Polemik Pemkab–DPRD Soppeng Berisiko Picu Kebuntuan Kebijakan

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

JEJAKNEWS.ID, Makassar,— Ketegangan hubungan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng dan DPRD Soppeng di Sulawesi Selatan dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah serta pelayanan publik kepada masyarakat.

Konflik yang dipicu oleh polemik penempatan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut disebut dapat menghambat eksekusi berbagai program strategis yang telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk *“Membaca Soppeng Kontemporer”* yang digelar di Makassar, Selasa (10/2/2026). Pengamat Sosial Politik, Andi Luhur Prianto, menilai eskalasi konflik antara eksekutif dan legislatif di Soppeng menunjukkan dinamika politik yang mengkhawatirkan.

Menurut Andi Luhur, Soppeng yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan kultur politik yang relatif harmonis, kini menghadapi krisis nilai kebudayaan yang selama ini berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian persoalan secara informal.

“Kita surplus politisi, tetapi justru mengalami krisis kebudayaan yang biasanya mampu menjadi instrumen penyelesaian masalah secara informal. Situasi ini berbahaya jika tidak segera dicarikan jalan keluar,” ujar Andi Luhur.

Ia mendorong adanya format rekonsiliasi yang jelas atau penempuhan jalur hukum oleh para pihak yang berkonflik agar tidak terjadi kebuntuan berkepanjangan dalam pengambilan kebijakan publik.

Andi Luhur juga menyoroti peran Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, sebagai figur strategis yang diharapkan mampu membangun jembatan komunikasi dan rekonsiliasi antara eksekutif dan legislatif.

“Wakil bupati memiliki posisi yang cukup netral dan strategis untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak, sehingga roda pemerintahan bisa kembali fokus pada pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Indeks Politica Indonesia (IPI), Asratillah, mengingatkan bahwa capaian positif pembangunan Soppeng dalam lima tahun terakhir terancam tereduksi apabila konflik politik ini terus berlanjut.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Soppeng berada di kisaran 73, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,11 persen.

“Prestasi pembangunan ini bisa terancam sia-sia jika konflik antara Pemkab dan DPRD tidak segera diselesaikan. Dampaknya dapat berupa deadlock kebijakan, di mana keputusan publik yang membutuhkan kecepatan justru terhambat,” jelas Asratillah.

Ia memetakan setidaknya tiga risiko besar yang berpotensi muncul akibat konflik berkepanjangan tersebut. Pertama, terganggunya netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang berisiko terseret ke dalam pusaran kepentingan politik elite.

Kedua, menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Soppeng maupun DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Ketiga, munculnya fenomena kelelahan politik di tengah masyarakat.

“Masyarakat akan jenuh menyaksikan konflik elite yang tidak memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka,” ungkapnya.

Diskusi tersebut menyimpulkan perlunya forum rekonsiliasi yang difasilitasi oleh pihak netral guna meredam ketegangan dan mengembalikan fokus pemerintahan daerah pada agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejaknews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Jadi Sidrap, SAR-KANAAH kembalikan Semangat Kepemimpinan Nene Mallomo
Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina Awali Reses Nya Dengan Bersilaturahmi Bersama Media
Legislator Kota Makassar MYD Lakukan reses Kedua di Dapilya Masa Sidang 2025/2026
Trotoar dan Drainase Dikembalikan Fungsinya, 96 PKL di Mariso Ditertibkan
Makassar Dipercaya Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Munafri: Kami Siap Beri Pelayanan Terbaik
20 Turbin Baru PLTB Sidrap Tahap II, Mantapkan Sidrap sebagai Lumbung Energi Terbarukan
Target 100.000 Ribu Jemaah Semakin Realistis, Paotere Travel Kedatangan 200 Mitra Baru
Tim Dakwah Sidrap Dilepas, 68 Mubaligh Siap Syiar Ramadhan 1447 H

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 08:36 WITA

Peringati Hari Jadi Sidrap, SAR-KANAAH kembalikan Semangat Kepemimpinan Nene Mallomo

Senin, 16 Februari 2026 - 07:39 WITA

Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina Awali Reses Nya Dengan Bersilaturahmi Bersama Media

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:26 WITA

Legislator Kota Makassar MYD Lakukan reses Kedua di Dapilya Masa Sidang 2025/2026

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:59 WITA

Trotoar dan Drainase Dikembalikan Fungsinya, 96 PKL di Mariso Ditertibkan

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:55 WITA

Makassar Dipercaya Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Munafri: Kami Siap Beri Pelayanan Terbaik

Berita Terbaru