Kategori: Nasional

  • Prof Zudan Komitmen Tuntaskan Kewajiban Pemprov Sulsel Tahun Ini , Saat Silaturahmi ke DPRD sulsel

    Prof Zudan Komitmen Tuntaskan Kewajiban Pemprov Sulsel Tahun Ini , Saat Silaturahmi ke DPRD sulsel

    JEJAKNEWS.id, Makassar, – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, baru saja bersilaturahmi dengan pimpinan dan anggota DPRD Sulsel, di Kantor DPRD Sulsel, Selasa, 21 Mei 2024.

    Dalam pertemuan tersebut, Prof Zudan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari semua pimpinan, alat kelengkapan dewan, dan pimpinan komisi.

    “Saya terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari semua pimpinan, alat kelengkapan dewan, maupun di pimpinan komisi,” ujarnya.

    Beberapa catatan yang menjadi perhatian Prof Zudan meliputi profesionalisme dan netralitas ASN, serta pembayaran kewajiban utang-utang. Selain itu, dia juga menyebutkan aspirasi lainnya untuk dilaksanakan, seperti pupuk hortikultura dan pencegahan inflasi.

    Prof Zudan berkomitmen untuk menentukan skala prioritas dalam strategi ke depan. Dia berharap agar APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) menjadi sehat, dan semua kewajiban diselesaikan pada tahun 2024.

    “Itu saya akan berikan atensi dan strateginya tentu saya akan melakukan penentuan skala prioritas. Karena teman-teman DPRD dan Kepala OPD telah melaporkan berapa kewajiban yang harus dibayarkan dan diselesaikan,” ujarnya.

    Dia juga memohon dukungan dari DPRD agar tidak ada lagi utang-utang yang tertunda hingga tahun 2025. Harapan ke depan strateginya adalah menciptakan APBD sehat.

    “Kami semua di OPD telah sepakat dan saya izin dari DPRD bahwa kami semua menyiapkan untuk gubernur defenitif di 2025 itu tidak punya lagi kewajiban yang harus diselesaikan. Kita ingin selesaikan semua di 2024,” jelasnya.

    Terkait stadion Sudiang, semua anggaran yang telah dianggarkan akan tetap dilanjutkan.

    Prof Zudan yang juga Ketua Korpri menekankan pentingnya netralitas ASN, dimana ASN harus profesional dalam menjalankan tugasnya dan tegak lurus pada negara.

    “Saya mengajak ASN profesional dalam profesinya. Profesi ASN itu untuk melayani dan menyelesaikan masalah. Bahwa netral itu dia tidak memihak dan harus tegak lurus pada negara,” pungkasnya.

  • Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Sampaikan Pesan Penting dari Presiden Jokowi

    Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Sampaikan Pesan Penting dari Presiden Jokowi

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Dalam silaturahmi yang diadakan di Pelataran Inninawa, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 20 Mei 2024, Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrullah didampingi Penjabat Ketua TP PKK Sulsel, Ninuk Triyanti, menyampaikan pesan penting dari Presiden RI Joko Widodo.

    “Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mohon doa dan dukungan dari Ibu dan Bapak semuanya agar saya dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, beserta Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Profesor Tito Karnavian,” ujar Prof Zudan.

    Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Sulsel, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, para bupati dan wali kota, pejabat tinggi pratama Pemprov Sulsel, para pimpinan instansi vertikal Wilayah Sulsel, serta pimpinan BUMN/BUMD.

    “Saya bersama istri hadir di tempat ini tentu karena kehendak Allah Subhana Wa Ta’ala,” kata Prof Zudan.

    Dia juga menyampaikan harapannya untuk dapat melayani 9,4 juta penduduk Sulsel dan bahwa masa jabatannya akan menjadi ladang ibadah yang membawa keberkahan bagi semua.

    “Merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa, hanya Sumatera Utara yang memiliki jumlah penduduk lebih besar dari Sulsel,” tambahnya.

