan dukungan dan bantuan,” ujarnya.

    Pj Gubernur Bahtiar menekankan pentingnya ketenangan di kalangan masyarakat, khususnya di Kecamatan Latimojong, dan menjamin bahwa dukungan serta bantuan akan terus diberikan.

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BNPB Pusat, Kementerian Sosial, dan unit terkait lainnya atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. TNI-Polri telah bekerja bahu-membahu dalam penanganan bencana ini. Kunjungan ke Posko Brimob juga telah dilakukan untuk meninjau kesiapan dapur umum dan penyediaan air bersih.

    Pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap berada di wilayah guna melayani masyarakat yang terdampak. Di Kabupaten Wajo, Bupati Wajo bersama Forkopimda dan jajaran terkait juga telah turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan. Begitupun di Kabupaten Sidrap. (*)

  • Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Titik Banjir Terparah di Luwu

    Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Titik Banjir Terparah di Luwu

    JEJAKNEWS.id, Luwu- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengunjungi langsung Kabupaten Luwu, Jumat, 4 Mei 2024, yang terkena bencana banjir dan tanah longsor. Didampingi Pj Bupati Luwu, Muhammad Saleh, Bahtiar tiba di Kecamatan Suli, Sabtu, dini hari tadi, sekitar pukul 01.50 WITA.

    Kecamatan Suli merupakan merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir terparah di Luwu. Kedatangan Bahtiar untuk membawa bantuan dan dukungan moral bagi para korban.

    Bahtiar mengunjungi dua posko pengungsian yang berlokasi di masjid dan satu dapur umum. Di kecamatan ini, 12 desa dan 1 kelurahan merasakan dampak langsung dari bencana.

    Desa Cimpu Utara menjadi saksi bisu ketangguhan warganya. Masjid yang sementara dibangun kini menjadi tempat perlindungan bagi 30 orang, termasuk anak-anak dan balita.

    Pertanyaan sederhana “Sudah miki makan?” dari Bahtiar Baharuddin menjadi pembuka interaksi yang penuh empati.

    “Kami datang untuk memastikan kebutahan ta terpenuhi dan sehat, yang penting sehat ki dulu,” ucapnya kepada warga.

    Kisah-kisah warga yang terdampak banjir pun terungkap satu per satu. Nur, menceritakan bagaimana rumahnya roboh dan ia harus menyelamatkan diri melalui jendela.

    “Biasa banjir di sini, tapi tidak separah ini, rumah saya roboh, saya keluar lewat jendela dan minta tolong,” ucap Nur.

    Pengungsi lainnya, Munarti menceritakan bagaimana barang-barangnya terbawa arus. “Barang-barang terbawa air semua, astagafirullah” tambah Munarti dengan mata yang berkaca-kaca.

    Imran, warga lainnya mengungkapkan kondisi alerginya terhadap dingin kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar yang mendampingi Bahtiar. Sejumlah Kepala OPD juga turut hadir.

    Dalam kunjungan ini, Bahtiar menyerahkan bantuan logistik kepada Pemkab Luwu dan berinteraksi langsung dengan warga, termasuk bagi mereka yang mengungsi di masjid Desa Cimpu Utara. Kunjungan ke dapur umum untuk memastikan kebutuhan makan warga terpenuhi.

    Camat Suli, Agus Salim, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Bahtiar yang memberikan semangat baru dan bantuan bagi warga.

    “Semoga ini mempercepat pemulihan dan memberikan semangat ke warga,” ucapnya dengan penuh harapan. (*)

  • Danny Pomanto dan Masyarakat Bersatu Nobar Timnas di Bawah Guyuran Hujan

    Danny Pomanto dan Masyarakat Bersatu Nobar Timnas di Bawah Guyuran Hujan

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama dengan masyarakat merayakan keakraban dan semangat kebangsaan saat nonton bareng (nobar) pertandingan perebutan juara 3 Piala Asia AFC Cup U-23 antara Indonesia kontra Irak, Kamis (2/5/2024) malam.

