Kategori: Nasional

  • Pj Gubernur Bahtiar Target Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bebas Inflasi Cabai

    Pj Gubernur Bahtiar Target Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bebas Inflasi Cabai

    JEJAKNEWS.id,– Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah dan Launching Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, di Hotel Dalton, Makassar, Selasa, 5 Desember 2023.

    Dalam sambutannya, Bahtiar menyampaikan tema pelaksanaan kegiatan ‘Data ST2023 Untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Sulawesi Selatan’ ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi melalui program prioritas pada masa transisi dalam setahun ini, terutama terkait dengan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.

    “Nah, ini cocok (tema acara) kedaulatan pangan. Daulat itu ya mandiri, bahkan bisa memberi ke daerah lain karena di Sulsel yang sampai daulat pangan itu baru mungkin 3 sampai 4 komoditi seperti beras padi, 3 juta ton. Produksinya, 1 juta ton kami makan, 2 juta ton kami lepas ke daerah lain, tapi kadang-kadang lebih bagus harganya di Maluku, Papua, di Kalimantan, kadang-kadang disini yang kurang. Ini sedang kita kelola, Alhamdulillah, sudah terkendali berkat dukungan BPS juga,” ucapnya.

    Beberapa sektor pertanian yang akan menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam menjalankan kedaulatan pangan, kata Bahtiar, salah satunya kedaulatan pangan cabai yang akan membantu menekan inflasi di Sulsel. Mengingat, harga cabai pada tahun depan diperkirakan akan melonjak.

    Untuk itu, Bahtiar menargetkan Provinsi Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas inflasi cabai melalui program 50 juta bibit pohon cabai dan secara agresif akan mulai dijalankan pada akhir tahun ini.

    “Di tahun depan entah di triwulan pertama atau masuk di triwulan kedua kita bisa deklarasi, Sulsel itu provinsi pertama dalam sejarah sejak Indonesia merdeka bebas inflasi cabai, karena sejak Indonesia merdeka 70an tahun yang lalu belum ada provinsi di Indonesia ini yang bebas inflasi cabai sampai hari ini. Kita diskusikan tiap minggu tidak diselesaikan hulunya,” ungkapnya.

    Terkait dengan produksi komoditi cabai di Sulsel, Bahtiar mengatakan, produksi cabai di Sulsel cukup besar terutama yang ada di sejumlah daerah seperti, cabai Katokkong Toraja, Cabai Solo II di Enrekang, di Kabupaten Wajo, dan beberapa daerah lainnya dengan jumlah lahan cabai yang mencapai ribuan hektar yang disuplai ke berbagai daerah melalui Badan Ketahanan Pangan Nasional.

    Bahtiar mengungkapkan, keinginannya untuk meningkatkan produksi cabai di Sulsel tidak lain untuk membantu menekan inflasi di daerah ini. Menurutnya, dari sisi jumlah, cabai di Sulsel kelebihan, tapi inflasi juga masih cukup tinggi. Itu disebabkan penjualan cabai di pasar tidak berfokus pada pasar industri dan rumah makan saja.

    Pada kesempatan itu, Bahtiar juga berharap melalui Launching Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023), BPS Sulsel dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota dapat terus melaksanakan berbagai kegiatan di Sulsel dalam upaya turut berpartisipasi menekan inflasi di daerah ini.

    Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulsel, Aryanto, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, Kepala BPS Kabupaten/Kota, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan ST 2023.

    “Kerja keras kami dari BPS tentu tidak ada apa-apanya bila tidak ada dukungan dari pemerintah daerah. Untuk itu, kami atas nama BPS menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Penjabat Gubernur beserta jajarannya yang turut aktif mensosialisasikan dan mendukung pelaksanaan ST2023,” ucapnya.

    Pelaksanaan ST2023 ini, kata Ariyanto, melibatkan seluruh pihak termasuk Kepala BPS Kabupaten/Kota dan jajarannya yang telah bekerja keras mensukseskan Sensus Pertanian Tahun 2023. Petugas yang dikerahkan dalam pelaksanaan sensus pertanian 2023 ini sebanyak adalah 8.036 petugas lapangan, dan 1.561 petugas pengelola.