    Prof Zudan menekankan tugas-tugas penting yang diberikan oleh Presiden RI kepada kepala daerah. Termasuk mengendalikan inflasi, menurunkan kemiskinan ekstrem, menurunkan stunting, mempercepat proses perizinan investasi, memaksimalkan belanja APBD untuk PDN, memaksimalkan potensi daerah kabupaten dan kota, menjaga stabilitas politik dan keamanan menjelang Pemilu 2024, serta menjamin kebebasan beragama.

    Prof Zudan yang telah tiga kali dipercaya sebagai Penjabat Gubernur di berbagai provinsi, termasuk Gorontalo dan Sulawesi Barat, menegaskan bahwa program Presiden Jokowi telah konsisten dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di negara ini.

    “Program Bapak Jokowi itu konsisten, sejak saya di Gorontalo konsisten untuk menurunkan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” paparnya.

    Dalam hal penanganan stunting, Prof Zudan menyampaikan tekad Presiden untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen di tahun ini. Dia meminta dukungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, BKKBN, dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya nutrisi, terutama bagi anak-anak hingga usia dua tahun agar masih dapat mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI).

    Prof Zudan juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda. “Ini adalah yang harus kita tangani bersama, yakni inflasi, kemiskinan, stunting, dan pencegahan pernikahan anak,” katanya.

    Selain itu, ia juga memuji penanganan inflasi di Sulawesi Selatan, yang pada Mei 2024 mencatat inflasi year-on-year sebesar 2,6 persen, salah satu yang terendah di Indonesia atau terendah nomor 7 seluruh Indonesia.

    “Ini yang dilakukan Mas Bahtiar, Pak Sekda dan teman-teman PPID, bersama BI, BPS dan ini bagus sekali,” ucapnya.

    Prof Zudan menantang para pemangku kepentingan untuk menurunkan tingkat inflasi lebih lanjut menjadi 2,1 persen, yang akan berdampak positif pada sentimen pasar dan harga konsumen. Namun, yang penting nilai tukar petani tetap di atas 100 agar tidak rugi.

    Dengan semangat kolaborasi, Prof. Zudan mengajak semua pihak untuk membawa Sulsel ke tingkat yang lebih tinggi. “Mari kita bersama-sama membawa masyarakat Sulsel untuk lebih berbahagia dan sejahtera,” tutupnya.

    Sementara itu, Penjabat Sekprov Sulsel, Muhammad Arsjad, menyampaikan kesannya sejak pertama menghadiri pelantikan Pj Gubernur Prof Zudan. Setelah pelantikan, OPD yang masih ada di Jakarta langsung melaksanakan pertemuan bersama Prof Zudan.

    “Saya pikir di pertemuan itu untuk kenal-kenalan. Ternyata beliau meminta kami menjelaskan kondisi Sulawesi Selatan. Beliau langsung melakukan mapping, pemetaan kondisi Sulawesi Selatan seperti apa dan sampai dengan tadi itu sudah rapat koordinasi ketiga, itu katanya belum apa-apa itu. Jadi langsung tancap gas,” pungkasnya.

  • Upacara Pertama sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Dorong Percepatan Transformasi Digital

    Upacara Pertama sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Dorong Percepatan Transformasi Digital

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh menjadi pembina upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 Tahun 2024, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 20 Mei 2024. Tema yang diangkat, yakni Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas.

    Upacara pertama yang dihadiri Prof Zudan sebagai Penjabat Gubernur ini dihadiri Forkopimda Sulsel, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Sulsel, dan seluruh ASN lingkup Pemprov Sulsel yang berada di wilayah Makassar.

    Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Budi Arie Setiadi.

    Bahwa, kebangkitan kedua merupakan momen terpenting untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa.
    Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu.

    “Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas,” sebutnya.

    Ia melanjutkan pesan terkait tindak lanjut sambutan menteri, yakni mengajak bertransformasi digital lebih cepat lagi. “Apa yang sudah rekan-rekan lakukan di Sulawesi Selatan sudah sangat hebat dan luar biasa, mari kita percepat dengan penerapan digitalisasi tata kelola pemerintah,” ucapnya.