    Meskipun cuaca tidak bersahabat, semangat pecinta sepak bola di Makassar tak padam. Di tengah guyuran hujan, Danny Pomanto bersama masyarakat berkumpul di Anjungan City of Makassar untuk menyaksikan pertandingan yang sangat dinantikan itu.

    Dengan sorak sorai yang menggema, Danny menegaskan pentingnya solidaritas dan dukungan kepada timnas Indonesia.

    Dirinya berujar bahwa ini bukan hanya sekadar pertandingan sepakbola, tapi juga momen untuk mempererat tali persaudaraan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

    “Terlebih lagi malam ini yang menentukan bukan hanya persoalan perebutan juara 3, tapi kita yang akan meloncat ke Olimpiade. Itu artinya kita akan melawan kesebelasan terbaik di dunia, memperebutkan medali emas. Kans Indonesia lumayan bagus,” ungkapnya.

    Sementara itu, masyarakat turut merasakan euforia dan semangat yang sama. Mereka memadati area nobar sejak awal pertandingan hingga akhir dengan antusiasme yang tinggi meski harus berbasah-basahan.

    Mereka menyuarakan dukungan dan doa agar timnas Indonesia meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.

    Kekalahan dari Uzbekistan sebelumnya telah mematahkan mimpi Indonesia ke final Piala Asia. Akan tetapi, peluang untuk lolos langsung ke Olimpiade 2024 masih terbuka. Jika Indonesia mengalahkan Irak, maka tim Garuda akan tampil untuk kali kedua di Olimpiade setelah 1956.

  • Silaturahmi dengan Perwakilan Buruh Se Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Konsep Ekonomi Hijau dan Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan

    Silaturahmi dengan Perwakilan Buruh Se Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Konsep Ekonomi Hijau dan Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, mengadakan pertemuan dengan Pengurus Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Sulsel, di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur pada Senin malam, 30 April 2024.

    Dalam acara yang juga dihadiri oleh seluruh anggota Forkopimda Sulsel ini, Pj Gubernur Bahtiar memaparkan konsep ekonomi biru untuk tingkatkan kesejahteraan.

    Di hadapan para buruh, Bahtiar menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan buruh dan memastikan perlindungan hak-hak mereka. Sebagai gubernur, ia mengaku memiliki tanggung jawab untuk mendukung perjuangan buruh dan memastikan hak-hak mereka dilindungi. Memperjuangkan kebijakan yang adil, memastikan kondisi kerja yang manusiawi serta memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan pekerja di wilayahnya.

    “Terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus pada malam ini, saya sangat menghormati kawan-kawan buruh dan pekerja. Jadi memang buruh dan pekerja yang harus diperhatikan dan memang harus kita perjuangkan,” tegasnya.

    Bahtiar mencontohkan kebijakannya dalam memberikan perlindungan kepada pekerja nonformal, seperti asuransi untuk 10.000 nelayan. “Ini contoh, bahwa betapa pekerja informal harus kita lindungi,” ujarnya.

    Lebih jauh, Bahtiar memaparkan berbagai program kerjanya di bidang pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, yang tentunya ekosistemnya membutuhkan dukungan dari para pekerja dan buruh. Termasuk tentang orientasi pengembangan ekonomi Sulsel pada ekonomi hijau dan biru. Demikian juga potensi Sulsel dengan perubahan landskap yang terjadi setelah penetapan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, dimana sebagai salah satu daerah terdekat, Sulsel menjadi penyangganya.

    Menyikapi berbagai tantangan dan isu strategis yang dihadapi bersama, lanjut Bahtiar, maka untuk pembangunan Sulsel ke depan, harus melakukan transformasi, tidak cukup dengan reformasi. Konsolidasi transformasi menuju Sulsel yang lebih mandiri dan maju melalui pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki, yang terhampar luas baik di daratan maupun lautan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam.

    “Penting kita mulai menerapkan prinsip-prinsip pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi biru agar kelak sumberdaya yang kita miliki masih dapat dinikmati oleh generasi kita di masa yang akan datang,” paparnya.