  • TP2DD Provinsi Sulsel Terbaik di Indonesia

    TP2DD Provinsi Sulsel Terbaik di Indonesia

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Selatan dinobatkan sebagai TP2DD terbaik di Indonesia.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana, di sela Pelaksanaan Launching KKPD, High Level Meeting TP2DD, Serta Apresiasi Ekonomi dan Keuangan Digital Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Selasa, 5 Desember 2023.

    “Berbagai inovasi dilakukan di Sulsel, berhasil dapat pengakuan nasional. Di tahun 2022, Provinsi Sulsel berhasil jadi TP2DD terbaik se Indonesia. Tahun ini, TP2DD Provinsi Sulsel tidak hanya terbaik di Wilayah Kawasan Sulawesi, tapi kembali jadi yang terbaik di Indonesia,” kata Causa Iman.

    Causa Iman mengungkapkan, pemerintahan dituntut mengikuti perkembangan teknologi, sehingga lebih responsif, efektif, dan transparan. Termasuk dalam hal tata kelola keuangan daerah. Pemerintah Provinsi Sulsel telah membuktikan hal tersebut.

    “Wapres telah memberikan arahan agar semua pemerintah daerah menerbitkan Peraturan Kepala Daerah atau Perkada KKPD. Dan oleh Pak Pj Gubernur langsung ditindaklanjuti begitu kami laporkan. Luar biasa sekali dukungan Pak Pj Gubernur,” ujarnya.

    Dalam kesempatan ini, Bank Indonesia menyerahkan dua piagam penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, yang diterima Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin. Yakni Penghargaan TP2DD Terbaik I di Kawasan Sulawesi, dan penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Program Unggulan P2DD Terbaik melalui aplikasi pembayaran pajak digital Bapenda Sulsel in Your Hand.

    Diketahui, Provinsi Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk pertama kalinya menggunakan KKPD-nya pada November 2023 lalu, untuk pembelian Alat Tulis Kantor (ATK).

    Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan, KKPD menjadi instrumen reformasi birokrasi, termasuk tata kelola keuangan. Penggunaan KKPD, secara langsung atau tidak, akan mengurangi praktek tata kelola keuangan yang kurang pantas dan upaya pencegahan korupsi.

    “Dengan menggunakan KKPD, semua terukur. Pasti semakin sehat organisasi kita, karena memangkas proses administrasi. KKPD lebih mudah, simpel, sederhana dan akuntabel, sesuai prinsip hukum keuangan. Banyak manfaat yang diperoleh,” kata Bahtiar.

    Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Bank Indonesia atas dukungan dan kontribusi dalam perbaikan tata kelola keuangan pemerintah.

  • Warga Mattiro Walie Terharu Pertama Kali Didatangi Gubernur Sulsel

    Warga Mattiro Walie Terharu Pertama Kali Didatangi Gubernur Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Bone,- Kepala Desa Mattiro Walie, Andi Syahrir Natsir, mengaku, baru pertama kali didatangi pejabat setingkat gubernur dan kepala dinas dari Provinsi Sulsel. Iapun mengaku terharu atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulsel kepada desa dan warganya.

    Hal tersebut disampaikan Andi Syahrir usai melakukan penanaman pisang cavendish dan pohon sukun, di lahan seluas 1.000 hektare, di Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Selasa, 5 Desember 2023.

    “Itulah kami merasa syukur dan karena semenjak Indonesia merdeka baru kali ini ada pemimpin besar yang datang menginjakan kakinya di Desa Mattiro Walie,” tutur Andi Syahrir.

    Ia berharap, dengan kehadiran Pj Gubernur Sulsel bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov Sulsel, Pj Bupati Bone dan seluruh OPD lingkup Pemkab Bone, bisa membawa berkah bagi daerahnya.

    “Izin Bapak Pj Gubernur Sulsel dan Bapak Pj Bupati Bone, ini desa yang terletak di paling ujung di Bone Selatan. Semoga kedatangan ta’ semua dapat mengubah ekonomi dan infrastruktur kami disini,” harapnya.

    Ia menyampaikan rasa terimakasih, dan kaget tiba-tiba disampaikan Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulsel Andi Irwandi Natsir, bahwa Pj Gubernur Sulsel dan Pj Bupati Bone akan datang di desa yang dipimpinnya.

    “Kami sangat berbangga hati untuk hari ini, kemarin Kakanda Andi Irwandi Natsir menelepon kami bahwa akan kedatangan Bapak Pj Gubernur Sulsel dan Pj Bupati Bone di sini,” ungkapnya.

    Untuk itu, Andi Syahrir mengaku siap mendukung program budidaya pisang, sukun dan nangka madu yang merupakan program Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.

    “Kami di sini siap mendukung program Bapak Pj Gubernur Sulsel. Alhamdulillah ada lahan kurang lebih 1.000 hektare. Kami dan seluruh masyarakat mudah-mudahan bisa mendukung program Bapak Pj Gubernur Sulsel,” tuturnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulsel, Andi Irwandi Natsir mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Pj Gubernur Sulsel dan seluruh rombongan di daerah kelahirannya.

    “Tak ada kata yang dapat diucapkan selain rasa syukur. Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Pj Gubernur Sulsel. Apalagi dengan hadir semua kepala OPD,” ucapnya.

    Ia mengaku, sosok seperti Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin merupakan pemimpin yang sangat memperhatikan sekali keadaan masyarakat di daerah-daerah seperti Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani ini.

    “Bagi kami orang di Bontocani tidak pernah berhenti berharap. Apalagi Pak Gubernur sudah hadir di sini, tentu perhatian beliau kepada daerah terpencil dan daerah terluar seperti ini sangat serius,” tuturnya.

    Di tempat yang sama, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengaku sangat dekat dengan Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulsel Andi Irwandi Natsir dan dirinya bukan orang yang sulit ditemui, apalagi untuk kepentingan masyarakat Sulsel.

    “Saya datang ke sini sebagai gubernur. Saya memang memiliki kedekatan dengan Bapak Andi Irwandi Natsir. Tidak sulit untuk temui saya, saya ini bisa ditemui dimana saja,” kata Bahtiar.

    Untuk itu, ia menyampaikan terimakasih kepada Kepala Desa Mattiro Walie dan seluruh masyarakat Desa Mattiro Walie, atas penyambutan dan kehadiran dalam acara penanaman pisang cavendish, sukun, nangka madu dan manggis tersebut.

    “Terimakasih banyak Kepala Desa Mattiro Walie, anggota DPRD Provinsi Sulsel, Pj Bupati Bone, anggota DPRD Kabupaten Bone dan seluruh masyarakat Desa Mattiro Walie,” tuturnya.

  • PKK Sulsel Pamerkan Produk Olahan Pisang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

    PKK Sulsel Pamerkan Produk Olahan Pisang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Gebyar Kreatifitas TP PKK dalam Pemanfaatan Pisang, yang dilaksanakan di Atrium Tokyo, Phinisi Point Mall, 4 – 5 Desember 2023. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam acara ini, seperti Talkshow dengan tema Pisang Gizi dan Bisnis, Lomba Stand Pameran dan Produk Olahan Pisang untuk Bisnis, Lomba Masak Olahan Pisang, dan Presentase Bisnis Produk Olahan Pisang.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muh Saleh, mengatakan, Gebyar Kreativitas TP PKK dalam Pemanfaatan Pisang, hakekatnya merupakan suatu upaya dari Pemerintah Provinsi Sulsel dan TP PKK Provinsi Sulsel, dalam rangka mendukung dan mempromosikan komoditas pisang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal.

    “Melalui kegiatan ini, kami mengedukasi masyarakat tentang potensi pisang sebagai sumber pangan yang beragam dan berdaya guna, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya budidaya pisang sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah,” kata Muh Saleh, yang juga Ketua Panitia.

    Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Abdul Malik Faisal, yang mewakili Pj Gubernur Sulsel, berharap Gebyar Kreatifitas TP PKK dalam Pemanfaatan Pisang ini bisa menjadi ajang untuk mempromosikan dan mengembangkan produk olahan pisang Sulsel. Sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan masyarakat Sulsel.

    Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulsel sedang mengoptimalkan potensi berbasis kultural di sektor pertanian melalui Gerakan Budidaya Pisang Cavendish dengan memanfaatkan lahan tidur. Jenis pisang ini menjadi komoditas ekspor dan menjadi bahan baku industri.

    “Kami targetkan, dua-tiga tahun ke depan menghasilkan 1 miliar pohon pisang di atas lahan seluas 500 ribu hektar. Insya Allah, jumlah ini akan mengantarkan Sulsel sebagai produsen pisang terbesar di Indonesia, bahkan dunia mengalahkan Kota Davao, Negara Filipina,” ungkapnya.

    Sementara, Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar, mengapresiasi sejumlah produk olahan pisang yang menjadi inovasi TP PKK Sulsel. Mulai dari keripik pisang, puding pisang, hingga nasi goreng pisang.

    “Ke depan, kita targetkan agar produk-produk olahan pisang ini bisa kita ekspor,” kata Sofha Marwah.

    Adapun juara pada Lomba Masak Olahan Pisang untuk Bisnis Kategori Live Cooking, Juara I, II, dan III masing-masing diraih Kabupaten Enrekang, Bulukumba, dan Bantaeng. Sedangkan Juara Harapan I, II, dan III secara berurut diraih Kota Palopo, Kabupaten Takalar, dan Sinjai.

    Untuk Lomba Masak Olahan Pisang untuk Bisnis Kategori Ready to Eat, Juara I diraih Kabupaten Soppeng, disusul Juara II Kabupaten Maros dan Juara III Kabupaten Enrekang. Sedangkan Juara Harapan I, II, dan III masing-masing diraih Kabupaten Gowa, Luwu Timur, dan Bone.

    Pada Lomba Stand dan Presentase Olahan Pisang untuk Bisnis, Juara I diraih Kabupaten Enrekang, Juara II Kota Makassar, dan Juara III Kota Palopo. Juara Harapan I, II, dan III diraih Kabupaten Bulukumba, Sinjai, dan Bantaeng. Sedangkan Juara Favorite I, II, dan III diraih Kabupaten Maros, Bone, dan Takalar.

    Tampil sebagai Juara Umum pada Gebyar Kreatifitas TP PKK dalam Pemanfaatan Pisang ini adalah Kabupaten Enrekang.

  • Pj Sekda Sulsel Terima Edutolia Education, Bahas Pameran Pendidikan Gratis Perguruan Tinggi Turki di Makassar

    Pj Sekda Sulsel Terima Edutolia Education, Bahas Pameran Pendidikan Gratis Perguruan Tinggi Turki di Makassar

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad menerima kunjungan dari manajemen Edutolia Education di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Selasa 5 Desember 2023.

    Hadir diantaranya Founder of Edutolia Education, Ibrahim Albayrak; Head Representative for Edutolia Indonesia and The COO of Edutolia, Putri Anatasia; dan Creative Director Edutolia, Fachruqi Waris.

    Dalam kesempatan ini, Pj Sekda Sulsel didampingi Kepala BPSDM Sulsel, Muhammad Jufri dan Plh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Tautoto Tana Ranggina.

    Edutolia Education merupakan konsultan pendidikan dari Negara Turki ini. Mereka bakal menggelar Pameran Promosi Pendidikan Universitas Turki di Makassar.

    Pameran tersebut rencananya bakal berlangsung di Gedung Balai Sidang 45, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, 28 Februari 2024.

    Pameran yang bekerja sama dengan Bosowa Education ini bertujuan untuk memperkenalan berbagai perguruan tinggi di Turki kepada para siswa di Makassar.

    Pj Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan, Pemprov Sulsel tentu sangat mendukung adanya kerjasama pendidikan antara Pemerintah Turki dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

    “Hari ini kita kedatangan tamu dari Edutolia Education, terkait rencana kerjasama antara Pemerintah Turki dan Pemerintah Sulawesi Selatan terkait dengan kerjasama dibidang pendidikan. Insya Allah, pada bulan 28 Februari 2024 akan mengadakan pameran pendidikan di Makassar, dimana targetnya pelajar SMA di Suslel,” ungkapnya.

    Menurutnya, pameran pendidikan ini merupakan kesempatan yang baik bagi pelajar yang akan menempuh pendidikan ditingkat perguruan tinggi.

    “Saya pikir ini kesempatan emas yang ditawarkan Pemerintah Turki melalui Edutolia Education, bagi anak-anak kita untuk bisa bersekolah di Turki. Apalagi ada kesempatan beberapa program yang ditawarkan, termasuk beasiswa biaya pendidikan yang full atau 100 persen,” jelasnya.

    Kepala BPSDM Sulsel, Muhammad Jufri menambahkan, “pameran pendidikan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat baik bagi anak/anak kita di Sulsel untuk mendapatkan ruang untuk bisa belajar di perguruan tinggi di luar negeri, khususnya di Turki,” ungkapnya.

    Ia pun juga berterima kasih kepada Edutolia Education yang menjadikan Makassar di Sulsel salah satu sasaran pameran pendidikan pada tahun 2024 mendatang.

    Founder of Edutolia Education, Ibrahim Albayrak menyampaikan, terima kasih atas dukungan Pemprov Sulsel terhadap kegiatan pameran pendidikan ini.

    “Terima kasih atas keramahan Bapak Pj Sekda, kami sangat senang berada di sini. insya Allah kami akan merencanakan untuk melaksanakan pameran pada bulan Februari, kami akan datang dengan banyak universitas di Turki untuk siswa/mahasiswa,” ujarnya.

    Lanjutnya, “Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel, semoga nanti kita juga dapat berkontribusi dalam kemajuan kerjasama dalam pendidikan antara dua negara ini,” tuturnya.

    Dirinya memaparkan, bahwa Pameran pendidikan ini tidak hanya menawarkan kuliah S1, tetapi juga S2 dan S3. Dengan menghadirkan minimal 15 universitas terbaik dari Turki.

  • PTPN XIV Komitmen Dukung Program Pemprov Sulsel

    PTPN XIV Komitmen Dukung Program Pemprov Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Makassar- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan PT Perkebunan Nusantara, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu, 3 Desember 2023.

    Hadir Direktur PTPN XIV, Tio Handoko bersama Region Head 8. Hadir juga SEVP Business Support Region 8 Maalun Lamau serta Kasubbag Sekretaris Galis Ariprayugo. Kunjungan ini terkait pergantian kepemimpinan di PTPN XIV, dari Tio Handoko ke Desmanto.

    “Mewakili pemerintah dan masyarakat Sulsel mengucapkan terima kasih kepada Pak Tio, luar biasa sinergi yang terlaksana sejauh ini. Termasuk mendukung program kita untuk upaya mensejahterakan masyarakat melalui hortikultura,” kata Bahtiar.

    “Kepada Bapak Desmanto, kami mengucapkan selamat datang. Semoga kerjasama yang terjalin selama ini, dapat semakin ditingkatkan,” sambungnya.

    Tio menyampaikan, selama di Sulsel dan bersinergi dengan Pemprov sulsel, ia sangat terkesan. Tugas-tugas dilaksanakan dengan sangat lancar.

    “Tugas-tugas yang kami laksanakan lancar dan selaras dengan programnya Pak Gubernur,” kata Tio.

    Diantaranya, pemanfaatan aset PTPN untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sulsel, terutama untuk hortikultura dalam hal ini pisang, durian, nangka dan lainnya.

    “Sepanjang aset negara bisa untuk mendukung dan memenuhi aturan perundangan yang ada, kami di PTPN pasti senang,” ujarnya.

