JEJAKNEWS.ID,- Sidrap,Kemarau panjang dan tekanan El NiñoKemarau Panjang Tak Hentikan Petani Lagading, Rp21 Miliar Lebih Berhasil Diraup tidak menghentikan petani di Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk tetap menanam dan memanen padi.
Dari 443,33 hektare sawah yang ditanami, sebanyak 387,33 hektare atau sekitar 87,37 persen berhasil dipanen. Produksi diperkirakan mencapai sekitar 2.839 ton gabah dengan nilai ekonomi sekitar Rp21,01 miliar hingga Rp21,86 miliar.
Hasil tersebut menjadi penopang ekonomi masyarakat, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga menjadi modal untuk musim tanam berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, sebanyak 56 hektare atau sekitar 12,63 persen lahan mengalami puso. Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan potensi kehilangan produksi senilai sekitar Rp3,04 miliar hingga Rp3,16 miliar.
Capaian panen tersebut menunjukkan peran penting ketersediaan air dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah kemarau. Embung dan sejumlah sumber air yang tersedia turut membantu mempertahankan tanaman di sebagian lahan.
Produktivitas padi di lapangan bahkan masih mampu mencapai sekitar 11,3 ton per hektare. Kondisi tersebut menjadi gambaran sekaligus peluang pengembangan pertanian di Lagading.
Dengan penguatan infrastruktur dan sumber air melalui embung, bendung, jaringan irigasi, serta pompanisasi, lahan yang mengalami puso diharapkan dapat kembali produktif pada musim tanam berikutnya.
Kemarau memang menjadi tantangan bagi petani. Namun, capaian panen di Lagading menunjukkan produksi pangan tetap dapat dipertahankan ketika petani didukung dengan ketersediaan air yang memadai.
Penguatan sumber daya air menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas sawah sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi masyarakat dari sektor pertanian.






