Silaturahmi dengan Perwakilan Buruh Se Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Konsep Ekonomi Hijau dan Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan

- Redaksi

Rabu, 1 Mei 2024 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, mengadakan pertemuan dengan Pengurus Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Sulsel, di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur pada Senin malam, 30 April 2024.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh seluruh anggota Forkopimda Sulsel ini, Pj Gubernur Bahtiar memaparkan konsep ekonomi biru untuk tingkatkan kesejahteraan.

Di hadapan para buruh, Bahtiar menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan buruh dan memastikan perlindungan hak-hak mereka. Sebagai gubernur, ia mengaku memiliki tanggung jawab untuk mendukung perjuangan buruh dan memastikan hak-hak mereka dilindungi. Memperjuangkan kebijakan yang adil, memastikan kondisi kerja yang manusiawi serta memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan pekerja di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus pada malam ini, saya sangat menghormati kawan-kawan buruh dan pekerja. Jadi memang buruh dan pekerja yang harus diperhatikan dan memang harus kita perjuangkan,” tegasnya.

Bahtiar mencontohkan kebijakannya dalam memberikan perlindungan kepada pekerja nonformal, seperti asuransi untuk 10.000 nelayan. “Ini contoh, bahwa betapa pekerja informal harus kita lindungi,” ujarnya.

Lebih jauh, Bahtiar memaparkan berbagai program kerjanya di bidang pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, yang tentunya ekosistemnya membutuhkan dukungan dari para pekerja dan buruh. Termasuk tentang orientasi pengembangan ekonomi Sulsel pada ekonomi hijau dan biru. Demikian juga potensi Sulsel dengan perubahan landskap yang terjadi setelah penetapan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, dimana sebagai salah satu daerah terdekat, Sulsel menjadi penyangganya.

Menyikapi berbagai tantangan dan isu strategis yang dihadapi bersama, lanjut Bahtiar, maka untuk pembangunan Sulsel ke depan, harus melakukan transformasi, tidak cukup dengan reformasi. Konsolidasi transformasi menuju Sulsel yang lebih mandiri dan maju melalui pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki, yang terhampar luas baik di daratan maupun lautan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam.

“Penting kita mulai menerapkan prinsip-prinsip pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi biru agar kelak sumberdaya yang kita miliki masih dapat dinikmati oleh generasi kita di masa yang akan datang,” paparnya.

“Di masa depan, kita memimpikan Sulsel sebagai provinsi dengan kualitas dan daya saing manusia yang unggul sehingga mampu mengantar daerah ini menjadi salah satu provinsi dengan pendapatan perkapita setara negara maju,” imbuhnya.

Sementara, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika, menyatakan, May Day adalah momen penting untuk mendengarkan aspirasi pekerja dan buruh serta merayakan kontribusi mereka dalam pembangunan. Masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para pekerja mulai dari upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup, hingga kesenjangan sosial yang semakin melebar. Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak dapat menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman dan sejahtera bagi semuanya.

“Pekerja dan buruh adalah tulang punggung pembangunan. Tentunya, mari kita saling berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para pekerja, memperjuangkan hak-hak mereka dan memberikan perlindungan yang layak tentunya,” kata Andi Ina.

Sedangkan, Ketua Panitia Peringatan Mayday 2024 Tingkat Provinsi Sulsel, Andi Mallanti, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin yang telah mengundang para pekerja untuk bersilaturahmi dan berdialog.

“Ini sangat luar biasa karena semua anggota Forkopimda hadir. May Day adalah hari kebangkitan bagi buruh yang ada di dunia termasuk yang ada di Sulsel,” kata Andi Mallanti.

Pada kesempatan ini, ia memberikan rekomendasi kepada Pj Gubernur dan Ketua DPRD Sulsel terkait beberapa persoalan ketenagakerjaan yang ada. Terkhusus rekomendasi tahun 2023 yang belum terselesaikan.

Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari berbagai konfederasi dan serikat pekerja/buruh di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan, diserahkan 760 paket bantuan sembako dari berbagai perusahaan kepada para pekerja dan buruh menjelang May Day.

Pertemuan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan serikat pekerja/buruh untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan yang layak bagi para pekerja di Sulsel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa
Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara
Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif
Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur
Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu
Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.
Sedulur Jokowi Sulbar Sampaikan Selamat kepada Kapolri, Ir. Masnur Mas Tegaskan Dukungan dan Sinergi Bersama Masyarakat
Sulap Air Laut Jadi Air Minum, Pemkot Makassar Siapkan Teknologi Desalinasi Bertenaga Surya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terbaru

Metro

Berhasil Panen di Tengah Kemarau, Petani Hadiahkan Dua Karung Gabah untuk Bupati Rasa syukur atas keberhasilan panen di tengah musim kemarau diwujudkan petani bernama La Bandung dengan menyerahkan dua karung gabah kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif. Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (1/10/2026), dan disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Selle K.S. Dalle. Gabah yang diserahkan merupakan hasil panen La Bandung dari lahan persawahan seluas tiga hektare. Dari lahan tersebut, ia berhasil memanen 166 karung gabah dengan harga Rp7.600 per kilogram. Nilai hasil panennya mencapai sekitar Rp164 juta. La Bandung mengatakan, dua karung gabah tersebut diberikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Syaharuddin Alrif atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada petani, khususnya dalam penyediaan air untuk persawahan selama musim kemarau. “Kalau bukan bantuan dari Pak Bupati, terutama bantuan air dari PSDA, sawah saya dan petani lainnya mungkin mengalami gagal panen,” ujar La Bandung. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk mempertahankan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberhasilan panen kali ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan petani lainnya. Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi pemberian tersebut. Menurutnya, gabah yang diserahkan petani bukan sekadar hasil panen, tetapi juga menjadi simbol perjuangan pemerintah bersama petani dalam menjaga produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan. “Ini sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk perjuangan kita selama ini dalam menangani sawah kita di musim kemarau,” kata Syaharuddin. Ia menuturkan, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan tetap terpenuhi. Koordinasi dan pencarian solusi bahkan dilakukan dari pagi hingga malam untuk mencegah lahan pertanian mengalami kekeringan. “Perjuangan selama ini tidak sia-sia. Pagi hingga malam hari kita keliling mencari solusi, terutama air bagi sawah agar kita tidak kekeringan,” ujarnya. Bagi La Bandung, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menghadapi musim kemarau. Dua karung gabah yang diserahkan kepada Bupati menjadi simbol terima kasih atas dukungan pemerintah yang dinilai turut membantu petani melewati musim tanam hingga panen. Penyerahan itu menjadi momentum rasa syukur petani atas hasil bumi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

HKTI Lantik Pengurus 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WITA

Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Bupati Syaharuddin Alrif Sambut Akrab Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu

Berita Terbaru