    Baginya, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional serta secara resmi berkantor di Kantor Gubernur, menjadi momentum yang bagus untuk bersama-sama seluruh ASN di provinsi dan 24 kabupaten dan kota bersama masyarakat Sulsel dengan 9,4 juta penduduknya untuk bergerak bersama.

    “Seperti yang tadi menjadi inti sambutan, bergerak menuju kebangkitan Indonesia yang kedua, kebangkitan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

    Bahwa hal ini harus diterjemahkan menjadi program pemerintah yang melindungi masyarakat, program-program pemerintah yang mensejahterakan masyarakat dan membuat masyarakat berbahagia, sehingga masyarakat merasakan hadirnya pemerintah secara lebih cepat.

    “Ini menjadi tonggak yang penting untuk menuju kebangkitan Indonesia yang kedua, jadi transformasi digital dengan kunci ada pada pelayanan cepat dan ini akan diimplementasikan di awal dan mulai hari ini,” tandasnya.

    Pada kesempatan ini, Prof Zudan juga memperkenalkan istrinya, Ninuk Triyanti. Serta ajudan dan pendamping lainnya. Upacara diisi dengan lagu-lagu perjuangan.

    Salah seorang ASN yang hadir, Kepala UPTD Balai Distribusi Perdagangan, Disperindag Sulsel, Elvira Jayanti menyampaikan terima kasih atas motivasi dan arahan yang diberikan.

    “Kita berharap kehadiran Prof bisa memberikan kembali semangat kepada ASN di Pemprov Sulsel untuk bekerja lebih baik dan lebih giat lagi. Seperti tagline Pak Jokowi kerja, kerja, kerja,” tandasnya. (*)

  • Pengurus Pusat IKA UNHAS dan IKA Maros Sambut Pj Gubenur Sulsel Zudan Arif di Bandara

    Pengurus Pusat IKA UNHAS dan IKA Maros Sambut Pj Gubenur Sulsel Zudan Arif di Bandara

    JEJAKNEWS.id, Makassar, –Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) turut menjemput Pj Gubenur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Minggu (19/5/2024).

    Ini kali pertama Zudan datang ke Makassar seusai dilantik sebagai Pj Gubenur Sulsel di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

    Dari PP IKA UNHAS hadir, Bendahara Umum Prof. Murtir Djeddawi, Direktur Eksekutif Salahuddin Alam, Andi Taufik, Iqbal Suhaeb, Suwardi Thahir, Poppy, Dul Kompang, Andi Lukman, Narni.

    Hadir juga Ketua IKA UNHAS Maros, Chaidir Syam, Ketua KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra.

    Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan terima kasih kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulsel.

    Juga kepada pimpinan DPRD Sulsel, para Bupati, IKA UNHAS, dan seluruh tokoh masyarakat serta tokoh agama di Provinsi Sulsel atas penjemputan yang begitu hangat dan meriah.

    “Pertama-tama saya bersama istri mengucapkan terima kasih atas sambutan hangatnya. Alhamdulillah semoga ini menjadi berkah bagi kita semuanya dan langkah kita semua ke depan mendapat rahmat dan ridho Allah SWT,” tutur Prof Zudan kepada awak media, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu, 19 Mei 2024.

    “Sekali lagi terima kasih banyak atas sambutan yang hangat, sambutan yang meriah dari seluruh Forkopimda yang hadir, tokoh-tokoh masyarakat, para kepala OPD, para bupati, hadir juga pimpinan DPRD dan pengurus IKA UNHAS. Terima kasih banyak ini membesarkan hati saya bersama istri untuk bekerja di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

    Prof. Zudan merasa begitu semangat memulai bekerja pasca pelantikan hari Jumat, 17 Mei 2024 kemarin.

    Bahkan katanya, sudah melakukan rapat bersama Penjabat Sekda Sulsel, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, di Mess Pemprov Sulsel, Jakarta Pusat.

