Pedagang Pasar Apung Geruduk DPRD Kota Ambon

  • Bagikan

Ambon, JEJAKNEWS.ID, Puluhan Pedagang Pasar Apung kembali melakukan aksi di depan gedung DPRD Kota Ambon, pasca pertemuan yang berlangsung Selasa, 23 November 2021, antara pihak pedagang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Komisi dua DPRD Kota Ambon.

Bukan tanpa alasan mereka melakukan aksi protes, pasalnya masih banyak pedagang yang berjualan di lokasi reruntuhan gedung putih pasca dilakukan pembongkaran oleh Pemerintah Kota Ambon.

Anehnya lagi, para pedagang yang masih mendiami reruntuhan gedung putih, mendatangi pihak DPRD Kota Ambon dan Disperindag kota agar mereka tetap berjualan di lokasi tersebut hingga selesai momen Natal dan Tahun Baru 2021.

Akibat ulah segelintir pedagang yang ada di lokasi itu, membuat  para pedagang eks gedung putih kecewa, pasalnya mereka yag telah legowo untuk dipindahkan ke pasar apung, tetap mediami tempat itu meski pemasukan yang diterima dratis menurun selama enam bulan.

“Jadi memang tadi akhir rapat sempat terjadi kesalahpahaman, karena yang hadir mewakili para pedagang yang masih berjualan di gedung putih adalah orang- orang dari luar bukan dari eks pedagang gedung putih yang terdampak dari revitaliasi,” terang Bapak Al yang merupakan perwakilan pedagang pasar apung.

Lanjut Ia, untuk para pedagang yang merupakan eks gedung putih telah menempati pasar yang telah disediakan oleh pemerintah kota bersama pengembang (pasar apung).

“Mereka itu merasa dirugikan, karena mereka ini telah berjual didalam (pasar apung), lalu kalau ada pedagang yang berjual lagi di bekas reruntuhan itu (gedung putih) otomatis mereka merasa dirugikan, karena pihak konsumen larinya kesitu,” jelasnya.

Menurut Al, pihak pedagang yang masih mendiami gedung putih adalah provokator, karena mereka merupakan pedagang-pedagang dari terminal yang ingin memanfaatkan keadaan yang ada.

“Mungkin ada oknum- oknum tertentu diduga ada dibelakang mereka, ya itu merupakan urusan mereka,” ucapnya dengan kesal.

Ia Berharap, Pemerintah dan juga DPRD Kota Ambon harus objektif untuk melihat persoalan yang ada antar para pedagang di mardika.

Senada yang disampakan Al,  salah satu pedagang wanita bernama Haji Pia  yang ditemui media ini di pasar apung mengungkapkan, pihaknya bersama rekan-rekan pedagang merupakan dampak utama dari revitalisasi Gedung Putih, Pasar Mardika Ambon, terhitung telah enam bulan mereka bertahan di pasar apung.

“Dan sampai hari ini tidak ada pungutan biaya yang dikenakan oleh pegembang, tetapi karena adanya para pedagang yang masih berjualan di reruntuhan gedung putih membuat kami dirugikan, sedangkan menurut pemerintah kan tidak boleh ada jualan apa-apa disitu karena nanti mau dibangun lagi,” ujarnya.

Lanjut Ia dengan kesal, jadi kan sudah ada kebijakan dari pemerintah dan pengembang itu kan gratis “diterimalah ngapain harus ditolak,” ucapnya.

“Sampai hari ini kami sangat berterimakasih kepada pegembang, karena mereka yang menampung kita, dari penerangan pasar seperti lampu dan hal lain yang masih kurang selalu di lihat oleh pengembang, jadi buat Pemerintah Kota Ambon tolong lihat mereka yang masih mendiami reruntuhan gedung putih itu,” tandasnya.

  • Bagikan