    Perubahan struktur terjadi di PTPN. Untuk jabatan selanjutnya yang memimpin PTPN XIV disebut Region Head 8 Supporting Co.

    Adapun pejabat yang baru, Desmanto, bersilaturahmi dengan gubernur sekaligus memperkenalkan diri. Ia mengaku siap mengoptimalkan aset PTPN yang memiliki lahan seluas 104 ribu hektar lebih, dan sekarang termanfaatkan baru 35 ribu hektar.

    “Sembari menunggu programnya holding, kita akan berdayakan lahan itu dengan penanaman hortikultura. Seperti tadi ada nangka dan pisang,” jelas Desmanto.

    Memberdayakan masyarakat lokal, siap dilakukan sepanjang Good Corporate Governance (GCG) dipenuhi dengan baik.

    “Itu target kita untuk masyarakat sini. Saya kira kita dapat didukung. Tadi Pak Gubernur sangat intens dan setuju dengan pemberdayaan masyarakat bersama-sama untuk itu,” pungkasnya.

  • Inovasi Pemprov Sulsel, Pj Bupati Bantaeng Apresiasi Aplikasi Inzting untuk Pengentasan Stunting

    Inovasi Pemprov Sulsel, Pj Bupati Bantaeng Apresiasi Aplikasi Inzting untuk Pengentasan Stunting

    JEJAKNEWS.id,Makassar,- Penjabat Bupati Bantaeng, Andi Abubakar membuka Sosialisasi dan Monitoring Aplikasi Inzting Sulawesi Selatan Tingkat Kabupaten Bantaeng di Balai Kartini Bantaeng, Senin 4 Desember 2023.

    Inzting yang merupakan singkatan dari Ikhtiar Men-zero-kan Stunting ini adalah aplikasi yang dibuat Pemkab Takalar, yang kemudian akan dimanfaatkan oleh seluruh kabupaten kota se Sulsel dalam pendataan dan penanganan kasus stunting.

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada seluruh pengelola serta mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Inzting Sulsel di Kabupaten Bantaeng, juga guna meningkatkan komitmen dan koordinasi TPPS tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Des/Kelurahan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng

    Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rasyid mewakili Pj Gubernur Sulsel menghadiri acara tersebut.

    Dalam kurung waktu 4 tahun terakhir (2019-2022) prevalensi stunting di Sulsel mengalami penurunan. Berdasarkan hasil SSGBI tahun 2019 prevalensi stunting di Sulsel mencapai angka 30,6%, kemudian tahun 2022 turun menjadi 27,2%.

    Pemprov Sulsel berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting, mengingat target nasional 2024 mendatang harus 14 persen.

    “Bapak Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu program prioritas. Sehingga beliau berusaha semaksimal untuk dapat menzerokan stunting di Sulsel,” kata Muhammmad Rasyid.

    Berbagai upaya telah dilakukan Pj Gubernur Sulsel untuk menzerokan stunting, kata dia, salah satunya dengan mengembangkan aplikasi Inzting yang digunakan oleh 24 Kabupaten/Kota.

    “Aplikais Inzting memiliki terobosan untuk menyiapkan satu data bagi seluruh instansi terkait yang memiliki kewajiban secara langsung dalam penanganan stunting,” tuturnya.

    Dirinya pun berharap Sosialisasi dan Monitoring ini dapat membuahkan hasil dalam percepatan penurunan stunting sehingga dapat mencegah stunting bagi generasi baru di Sulsel.

    Sementara itu, Pj Bupati Bantaeng, Andi Abubakar mengapresiasi keberadaan kader-kader di tengah masyarakat yang merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting di Indonesia, khususnya di Kab. Bantaeng.

    “Kami mengapresiasi dan mendukung penuh kehadiran aplikasi Ikhtiar Men-Zerokan Stunting (Inzting) Sulsel yang merupakan inovasi dalam menghimpun satu data penanganan stunting di Prov. Sulsel. Kami berharap aplikasi ini mendukung Pemda dalam program percepatan penurunan stunting berbasis digital serta memberikan output pemetaan pencegahan stunting dari hulu hingga ke hilir yang akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan program dan kegiatan di seluruh tingkatan”, ujar Pj. Bupati Bantaeng.

    Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kab. Bantaeng tahun 2021 sebesar 22,5% dan menurun ke 22,1% pada tahun 2022.

    Turut hadir pula Pj Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng; Kepala Dinas DP3A Dalduk KB Provinsi Sulsel; perwakilan dari Diskominfo-SP Sulsel sebagai Tim Koordinasi Inzting Sulsel; Pimpinan OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Desa se Kabupaten Bantaeng; serta admin Kabupaten dan Kader Inzting Sulsel.

  • Bahtiar Baharuddin Semangati Anak Nelayan di Takalar untuk Jadi Pemimpin

    Bahtiar Baharuddin Semangati Anak Nelayan di Takalar untuk Jadi Pemimpin

    JEJAKNEWS.id, Takalar, – Dalam lawatan ke dua tempat di Takalar yaitu Pelabuhan Boddia dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, Minggu, 3 Desember 2023, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin berinteraksi dengan masyarakat dan nelayan termasuk anak-anak.

    Kedatangannya disambut anak-anak nelayan yang telah berjejer di dermaga usai Bahtiar melakukan peninjauan. Ia pun memotivasi mereka untuk belajar dan penuh semangat.

    “Ini semua sudah pulang sekolah? Semangat ki belajar, nanti jadi pemimpin, ada yang jadi gubernur juga,” ujar Bahtiar.

    Salah seorang anak pun yang begitu semangat mengaku sangat senang bertemu Gubernur Sulsel tersebut.

    “Saya senang sekali bisa ketemu Pak Gubernur,” ucap Fatir, anak yang tinggal di sekitar Pelabuhan Boddia.

    Brigadir Herman, Anggota Pos Polairud Takalar, yang selama ini banyak berinteraksi dengan warga dan anak-anak sekitar Pelabuhan Boddia, ikut menyambut kedatangan Bahtiar.

    “Warga di sini umumnya berprofesi nelayan, kedatangan gubernur disambut hangat dan ingin berinteraksi. Terutama anak-anak di wilayah ini,” katanya.

    Gubernur memberikan motivasi dan semangat agar lebih gigih belajar dan menanamkan cita-cita yang baik kepada mereka.

  • Sambangi PPI Beba, Nelayan Berterima Kasih Hadirnya Break Water Pemecah Ombak

    Sambangi PPI Beba, Nelayan Berterima Kasih Hadirnya Break Water Pemecah Ombak

    JEJAKNEWS.id, Takalar, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu, 3 Desember 2023.

    Ia melihat kondisi infrastruktur di sana serta berdialog dengan nelayan yang ada, untuk mengetahui persoalan yang dihadapi oleh mereka. Serta berbagai program dan bantuan yang telah diberikan.

    Di awal pertemuan, Pj Gubernur Bahtiar meminta agar nelayan tetap menjaga laut, dengan menangkap ikan yang ramah lingkungan, termasuk tidak menggunakan bom atau merusak terumbu karang.

    “Kalau tangkap ikan jangan pakai bom ikan, kasihan juga terumbu karangnya lama tumbuhnya,” pesan Bahtiar.

    Ia pun dalam programnya sebagai Pj Gubernur, akan membuat rumah ikan berupa terumbu karang buatan. Sehingga nelayan tidak terlalu jauh mencari ikan ke tengah laut, terutama yang tidak punya kapal.

    “Kami buat terumbu karang dan membuat rumpon dalam dan dangkal, Takalar menjadi prioritas,” ungkapnya.

    Ketua kelompok nelayan setempat, Saharuddin, berharap dengan kedatangan gubernur, nelayan Takalar semakin diperhatikan.

    “Mudah-mudahan ke depannya nelayan bisa lebih diperhatikan,” harap Saharuddin.