    “Bismillahirrahmanirrahim, kita mulai bekerja untuk melayani masyarakat di Sulawesi Selatan. Kita sudah mulai bekerja di hari Jumat sudah habis pelantikan, kita langsung rapat dengan Pak Sekda dengan kepala OPD, dilanjutkan kemarin di hari Sabtu (18 Mei 2024),” ungkap Prof Zudan.

    Sementara agenda pertama berkantor di Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo Makassar, ia akan langsung memimpin apel pagi sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HKN).

    “Besok mulai berkantor di hari pertama di Sulawesi Selatan, dan dibuka melalui upacara Hari Kebangkitan Nasional,” ujarnya.

    Penjemputan Pj Gubernur Zudan diwarnai dengan penyambutàn tradisi berupa Angngaru, yang menggambarkan sumpah setia rakyat kepada pemimpinnya.(*)

  • Kerja Cepat, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Gelar Rapat Terbatas Bersama Kepala OPD

    Kerja Cepat, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Gelar Rapat Terbatas Bersama Kepala OPD

    JEJAKNEWS.id, Jakarta, – Setelah dilantik, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh langsung menggelar rapat terbatas bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, di Mess Pemda Sulsel di Jalan Yusuf Adiwinata No.46, RT.6/RW.5, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2024.

    Hal ini menunjukkan komitmennya untuk segera bekerja dan bergerak cepat memajukan Provinsi Sulsel.

    “Hari ini kita melakukan Rapim terbatas dengan Kepala OPD yang sudah ada di Jakarta waktu pelantikan kemarin. Nah ini merupakan koordinasi awal,” kata Prof Zudan.

    Prof Zudan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan stabilitas pemerintahan dan melanjutkan program-program strategis yang telah dirancang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

    “Bagaimana saya sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan yang baru bisa melanjutkan program-program yang sudah tersusun di RKPD 2024 dan APBD 2024,” jelasnya.

    Dia melanjutkan, sebagai Penjabat yang masuk di tengah, maka tidak membawa program baru. Prof Zudan menekankan, yang harus diketahui bahwa Penjabat yang masuk di tengah tugasnya adalah menyelenggarakan tiga pekerjaan besar utama.

    “Yakni pekerjaan pemerintahan, pekerjaan atau tugas pembangunan dan tugas sosial kemasyarakatan, yang sudah dibungkus di dalam RKPD dan di dalam APBD,” ucapnya.

    Untuk itu, maka akan dilakukan dengan peningkatan kualitas layanan publik, kecepatan pelayanan publiknya, selanjutnya digitalisasinya.

    Namun, tidak menutup kemungkinan adanya terobosan-terobosan baru yang akan dicanangkan untuk mempercepat pembangunan di Sulsel.

    “Kemudian masalah-masalah yang mungkin terjadi, akan kita mitigasi agar bisa selesai lebih cepat. Nah di rapat awal, itu tadi empat hal kita lakukan,” tegas Prof Zudan. (*)

  • Sulsel Siap Laksanakan Pilkada Serentak 27 November 2024

    Sulsel Siap Laksanakan Pilkada Serentak 27 November 2024

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Rasyid, mewakil Pj Gubernur Sulsel menghadiri acara Sosialisasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak, di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 18 Mei 2024.

    Rasyid mengaku, Provinsi Sulsel siap melaksanakan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024 ini.

    “Kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Sulawesi Selatan agar dapat berlangsung secara Luber, Jurdil, lancar, aman dan damai,” jelasnya.

    Sementara itu, mewakili Mendagri, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan bahwa pilkada serentak yang akan kita laksanakan adalah pemilihan terbesar di dunia yang akan dilaksanakan secara serentak seluruh wilayah di Indonesia.

    Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, dalam sosialisasi ini memaparkan tahapan Pilkada serentak. Dimana untuk tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Kepala Daerah (27-29 Agustus 2024), Penetapan Pasangan Calon (22 September 2024), Masa Kampanye (25 September 2024- 23 November 2024), Pelaksanaan Pemungutan Suara Serentak (27 November 2024), Penetapan Calon Terpilih.