    “Di masa depan, kita memimpikan Sulsel sebagai provinsi dengan kualitas dan daya saing manusia yang unggul sehingga mampu mengantar daerah ini menjadi salah satu provinsi dengan pendapatan perkapita setara negara maju,” imbuhnya.

    Sementara, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika, menyatakan, May Day adalah momen penting untuk mendengarkan aspirasi pekerja dan buruh serta merayakan kontribusi mereka dalam pembangunan. Masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja mulai dari upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup, hingga kesenjangan sosial yang semakin melebar. Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak dapat menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman dan sejahtera bagi semuanya.

    “Pekerja dan buruh adalah tulang punggung pembangunan. Tentunya, mari kita saling berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para pekerja, memperjuangkan hak-hak mereka dan memberikan perlindungan yang layak tentunya,” kata Andi Ina.

    Sedangkan, Ketua Panitia Peringatan Mayday 2024 Tingkat Provinsi Sulsel, Andi Mallanti, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin yang telah mengundang para pekerja untuk bersilaturahmi dan berdialog.

    “Ini sangat luar biasa karena semua anggota Forkopimda hadir. May Day adalah hari kebangkitan bagi buruh yang ada di dunia termasuk yang ada di Sulsel,” kata Andi Mallanti.

    Pada kesempatan ini, ia memberikan rekomendasi kepada Pj Gubernur dan Ketua DPRD Sulsel terkait beberapa persoalan ketenagakerjaan yang ada. Terkhusus rekomendasi tahun 2023 yang belum terselesaikan.

    Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari berbagai konfederasi dan serikat pekerja/buruh di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan, diserahkan 760 paket bantuan sembako dari berbagai perusahaan kepada para pekerja dan buruh menjelang May Day.

    Pertemuan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan serikat pekerja/buruh untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan yang layak bagi para pekerja di Sulsel. (*)

  • Pj Gubernur Bahtiar Buka Musrenbang RPJPD dan RKPD Tahun 2025, Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,82 persen

    Pj Gubernur Bahtiar Buka Musrenbang RPJPD dan RKPD Tahun 2025, Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,82 persen

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 dilaksanakan di Hotel Claro, Makassar, 30 April 2024. Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin membuka kegiatan yang mengusung tema Konsolidasi Transformasi Menuju Sulawesi Selatan yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan dalam Ekosistem Ekonomi Hijau dan Biru tersebut secara daring.

    Turut hadir Forkopimda serta Bupati dan Walikota se-Sulsel, stakeholder terkait, juga perwakilan Kementerian Dalam Negeri serta Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI. Kegiatan ini diharapkan secara maksimal dan menjadi ruang diskusi yang konstruktif, menghasilkan ide dan solusi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Provinsi Sulsel.

    Pj Gubernur Bahtiar mengatakan, target Indikator Makro 2025 untuk pertumbuhan ekonomi 5,67-6,82 persen, tingkat kemiskinan 8,20 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,03 persen, Ratio Gini 0,356 poin, Indeks Pembangunan Manusia 74,49 poin dan PDRB Perkapita ADHB Rp74,55 juta.

    “Momentum hari ini sangat penting, karena merupakan babak akhir penyusunan perencanaan pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan satu tahun,” kata Bahtiar.

    Bahkan lebih jauh termasuk untuk Sulsel 20 tahun ke depan. Sehingga sejak awal, Bahtiar memerintahkan jajaran untuk berdiskusi dan berdialog dengan benar. Tidak boleh lagi copy dan paste dokumen perencanaan dari tahun ke tahun atau mengambil dari daerah lain. Harus benar-benar menyusun sesuai kondisi objektif dan menemukenali Sulsel.

    “Sehingga saya mendorong betul untuk disusun secara benar, dan mohon dari Kementerian untuk melakukan koreksi. Jika dalam dokumen perencanaan ini ada hal-hal yang patut dan harus dikoreksi,” terangnya.

    Menurut Bahtiar, pembangunan di Sulsel mengombinasikan antara alam, manusia dan nilai-nilainya. Dikelola menjadi satu kekuatan untuk mempercepat lompatan pembangunan di Sulsel. Yang menjadi perhatian adalah ketimpangan yang terjadi di Pantai Barat dengan Pantai Timur. Serta pembangunan yang selama ini terpusat di Makassar.

