Kapolda Ziarah ke Makam Raja-Raja di Jera Lompoe Soppeng

- Redaksi

Rabu, 24 April 2024 - 13:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.id, Soppeng, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, berziarah ke makam raja-raja di Jera Lompoe, Soppeng, Selasa, 23 April 2024.

Mereka didampingi Bupati Soppeng, Kaswadi Razak berkunjung ke makam raja dan petinggi raja di Kompleks Makam Jera Lompoe di Jalan Bila Utara, Kampung Bila, Kecamatan Lalabata. Kunjungan ini usai menghadiri peringatan Hari Jadi Soppeng.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pj Gubernur Bahtiar mengatakan, kunjungan ini bukan sekadar tradisi, melainkan juga upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya. Di kompleks Makam Raja, tempat peristirahatan terakhir para pemimpin yang telah membentuk sejarah dan identitas Bangsa Bugis dan daerah Soppeng.

“Ini harus dirawat dengan baik,” kata Bahtiar.

Dalam kunjungannya, Bahtiar banyak berbincang dengan bupati serta perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulsel. Ia terlihat banyak mengkonfirmasi pengetahuannya tentang sejarah dari referensi atau literasi yang dibacanya. Termasuk lokasi makam raja lainnya.

“Di sini tidak ada yang diubah Pak Gubernur makamnya,” kata Bupati Soppeng, Kaswadi Razak.

Makam Jera Lompoe berada di atas ketinggian 132 meter di atas permukaan laut. Pada kompleks tersebut terdapat 12 makam, namun hanya delapan makam yang diketahui namanya dan tipe makamnya.

Dua makam memiliki jirat yaitu makam La Tenri Bali dengan tipe jirat teras berundak satu dan makam La Mataesso dengan tipe jirat berteras satu. Makam lainnya yang tidak memiliki jirat yaitu makam We Ada, makam We Tenri Kawareng, makam Addatuang Sidenreng, makam Datu Mari-Mari, makam Payung Luwu, dan makam Petta Bulue.

Polsus Cagar Budaya, Jayadi Adam menyampaikan, La Mataesso salah satu makam yang menjadi ikon kompleks ini.

“Kisahnya merupakan salah satu pemersatu terbentuknya Soppeng, yaitu Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau. Ini kemudian jadi Datu waktu itu,” jelasnya.

Adapun untuk berkunjung ke kompleks makam dibuka dari hari Senin – Jumat, mulai pukul 07.30 – 16.00. Untuk hari Sabtu dan Minggu juga dapat dikunjungi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Jam Berdiskusi, Bupati Syaharuddin dan Aksa Mahmud Bahas Rencana Strategis
Musrenbang RKPD 2027 Tekankan Keselarasan dan Prioritas Pembangunan
Jemput Peluang Investasi di PSBM 2026, Bupati Syahar Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi di Sulsel
Menggeser Dominasi Beras ke Singkong, Ubi dan Talas
Apel Gabungan ASN Sidrap, Bupati Syahar: Pengabdian Bernilai Spiritual Terhadap Masyarakat
Rangkaian Seleksi Paskibraka Sidrap 2026 Dimulai, 86 Peserta Ikuti Tes
Munafri Buka Ruang “Barru Corner” di Makassar, Perkuat Promosi Wisata Lintas Daerah
Datangi Kediaman JK untuk Silaturahmi, Appi: Penting Kami Mendengar Nasihat

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:22 WITA

Dua Jam Berdiskusi, Bupati Syaharuddin dan Aksa Mahmud Bahas Rencana Strategis

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:01 WITA

Musrenbang RKPD 2027 Tekankan Keselarasan dan Prioritas Pembangunan

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:55 WITA

Jemput Peluang Investasi di PSBM 2026, Bupati Syahar Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi di Sulsel

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:45 WITA

Menggeser Dominasi Beras ke Singkong, Ubi dan Talas

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:44 WITA

Apel Gabungan ASN Sidrap, Bupati Syahar: Pengabdian Bernilai Spiritual Terhadap Masyarakat

Berita Terbaru

News

Menggeser Dominasi Beras ke Singkong, Ubi dan Talas

Jumat, 27 Mar 2026 - 06:45 WITA