GMKI Desak Pemerintah Bangun Depo Pertamina di MBD

  • Bagikan
Ketua GMKI Cabang Tiakur, Marthen Watrimny, SP

TIAKUR, JEJAKNEWS.ID,- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tiakur meminta sekaligus mendesak pemerintah pusat  segera membangun Depo Pertamina di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Desakan tersebut lantaran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan salah satu kebutuhan pokok atau kebutuhan primer masyarakat masih sangat sulit diperoleh dan dijangkau masyarakat MBD, baik dari sisi harga ataupun ketersediaannya.

“Sejak Indonesia merdeka hingga hari ini, kita belum merasakan yang namanya harga BBM yang normal. Oleh karena itu, kami meminta dan mendorong, serta mendesak Pemerintah Pusat melalui BUMN dan Pertamina agar dapat membangun depo pertamina di Kabupaten MBD”, ungkap Ketua GMKI Cabang Tiakur, Marthen Watrimny, SP melalui press release kepada Jejaknews.Id, Selasa (12/09).

Watrimny mencontohkan, harga BBM di MBD jenis Pertalite Rp.10.000, Pertamax Rp. 12.000, bahkan akan naik hingga 100 % didaerah yang sulit jangkauan transportasi dan akses kuota distribusi. Sedangkan harga BBM di Kota Ambon dan di daerah Jawa hanya Rp. 7.850 dan Rp. 9.200.

“Harga BBM yang tinggi menjadi pemicu kenaikan harga barang dan inflasi. Akibatnya harga ikan mahal padahal ikan kita banyak, harga sayurpun mahal, bahkan sembako di toko juga ikut mahal padahal sudah ada fasilitas tol laut”, ungkapnya

Watrimny menjelaskan, pembangunan depo pertamina menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, apalagi dalam mendukung proyek abadi Blok Masela. Selain itu, sering terjadi kelangkaan BBM bahkan tidak ada sama sekali, apalagi pada saat musim gelombang atau cuaca buruk. Rentang kendali distribusi BBM yang panjang dapat berpengaruh terjadinya lost distribution oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan bisa terjadi illegal oil, karena MBD merupakan daerah perbatasan kepulauan sehingga sulit dikontrol.

“Harga BBM saat ini terbilang mahal, karena selama ini kita dapatkan BBM itu dari Saumlaki maupun dari Ambon, dan yang distribusi itu pihak swasta, sehingga kita berharap pembangunan depo pertamina segera dibangun di MBD”, tegas Watrimny

Ia menambahkan, kebutuhan akan avtur untuk penerbangan juga perlu menjadi perhatian, karena memang sampai saat ini belum ada penampungan yang harus disediakan oleh PT. Persero Pertamina, maskapai penerbangan mengisi bahan bakar di Ambon untuk kebutuhan pulang-pergi, dari sisi keamanan penerbangan ini sangat-sangat membahayakan.

Ia berharap, pemerintah dapat meresponi kebutuhan ini sebagai bagian dari tanggung jawab membangun Indonesia dari Sabang sampai Merauke, apalagi MBD saat ini merupakan kabupaten yang tergolong dalam daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). J-01

  • Bagikan