    Pemateri lainnya dari Bawaslu mengingatkan, pentingnya menjaga netralitas ASN. Disebutkan, Jumlah pemilih di Sulsel tercatat sebanyak 6.670.582, terdiri dari Laki -Laki : 3.244.626 Perempuan : 3.425.956, wajib pilih yang tersebar di 24 Kabupaten/kota, 313 kecamatan dan 3.059 kelurahan/desa.

    Untuk itu, pemateri lainnya baik dari Kodam, Polda dan Koopsau II serta dari Kejaksaan dan Badan Intelejen Negara sepakat menyampaikan bahwa untuk suksesnya Pilkada dibutuhkan sinergi penyelenggara (KPU, Bawaslu, DKPP), pemerintah pusat dan pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI/Polri, Satpol PP, Satlinmas), paslon, Parpol, Pendukung, Media/Pers dan LSM, Ormas, NGO.

    Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Prov Sulsel, Idham Kadir Dalle
    sebagai penyelenggara kegiatan ini menambahkan, untuk suksesnya Pilkada serentak, bupati dan walikota dapat berupaya meningkatkan partisipasi pemilih di masing-masing wilayahnya.

    Menurutnya, pengalaman Pilpres dan Pileg tahun 2024 yang telah berlangsung, partisipasi pemilih Sulsel diatas target nasional, Sulsel mencapai angka 80 persen. “Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi stakeholder terkait sudah berjalan optimal, semoga keberhasilan ini kita bisa pertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

    “Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi demi menciptakan Pilkada yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat,” pesannya.

    Adapun peserta sosialisasi ini, diikuti oleh para Bupati/Walikota se-Sulsel, Jajaran Forkopimda Kabupaten/Kota Se-Sulsel, Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulsel, Pimpinan Perangkat Daerah Terkait Lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota se Sulsel. (*)

  • Ketua DPRD Sulsel : Selamat Datang Prof Zudan, Terimakasih Pak Bakhtiar Pengabdiannya

    Ketua DPRD Sulsel : Selamat Datang Prof Zudan, Terimakasih Pak Bakhtiar Pengabdiannya

    JEJAKNEWS.id,Jakarta,-Meskipun dipenuhi dengan kesibukan yang begitu padat baik agenda politik (proses pendaftaran pengembalian formulir di beberapa kantor politik sebagai bakal calon Bupati Barru) maupun kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) namun Andi Ina Kartika Sari menyempatkan langsung terbang ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang menggantikan Bakhtiar Baharuddin yang dilaksanakan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024).

    Pada kesempatan itu, Andi Ina Kartika Sari mengucapkan selamat datang di Sulawesi Selatan kepada Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang baru saja di lantik dan di tugaskan oleh presiden Joko Widodo sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan.

    “Segenap pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Selatan mengucapkan selamat datang kepada Prof. Zudan Arif Fakrulloh
    semoga bisa bekerjasama dengan baik dan bersinergi untuk memajukan Sulawesi Selatan,” katanya. Jumat (17/5).

    Andi Ina sapaan akrabnya menyampaikan bahwa hubungan parlemen dan semua elemen (Forkopimda) Sulsel harus selalu bergandengan agar apa menjadi program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan bisa terlaksana dengan baik.

    “Forkopimda harus saling menguatkan karena apa yang dikerjakan Semua untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

    Andi Ina juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada PJ Gubernur sebelumnya Bakhtiar Baharuddin yang telah bersinergi dengan baik dengan DPRD Sulsel yang telah bekerja keras memikirkan bagaimana masyarakat Sulawesi Selatan bisa sejahtera melalui program prioritas yang dicanangkan.

    “Segenap pimpinan dan anggota DPRD Sulsel juga mengucapkan terima kasih kepada pak Bakhtiar Baharuddin atas dedikasi dan pengabdian yang telah bekerja secara maksimal untuk Sulawesi Selatan,” tutupnya.

