Anggota Komisi XIII, DPR RI Meity Sepakat  Impas diberdayakan Peserta Magang Atasi Kekurangan Personel di Lapas dan Rutan

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Jakarta,-Anggota Komisi XIII, DPR RI, Dr Hj Meity Rahmatia sangat sepakat bila Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberdayakan peserta magang dalam membantu operasional Lembaga pemasyarakatan dan Rumah Tahanan.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, magang dari kalangan mahasiswa yang ditempatkan di Lapas dan Rutan selama ini menunjukkan peran positif, dan sangat berkontribusi dalam membantu tugas-tugas operasional, baik terkait administrasi maupun dalam program-program pembinaan di Lapas dan Rutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menyaksikan langsung kegiatan magang saat berkunjung di Lapas dan Rutan di berbagai wilayah. Mereka sangat membantu kinerja petugas. Terutama dalam program-program pembinaan narapidana dan tahanan. Karena itu, saya sangat setuju bila pemerintah ingin memaksimalkan kegiatan magang ini ,” ungkapnya.

Meity merespon keinginan ini setelah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengumumkan upaya pemberdayaan puluhan ribu peserta magang nasional untuk membantu mengatasi kekurangan personel di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengumuman tersebut, langkah ini diambil guna
memperbaiki kondisi pengawasan yang saat ini sangat tidak seimbang. Menurut data yang ada, satu petugas di lapas harus mengawasi antara 50 hingga 54 warga binaan, yang membuat tugas pengawasan menjadi sangat berat dan kurang efektif.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa penambahan kekuatan dengan melibatkan peserta magang ini sangat krusial untuk mendukung kinerja lembaga pemasyarakatan dan rutan. Peserta magang akan diberdayakan dalam berbagai aspek operasional di lapas dan rutan, dengan harapan dapat membantu meringankan beban tugas petugas yang sudah ada dan mempercepat proses rehabilitasi narapidana.

Selain pemberdayaan peserta magang, Menteri Agus juga menekankan pentingnya kerja sama pengamanan dengan personel TNI dan Polri di wilayah masing-masing. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas di area lapas dan rutan, serta memberikan rasa aman baik bagi petugas maupun warga binaan.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi lembaga pemasyarakatan dan rutan kata Agus adalah persoalan kelebihan penghuni atau overcapacity. Menteri Agus berharap masalah ini dapat teratasi dengan diterapkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang lebih mengedepankan prinsip keadilan restoratif. Kebijakan ini memberikan alternatif hukuman yang lebih manusiawi, seperti kerja sosial bagi narapidana, yang diharapkan dapat mengurangi beban penghuni penjara.

Dalam konteks itu pula, Meity juga memberikan catatan kepada pemerintah, bahwa dalam maksimalisasi peran magang, Imipas sebaiknya membuka lowongan dari berbagai multidispilin ilmu.

“Pembinaan di Lapas dan Rutan sangat membutuhkan pendekatan yang kompleks dari aspek ilmu pengetahuan. Kesehatan, psikologi, kesejahteraan sosial, pendidikan, khususnya belajar baca tulis, bidang agama, dan lain-lain,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah Lapas, program magang mahasiswa dengan latar disiplin selain hukum seperti psikolog dan program pendidikan sudah mulai ada, namun belum maksimal. Kehadiran mereka, jelas Meity terbukti sangat berdampak positif dan membantu petugas dalam program-program pembinaan.

“Dengan KUHP baru yang menitikberatkan pada RJ, maka kita sangat membutuhkan sumber daya manusia di Lapas yang memahami kerja sosial dan pemberdayaan. Karena orientasinya pada pengembangan kepribadian yang baik agar narapidana dapat kembali hidup normal secara sosial dan bisa berdaya secara ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Nah, sudah betul bila memaksimalkan peran magang tersebut. Bahkan saya mengusulkan pula, rekrutmen ASN di Lapas juga mempertimbangkan hal itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Legislator Kota Makassar MYD Lakukan reses Kedua di Dapilya Masa Sidang 2025/2026
Trotoar dan Drainase Dikembalikan Fungsinya, 96 PKL di Mariso Ditertibkan
Makassar Dipercaya Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Munafri: Kami Siap Beri Pelayanan Terbaik
20 Turbin Baru PLTB Sidrap Tahap II, Mantapkan Sidrap sebagai Lumbung Energi Terbarukan
Target 100.000 Ribu Jemaah Semakin Realistis, Paotere Travel Kedatangan 200 Mitra Baru
Tim Dakwah Sidrap Dilepas, 68 Mubaligh Siap Syiar Ramadhan 1447 H
Bupati dan Wabup Sidrap Pantau Persiapan HUT Daerah
Gowa Indah Badminton Open Turnamen Ciptakan Atlet Sulsel

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:26 WITA

Legislator Kota Makassar MYD Lakukan reses Kedua di Dapilya Masa Sidang 2025/2026

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:59 WITA

Trotoar dan Drainase Dikembalikan Fungsinya, 96 PKL di Mariso Ditertibkan

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:55 WITA

Makassar Dipercaya Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Munafri: Kami Siap Beri Pelayanan Terbaik

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:18 WITA

20 Turbin Baru PLTB Sidrap Tahap II, Mantapkan Sidrap sebagai Lumbung Energi Terbarukan

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:05 WITA

Target 100.000 Ribu Jemaah Semakin Realistis, Paotere Travel Kedatangan 200 Mitra Baru

Berita Terbaru