    Salah seorang nelayan yang ditemui, Sattar Daeng Maja menyampaikan terkait ketersediaan es balok yang digunakan, dibeli Rp14 ribu untuk melaut yang bisa bertahan hingga 25 hari. Sedangkan sekali melaut, memakai biaya Rp25 juta.

    “Itu satu kali rate (pulang-pergi). Kalau sudah di atasnya, sudah perkiraan Rp30-35 juta hasilnya kita sudah pulang. Sekali melaut 20 hari,” ungkapnya.

    Hal lainnya, Pemprov sudah berupaya melalui Dana Alokasi Khusus untuk membuat breakwater untuk daerah ini. Ini berfungsi untuk pemecah gelombang, digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan untuk menenangkan gelombang di pelabuhan.

    “Kami selaku masyarakat pesisir yang tinggal di Beba mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kadis karena kami dibuatkan tanggul, break water. Dengan adanya itu kapal kami akan aman untuk berlabuh. Sekali lagi terima kasih atas kedatangannya di Beba,” ucap nelayan lainnya, Daeng Nompo.

    Adapun break water ini, untuk tahap pertama sudah selesai 300 meter lebih. Untuk tahap kedua telah ada anggarannya dari pemerintah pusat.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muh Ilyas, menyatakan, hadirnya PPI Beba sangat penting.

    “PPI Beba secara strategi ekonomi itu cukup penting bagi Takalar dan Makassar yang dekat dari sini,” imbuhnya.

  • Pj Gubernur Bahtiar Tinjau Stasiun Pasang Surut Air Laut Pendeteksi Dini Tsunami

    Pj Gubernur Bahtiar Tinjau Stasiun Pasang Surut Air Laut Pendeteksi Dini Tsunami

    Pj Gubernur Bahtiar Tinjau Stasiun Pasang Surut Air Laut Pendeteksi Dini Tsunami

    JEJAKNEWS.id, Takalar, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar, Minggu, 3 Desember 2023.

    Bahtiar menyampaikan, Nelayan Sulsel lebih 200 ribu orang. Di Takalar terdapat 16 ribu orang karena banyaknya yang memiliki mata pencaharian di bidang ini, sehingga kelautan dan perikanan harus menjadi perhatian. Jika bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, maka kesejahteraan Sulsel akan maju.

    “Jadi itu semakin membuat kita harus lebih konsentrasi, ternyata pantai kita luas dan panjang, serta potensinya besar sekali. Takalar saja 74 kilometer,” kata Bahtiar.

    Kemudian ia menyampaikan, dalam jangka panjang pelabuhan harus dikelola secara profesional. Tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD dan APBN, tetapi harus cari solusi alternatif lainnya.

    Di tempat ini ia juga meninjau Stasiun Pasang Surut Air Laut, alat yang salah satu fungsinya untuk mendeteksi dini tsunami (Early warning system/Ina-TEWS).

    “Ini dihadirkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan BMKG dan Kemenhubla. Kami menggunakan sensor radar dan sensor pressure untuk menentukan ketinggian air laut,” jelas Staf Badan Informasi Geospasial, Hadi Wijaya.

    Ia menyampaikan, data ini terkirim terus menerus secara kontinyu ke database di BIG di Cibinong, Bogor. Database tersebut dibagipakaikan (sharing data) dengan BMKG. Setelah terkirim, kalau misalkan ada penurunan air yang signifikan yang turun dari biasanya, BMKG akan memberikan notice bahwa ada anomali air.

    “Sehingga kami nanti di BIG sebagai penyedia data dan BMKG memutuskan dari data tersebut terkait ada atau tidaknya potensi tsunami,” terangnya.

    Di tempat ini Bahtiar juga bertemu dengan sejumlah nelayan serta melayani permintaan warga berfoto bersama termasuk anak-anak.

    “Masyarakat nelayan menginginkan dengan adanya kunjungan dari Bapak Gubernur, ingin dibuatkan pemecah ombak di luar tanggul untuk berlabuh atau tempat sandar perahu-perahu nelayan,” sebut Daeng Laja, salah seorang nelayan.