  • BNPB Beri Bantuan DSP Rp 2,5 Miliar Beserta Logistik untuk Bencana di Sulsel

    BNPB Beri Bantuan DSP Rp 2,5 Miliar Beserta Logistik untuk Bencana di Sulsel

    JEJAKNEWS.id, Makassar,- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Suharyanto, menyerahkan bantuan Rp2,5 Miliar Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat banjir dan tanah longsor kepada Pemerintah Provinsi dan 7 Kabupaten di Sulsel.

    Penyerahan simbolis dilakukan pada Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 6 Mei 2024.

    Operasional Dana Siap Pakai Rp 2,5 Miliar untuk operasional penanganan darurat bencana, terdiri dari Provinsi Sulsel sebesar Rp500 juta; Kabupaten Luwu sebesar Rp500 juta; Kabupaten Enrekang Rp250 juta; Kabupaten Sidrap, Kabupaten Wajo, dan Kabupaten Luwu Utara masing-masing Rp200 juta; Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sinjai masing-masing Rp150 juta.

    Dibantu dukungan logistik dan peralatan berupa perahu karet dan mesin 1 unit; genset 2 unit; tenda pengungsi 2 unit; tenda keluarga 50 unit; sembako 200 paket; makanan siap saji 200 paket; kasur lipat 50 pcs; hygiene kit 200 paket; selimut 200 lembat; matras 200 lembar; penjernih air (echo H20) 5 unit; velbed 50 unit.

    Terkhusus untuk Kabupaten Luwu, BNPB telah memberikan DSP untuk penanaganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu periode Januari – Mei 2024 Rp1 Miliar.

    Dengan rincian, pada bulan Maret, BNPB telah menyalurkan dukungan operasional penanganan darurat bencana tanah longsor sebesar Rp 250 juta. Dukungan selanjutnya pada bulan April untuk penanganan darurat bencana banjir sebesar Rp 250 juta.

    Di Luwu pula, BNPB memberilan dukungan logistik dan peralatan tahap II berupa : perlengkapan bayi 100 paket; perlengkapan pakaian wanita dewasa 500 paket; perlengkapan pakaian pria dewasa 500 paket; sembako 500 paket; selimut 500 lembar; matras 500 lembar; terpal 500 lembar; air mineral 500 dus; sarung 300 lembar; lampu solar panel 5 unit; lampu air garam 300 unit; penjernih air (exho H20) 100 unit; makanan siap saji 500 paket.

    “Untuk Kabupaten Luwu, ada korban jiwa di sana. Kami berikan lagi Rp 500 juta (DSP),” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Suharyanto.

    Ia mengaku, bahwa 7 Kabupaten yang mengalami bencana, diantaranya terjadi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan ada terjadi tanah bergerak.

    “Secara umum untuk tanggap darurat sudah dilakukan semua, yang sekarang masih agak berat kabupaten Luwu dan Luwu Utara,” katanya.

    Sementara, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, berharap dana siap pakai bantuan dari BNPB bisa segera digunakan dalam penanggulangan bencana. “Kami berharap bahwa kehadiran BNPB membawa bantuan tentu kami sangat mengapresiasi gerak cepat dari BNPB. Saya himbau khususnya DSP yang jumlahnya tidak besar, tapi cukup membantu agar digunakan sesuai dengan peruntukannya dan tepat sasaran khususnya bagi daerah terdampak bencana di 7 kabupaten,” jelasnya.

    Pj Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian BNPB bersama DPR RI yang melakukan Rakor tersebut. “Pada prinsipnya beliau memberi atensi terhadap bencana yang terjadi di Sulsel. Alhamdulillah dengan koordinasi yang baik dan dukungan semua pihak, sekarang kita sudah bisa memenuhi kebutuhan utama masyarakat kita yang terdampak,” ungkapnya.