    Pada tahun 2025 hingga 2045 nantinya, Bahtiar menekankan, harus lebih memberi prioritas pembangunan kewilayahan, dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang disesuaikan dengan potensi dan keunggulan daerah agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Ekonomi Sulsel didorong berdasarkan kekuatan yang dimiliki, yakni bidang pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan.

    “Sulawesi Selatan ingin menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045 dengan target pertumbuhan ekonomi 7 persen. Sehingga kerjasama dan sinergitas sangat diperlukan termasuk dengan kabupaten dan kota,” jelasnya.

    “Supaya daerah ini benar-benar tumbuh bagus dengan kita tumbuh bersama dengan prinsip keadilan dan pemerataan pembangunan menjadi bagian yang harus kita perjuangkan untuk Sulawesi Selatan,” sambungnya.

    Sementara, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika, menyampaikan, berbagai aspirasi masyarakat pada berbagai sektor yang tertuang dalam laporan reses 85 pimpinan dan anggota dewan. Secara keseluruhan usulan pokok-pokok pikiran DPRD ada 1.420 usulan.

    “Ini adalah usulan pokok-pokok pikiran DPRD Sulsel Tahun Anggaran 2025 dari DPRD Sulsel,” ungkapnya.

    Ia menyampaikan, anggaran di Tahun 2024 telah disepakati secara bersama dan di anggaran Tahun 2025 yang menjadi pokok anggaran tiga sektor yang menjadi sektor utama yaitu, pertanian, perikanan dan kelautan dan peternakan.

    “Kami menitip harapan, agar rencana pembangunan daerah disusun ke dalam program yang fokus dan terarah pada prioritas dan sasaran,” harapnya.

    Sedangkan, Kepala Bappenas yang diwakili oleh Inspektur Utama Bappenas, Trisakti Wahyuni, menyampaikan, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, bagaimana tantangan global dan nasional yang akan mempengaruhi rencana di tahun 2025, kemudian RPJPM 2025-2045 dan Rancangan Teknoratik RPJMN Tahun 2025-2029 yang saat ini sedang dalam proses penyesuaian dengan visi dan misi Presiden Terpilih serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta pikiran Bappenas terkait pembangunan di Sulsel.

    Adapun Sulsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Wilayah Timur Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulsel terus berusaha memperbaiki capaian kinerjanya yang tergambar pada tahun 2023, dimana ekonomi Sulsel tumbuh sebesar 4,51 persen. Dari jumlah tersebut, 63,40 persen PDRB berasal dari sektor pertanian, perdagangan, industri dan konstruksi.

    Inflasi di Sulsel saat ini masih
    terjaga dan berhasil ditekan pada angka 2,75 persen, lebih baik dari capaian nasional sebesar 3,05 persen. Selanjutnya ketimpangan pendapatan/pengeluaran
    yang direfleksikan dengan angka Gini Ratio, untuk Sulawesi Selatan sebesar 0,377 poin dan termasuk dalam ketimpangan “sedang”.

    Untuk tingkat kemiskinan, capaian Sulsel sebesar 8,70 persen dan masih lebih baik dibandingkan dengan capaian nasional sebesar 9,36 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 788.850 jiwa.

    Di sektor ketenagakerjaan, jumlah penduduk yang bekerja di Sulsel tahun 2023 sebanyak 4,49 Juta orang, naik sebesar 137.330 orang dari tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan pada tahun 2023 juga menunjukkan hasil positif yang mencapai 76,40 poin atau berada pada level “tinggi” meningkat 0,64 poin (0,87 persen) dibandingkan capaian tahun sebelumnya (73,96).

    Selanjutnya prevalensi stunting pada tahun
    2023 berdasarkan Data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) mengalami sedikit kenaikan tadi tahun sebelumnya sebesar 0,02 persen, sehingga capaian prevalensi stunting sulawesi selatan pada tahun 2023 sebesar 27,4 persen.

