Rayakan HUT GPM Ke-87, PCPS GMKI Tiakur Berbagi Kasih

PCPS GMKI TIAKUR Bersama Anak Piter Penderita Sakit

Ambon, Jejaknews.Id,- Dalam rangkaian momentum Perayaan HUT Ke-87 Gereja Protestan Maluku, Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Cabang Tiakur kembali melakukan aksi kemanusiaan. Kegiatan yang dilakukan ialah datang dan mengunjungi salah seorang anak yang mengalami penderitaan sakit selama 14 tahun terakhir.

Sekretaris PCPS GMKI Cabang Tiakur, Jefry R. Rehiraky, A.Md melalui press release yang diterima Jejaknews.Id pada Selasa (06//09/2020). Menyampaikan, kunjungan ini merupakan kunjungan kedua yang sudah dilaksanakan PCPS GMKI Tiakur terhadap anak penderita sakit tersebut.

“Hari ini kami kembali mengunjungi adik Piter Serpiela (penderita sakit red) dengan membawa beberapa bantuan sembako. Tidak banyak yang diberikan, mohon diterima”, ungkapnya.

Ia menjelaskan, kami sengaja memilih hari ini karena masih dalam semangat HUT Ke-87 Gereja Protestan Maluku (GPM) sehingga kegiatan ini menjadi pesan bagi semua orang untuk saling peduli dan memberikan empati bagi sesama yang membutuhkan.

“Aksi kepedulian seperti ini belum terlalu digaungkan atau belum menjadi budaya kita saat ini. Padahal aksi seperti ini merupakan panggilan kita bersama sebagai pengikut Kristus”, imbuhnya.

Ia berharap, anak terkasih terus bertumbuh dan diberkati Tuhan dan dalam pengharapan, Anak Piter dapat sembuh.

Sekretaris PCPS GMKI Cabang Tiakur, Jefry R. Rehiraky, A.Md bersama ibu dan anak penderita sakit

Sementara itu, Ibundanya, Sin Serpiela/Leunupun, mengungkapkan banyak terima kasih atas kepedulian yang ditunjukan hari ini.

“Terima kasih banyak karena mau berbagi dengan anak terkasih.” Ungkapnya

Ia mengisahkan, anak ini (Piter red) pernah sakit demam tinggi saat usianya belum satu tahun dan karena demam tinggi itu membuat anak ini mengalami pertumbuhan yang lambat, bahkan ia sering sakit-sakitan hingga usia yang ke-14 ini.

“Kami sudah berjuang sekuat tenaga untuk kesembuhan anak terkasih tapi hingga saat ini belum terwujud. Anak ini tidak bisa berjalan, bahkan indra pendengaran dan penglihatan tidak berfungsi dengan baik”, tuturnya.

Ia berharap, Tuhan mendengar doa yang selama ini dinaikan, juga kiranya ada pendampingan tenaga medis maupun bantuan lainnya dari pemerintah sehingga ada pengobatan lanjutan bagi anak terasih.

“Kami ingin sekali membawa anak ini untuk pengobatan di Makassar atau di Jawa tapi karena keterbatasan dana, keinginan ini belum tercapai. Karena dulu pernah diobati oleh dokter di Tual maupun Ambon tapi ada saran untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik” ungkapnya

Untuk diketahui, orang tua dari Piter Serpiela, yakni Roy Serpiela sehari-hari bekerja sebagai pekerja buruh Pelabuhan dan istrinya Sin Serpiela sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga. (J-01/*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif