Terkait LIN dan AMP, Tipawael Ajak Warga Diskusi Cari Solusi

  • Bagikan
Petrus Tipawael, SE, Sekretaris Caretaker Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Maluku

AMBON,JEJAKNEWS.ID,- Percepatan pembangunan di Indonesia pada kepemimpinan Presiden Jokowi banyak melakukan perubahan dengan tetap bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Provinsi Maluku pun tak luput menjadi target pelaksanaan program pembangunan nasional, diantaranya terdapat beberapa proyek yang masuk di Provinsi Maluku diantaranya Lumbung Ikan Nasional dan Pembangunan Ambon New Port (AMP) sebagai upaya mendukung arus mobilisasi laut pada program Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Namun disisi lain, terdapat juga pemikiran kontra yang coba dilayangkan oleh kelompok – kelompok tertentu dengan upaya menolak pembangunan LIN serta ingin juga untuk memboikot rencana pembangunan Ambon New Port yang dibangun pada Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, hal ini kemudian menjadi kontraversi dalam ruang dialektika masyarakat Maluku. Salah satu Tokoh Muda Maluku Petrus Tipawael yang juga merupakan Sekretaris Caretaker Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Maluku menggugat pernyataan segelintir orang terkait dengan segala macam unsur penolakan yang hendak dilakukan oleh kelompok – kelompok tertentu tersebut.

“Sejak Era reformasi membuka ruang berpikir dan menyalurkan aspirasi sebebas-bebasnya maluku selalu menuntut untuk bisa lebih diperhatikan sama dengan daerah lainnya, Nah! Sekarang pemerintah Indonesia memberikan akses percepatan pembangunan kok ditolak, aneh bin ajaib.” Tandas Tipawael melalui press release yang diterima jejaknews.com, Senin (17/08).

Tipawael katakan, sesuai fakta dan fenomena yang terjadi hari ini bahwa memang disadari sungguh bargaining position Provinsi Maluku secara politis sangat lemah di mata nasional dan itu fakta yang tidak bisa dipungkiri dari sisi kebijakan anggaran dan kedudukan di senayan, maluku termasuk salah satu provinsi yang termaginalkan.

“Perjuangan LIN untuk mengakselerasi pembangunan berbasis kepulauan sesuai dengan kondisi demografi Maluku untuk menjawab tantangan yang membelenggu tirani orang maluku sampai dengan hari ini wajib hukumnya bagi kita untuk beritikad baik menyambut program – program tersebut, serta juga pastinya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan di daerah.” Papar Bendahara Umum GAMKI Maluku itu

Ia juga mengajak masyarakat maluku, jika ada yang merasa bahwa program LIN dan Ambon New Port terdapat masalah dan tidak menguntungkan masyarakat serta merusak sumber daya alam lingkungan sekitar, maka hendaknya yang dilakukan adalah membangun ruang diskursus dengan kajian ilmiah kemudian bersama pemerintah untuk mencari jalan keluar demi kebaikan bersama.

“Mari dukung pak murad par bangung maluku untuk merealisasikan program-program tersebut dengan pemerintah pusat” ajak Tipawael

Lanjutnya, setiap pemimpin pastinya tidak bisa memberikan rasa nyaman kepada setiap orang yang dipimpinnya, sama pula dengan kebijakannya, namun niscaya bahwa segala potensi melakukan kesalahan paling sedikit akan tetap menjadi tujuan utama. Namun, selaku masyarakat yang dipimpin baiklah menjadi kekuatan penggerak (driving force) dalam setiap tindakan sosial dengan menjadi agent of change dan agent of control dengan mengutamakan sense of crisis dan sense of belonging maka disitulah ada ruang negosiasi untuk percepatan pembangungan daerah.

“Maluku maju kalau katong baku keku jang baku kuku” tukasnya. (J-01/**)

  • Bagikan