    Menyikapi berbagai tantangan dan isu strategis dihadapi, maka untuk pembangunan Sulsel ke depan, kita harus melakukan transformasi, tidak cukup dengan reformasi.

    “Harus mampu memanfaatkan forum ini agar di tahun 2025 kelak dapat menjadi tahun konsolidasi transformasi menuju Sulsel yang lebih mandiri dan maju melalui pemanfaat sumberdaya yang dimiliki, yang terhampar luas baik di daratan maupun lautan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam,” pungkasnya.

  • Lepas Suhajar sebagai Sekjen Kemendagri, Mendagri Apresiasi Kinerja dan Loyalitas

    Lepas Suhajar sebagai Sekjen Kemendagri, Mendagri Apresiasi Kinerja dan Loyalitas

    JEJAKNEWS.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi kinerja dan loyalitas Suhajar Diantoro selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Apresiasi itu disampaikan Mendagri saat melantik Suhajar sebagai Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (30/4/2024).

    Mendagri mengaku banyak dibantu oleh Suhajar selama menjalankan berbagai tugas. Dia menegaskan, Suhajar merupakan pejabat yang memiliki loyalitas tinggi dengan mendukung semua kebijakan pimpinan. Berbagai tugas yang diberikan diselesaikan dengan baik oleh Suhajar tanpa membebani pimpinan.

    “Kita sudah 4 tahun setengah bersama, saya kalau A ya A, kalau B ya B, jadi pengalaman membuat saya seperti itu, jadi saya sampaikan beliau ini kuadran satu, semua yang saya minta saya tugaskan beliau semua tidak ada yang tidak beres, beres semua, melebihi, beyond expectation,” jelas Mendagri.

    Mendagri mengatakan, loyalitas yang diberikan Suhajar tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi mengejawantah dalam tindakan nyata. Jabatan Sekjen yang diembannya hampir 3 tahun menjadi waktu yang cukup untuk melihat loyalitas dan kinerja Suhajar. “Saya melihat Bapak loyalty yang sangat luar biasa, ketulusan Bapak membantu saya, sebelum saya datang ke kantor Bapak pasti sudah duluan, belum pernah Bapak keduluan saya kecuali Bapak ada tugas luar,” kenang Mendagri.

    Dirinya menilai, Suhajar merupakan pejabat yang memiliki pengalaman panjang dan sangat memahami urusan Kemendagri. Pengalaman itu membuat seorang Suhajar memiliki jaringan yang luar biasa. Suhajar juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi karena mampu memahami arahan pimpinan dan menjalankannya dengan benar. Dengan pengalaman dan kemampuan tersebut, Mendagri meminta Suhajar agar tetap membantu urusan Kemendagri yang perlu segera diselesaikan.

    “Beliau cepat sekali menangkap dan mengerti yang sudah saya maksud, dan susah saya mau menyampaikannya, hampir jaringan Bapak luar biasa di mana-mana mempermudah saya, dan tadi itu yang lebih penting lagi beliau sangat paham menjadi bawahan yang baik, selain menjadi pimpinan yang baik,” jelas Mendagri.

    Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Suhajar atas kinerja yang selama ini diberikan. Mendagri menganggap Suhajar sebagai seorang guru yang banyak mengajarkan banyak hal kepada dirinya.

    “Kita berharap melalui acara ini akan menimbulkan motivasi baru, kegiatan ini pun pengakhiran masa tugas Bapak dan pergantian pejabat juga sangat diperlukan oleh setiap organisasi yang modern karena memerlukan adanya refreshing sekaligus untuk proses regenerasi,” tandasnya.

    Puspen: Kemendagri

  • Nobar di Parepare, Pj Gubernur Bahtiar Ajak Masyarakat Sulsel Dukung Timnas Indonesia

    Nobar di Parepare, Pj Gubernur Bahtiar Ajak Masyarakat Sulsel Dukung Timnas Indonesia

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin akan mengikuti Nonton Bareng (Nobar) Timnas Garuda Muda melawan Timnas Uzbekistan, di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, malam nanti, Senin, 29 April 2024. Iapun mengajak seluruh masyarakat Sulsel untuk memberikan dukungannya kepada Timnas Indonesia, yang akan berlaga di Semifinal AFC Cup 2024.

    “Bapak Gubernur akan Nobar di Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, dan beliau mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk memberikan dukungannya kepada Timnas Garuda Muda Indonesia yang berlaga di Semifinal AFC Cup 2024,” kata Kepala Dinas Kominfo SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra.

    “Dukungan kita sangat berarti dan akan menjadi semangat bagi Timnas Garuda Muda Indonesia menuju Final AFC Cup 2024 sekaligus menjadi tiket menuju Olimpiade Paris 2024,” sambung Winarno.

    Nobar ini dilaksanakan Pemerintah Kota Parepare, dan juga akan dihadiri oleh Penjabat Walikota Parepare.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap Timnas Garuda Muda Indonesia, hampir seluruh pemerintah kabupaten kota di Sulsel melaksanakan Nobar. Begitupun dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, yang melaksanakan Nobar di Aula Tudang Sipulung bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad.

    “Bapak Sekda Andi Muhammad Arsjad akan Nobar di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur,” kata Andi Winarno.

    Diketahui, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, dan juga pemerintah kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia melaksanakan Nobar atau Nonton Bareng Timnas Garuda Muda melawan Timnas Uzbekistan. Imbauan ini merupakan sebuah dukungan atas keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menembus Semifinal AFC Cup 2024.

    Timnas Indonesia U-23 berhasil mengalahkan Korea Selatan U-23 di babak perempat final Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat, 26 April 2024 lalu. Tim asuhan Shin Tae Yong menaklukkan Korea Selatan melalui adu penalti 11-10. Ini adalah rekor pertama Tim Garuda Muda unggul atas Korsel dalam kelompok umur U-23.

  • Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat Hasil PTSL di Gowa

    Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat Hasil PTSL di Gowa

    JEJAKNEWS.id, Gowa, – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerahkan 50 sertipikat hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu, 27 April 2024.

    Didampingi oleh Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, sertipikat tersebut diserahkan secara door to door ke rumah warga di Kelurahan Romangpolong, Kabupaten Gowa.

    Bahtiar mengatakan, program ini merupakan salah satu solusi mengatasi kemiskinan di Indonesia, termasuk di Sulsel. Salah satu sumber kemiskinan itu karena kepemilikan aset atau kemiskinan struktural.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel, syukur dan terima kasih dan penghargaan dan penghormatan setinggi-tinggi kepada Bapak Menteri,” kata Bahtiar.

    “Ini juga memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Yang dapat dipastikan memberikan kesejahteraan kepada pemiliknya,” sambungnya.

    Bahtiar mengungkapkan, sengketa tanah juga banyak terjadi di Sulsel. Sehingga, pemerintah provinsi siap mendukung program Kementerian.

    Sementara, Menteri AHY mengatakan, isu pertanahan menjadi sangat mendasar yang harus diselesaikan.

    “Tadi Pak Gubernur mengatakan, dari banyaknya aduan hukum, itu dominasinya urusan pertanahan dan itu dikonfirmasi juga di tingkat nasional,” kata AHY.

    Sehingga, kata AHY, program Kementerian Pertanahan dapat menjadi solusi dan mengungkap kejahatan pertanahan yang banyak dilakukan oleh mafia tanah.

    “Saya berpesan jangan ragu-ragu berhadapan dengan mafia tanah, pasti kita bela. Kita akan cari solusi terbaik agar tidak ada yang dizolimi,” tegasnya.

    Aset yang memiliki sertipikat, ungkap AHY, memiliki nilai tambah secara ekonomi. “Senang sekali bisa menyerahkan sertipikat tanah kepada warga, yang berbentuk PTSL.
    Ini momen yang telah dinantikan oleh masyarakat setelah menghuni dan tinggal di lokasi atau di atas tanah selama puluhan tahun dan mendapat serpikat. Sertipikat ini menjadi kepastian hukum atas tanah,” tandasnya.