  • Banjir Wajo, Satu Korban Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

    Banjir Wajo, Satu Korban Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

    JEJAKNEWS.id, Wajo,- Salah satu korban banjir di Kabupaten Wajo yang sebelumnya dinyatakan hilang, Ambo Ale (66 tahun), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu, 5 Mei 2024. Dengan ditemukannya Ambo Ale, maka korban meninggal dunia akibat banjir yang terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, menjadi 13 orang.

    “Saudara kita yang sedang dalam pencarian, Ambo Ale, kemarin telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Semoga pihak keluarga bisa diberi ketabahan,” kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, Senin, 6 Mei 2024.

    Amson Padolo juga menyampaikan bahwa kondisi pasca-bencana alam di Wajo telah berangsur kondusif. Ia mengatakan, banjir yang melanda empat kecamatan, yaitu Belawa, Sabbang Paru, Tempe, dan Tana Sitolo, telah menyebabkan kerugian dan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat setempat.

    “Sekarang kondisinya sudah berangsur pulih,” ujarnya.

    Sementara, Kepala Dinas Catatan Sipil Sulsel, Muhammad Iqbal telah menyampaikan bahwa proses penerbitan surat akte kematian dapat dilakukan bagi korban yang meninggal dunia dan telah ditemukan.

    “Surat ini penting sebagai dasar hukum bagi ahli waris untuk mengklaim asuransi dan bantuan lainnya,” terang Iqbal.

    Dua hari sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, telah meninjau titik-titik terparah di Wajo, akibat dilanda banjir. Di Wajo sendiri, 12 ribu warga terdampak. (*)

  • Helikopter Pembawa Bantuan Berhasil Mendarat di Latimojong Luwu, 8 Warga Ikut Dievakuasi

    Helikopter Pembawa Bantuan Berhasil Mendarat di Latimojong Luwu, 8 Warga Ikut Dievakuasi

    JEJAKNEWS.id, Luwu, – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, hingga saat ini masih berada di lokasi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu. Ia terus berupaya memastikan bantuan pangan tiba di daerah terisolir, seperti Kecamatan Latimojong.

    Setelah gagal mengirimkan bantuan menggunakan helikopter akibat cuaca buruk, hari ini, Minggu, 5 Mei 2024, helikopter milik Polda Sulsel berhasil membawa bantuan ke Kecamatan Latimojong. Meskipun pilot awalnya ragu akibat cuaca yang mendung, namun salah seorang warga Desa Ulu Salu mengirimkan Direct Massage ke Instagram Humas Pemprov Sulsel, jika cuaca di Desa Ulu Salu cerah.

    Pesan tersebut dikirimkan warga Desa Ulu Salu bernama Nila, yang meminta bantuan agar bisa ikut ke Belopa menggunakan helikopter.

    “Terima kasih Bapak Gubernur atas bantuannya untuk warga Desa Ulu Salu, karena sudah dua hari ini kami menunggu. Kemarin, saya sempat melihat heli di atas Desa Ulu Salu tapi ternyata tidak bisa mendarat karena kabut, dan hari ini alhamdulilah bisa mendarat dan menyalurkan bantuan,” kata Nila.

    Selain menyalurkan bantuan, delapan warga Kecamatan Latimojong turut dievakuasi ke Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu, termasuk Nila dan ibunya.

    Warga Desa Boneposi, Ramlah Baddu, mengaku ikut menumpang di helikopter menuju Belopa karena sebelum terkena musibah banjir dan tanah longsor, rumahnya mengalami kebakaran. Seluruh dokumennya hangus terbakar, begitupun harta bendanya.

    “Abis kebakaran, kena longsor lagi. Sisa baju di badan ini, semua habis,” kata Ramlah Baddu, yang berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 41 Boneposi.

    Sementara, Hasrianti yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Pajang, Desa Pajang, juga ikut ke Belopa menggunakan helikopter. Ia mengaku, dirinya memang warga Belopa, namun bertugas di Pajang.

    “Saya memang tugas di Puskesmas Pajang. Karena ada bencana, mau kembali ke Belopa aksesnya juga susah. Makanya meminta supaya bisa ikut di helikopter,” tuturnya. (*)