    Dalam kunjungan kali ini, Menteri AHY juga menyerahkan 16 sertipikat tanah wakaf dan rumah ibadah. Selain itu, ia juga menyerahkan satu Sertipikat Hak Pakai milik Kementerian Pertahanan. Penyerahan ini berlangsung di Masjid Al-Walidain, Kelurahan Romangpolong.

    Di tempat ini juga diserahkan sertipikat wakaf untuk rumah yatim dan sekolah tahfidz di Bone, sekolah MTs di Takalar, pesantren di Sidrap, asrama pesantren di Barru, gereja di Toraja Utara dan Tana Toraja, serta Vihara di Kabupaten Pinrang.

    Selama dua hari kunjungannya di Sulsel, Menteri AHY juga meninjau Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulsel untuk memastikan seluruh program dan layanan kementerian berjalan dengan baik. Juga meresmikan Balla “Pa’Jamakang”, yakni Ruang Terpadu dengan Strategi Komunikasi di Kanwil BPN Provinsi Sulsel.

    Pada tanggal 28 April besok, Menteri ATR/Kepala BPN akan melanjutkan peninjauan ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Makassar. Kehadirannya bertujuan memastikan Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantah Kota Makassar berjalan lancar. Selain itu, kunjungannya juga dalam rangka mendeklarasikan implementasi layanan Sertipikat Tanah Elektronik.

    Setelah pendeklarasian tersebut, Menteri AHY akan langsung menyerahkan Sertipikat Tanah Elektronik milik pemerintah daerah. Langkah ini merupakan wujud dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menjadikan 104 Kantah Kabupaten/Kota Elektronik pada tahun 2024.

  • Pisang Cavendish yang Ditanam Warga di Dua Kabupaten Telah Berbuah

    Pisang Cavendish yang Ditanam Warga di Dua Kabupaten Telah Berbuah

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Budidaya pisang cavendish yang diinisiasi Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, sejak awal menjabat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pohon pisang yang ditanam oleh warga di dua kabupaten telah berbuah.

    Tepatnya di Desa Tellongen, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, dan di Datae, Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap.

    Di Datae, pohon pisang cavendish yang sudah berbuah ini ditanam pada Bulan November 2023 lalu. Usia tanaman sudah kurang lebih 5 bulan.

    “Alhamdulillah sudah mulai berbuah, tandannya cukup panjang, dengan 12 sisir pisang, sehingga harus ditopang dengan bambu,” kata salah seorang petani pisang cavendish di Datae dalam sebuah video yang beredar.

    Begitupun di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Saat Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan baru-baru ini, pohon pisang cavendish di lokasi tersebut juga sudah mulai berbuah.

    Diketahui, budidaya pisang cavendish diinisiasi Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, sekaligus membangun ekosistem bisnisnya. Ia berhasil mendorong perbankan untuk memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp100 juta per hektare lahan kepada masyarakat yang ingin melakukan budidaya pisang ekspor ini.

    Dari sisi pasar, Bahtiar juga telah menyiapkannya. Pemerintah Provinsi Sulsel telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan raja buah Great Giant Foods (GGF), yang siap membeli berapapun produksi pisang cavendish asal Sulsel.

    Sebelumnya, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menyampaikan, bisnis pisang cavendish sangat potensial, sehingga perbankan tidak akan ragu mengucurkan pembiayaan.

    Darwisman menjelaskan, melihat potensinya, pada setiap 1 hektare lahan budi daya pisang varietas cavendish akan menghasilkan nilai pendapatan kotor sebesar Rp360 juta per tahun dengan asumsi populasi pisang per hektare sebanyak 2.000 pohon dengan produktivitas sebanyak 20 kg per pohon dan harga jual sebesar Rp4.500 per kilogram.

    Sementara total biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja dan land clearing, pada tahun pertama diperkirakan sebesar Rp99,3 juta dan akan semakin rendah atau turun 50% pada tahun-tahun berikutnya. Sehingga nilai laba bersih diproyeksikan sebesar Rp260,7 juta pada tahun pertama dan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.